Jakarta –
Profesor Studi Badan Studi dan Perkembangan Nasional (BRIN), Prof Dr Erma Yulihastin, menyebut Super El Niño sudah terbentuk. Intensitasnya diperkirakan naik 0,1 derajat per minggu.
Hal tersebut diungkapkan Erma Ke unggahan Hingga akun X pribadinya, @EYulihastin, Minggu (2/9/2026).
Erma menjelaskan bahwa Godzilla El Niño ini terkonfirmasi Didalam indeks harian El Niño relatif 3,4 yang telah mencapai lebih Didalam 2 derajat Celsius Ke 31 Juli 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sudah resmi bahwa Super El Niño terbentuk 31 Juli 2026. Karenanya sudah tak perlu ada perdebatan lagi soal Kemungkinan terbentuknya atau apapun nama yang disematkan Ke Super El Niño,” tulisnya.
“Kenaikannya 0,1 derajat Celcius setiap minggu,” sambung Erma.
Fase El Niño Kuat
Selaras, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Indonesia memasuki fase El Niño kuat. Bagi itu, warga dan pemerintah perlu waspada Pada bahaya kekeringan maupun Bencana Alam dan lahan (karhutla).
BMKG Di laman resminya menjelaskan bahwa nilai indeks Niño 3.4 dasarian (per 10 hari) sebesar +2.26 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -28.2. Hal ini menandakan berlangsungnya El Niño kuat yang diperkirakan dapat terus menguat.
Perkembangan iklim Dunia ini dinilai mendukung berlanjutnya cuaca kering Hingga Indonesia, lantaran Kejadian Luar Biasa El Niño kuat dapat Mengurangi pembentukan awan hujan dan menekan curah hujan Hingga berbagai Area.
BMKG Meramalkan 91,43% Area Indonesia masih Merasakan curah hujan kategori rendah Ke Dasarian I Agustus 2026. Sedangkan 8,57% lainnya diperkirakan Merasakan curah hujan kategori menengah.
Sambil Itu, tidak ada Area yang diperkirakan Merasakan curah hujan kategori tinggi atau curah hujan sangat tinggi, Kendati potensi hujan dan angin kencang masih ada.
Tips Cuaca Panas-Udara Lebih Kering
Bagi Mengharapkan dampak cuaca panas dan udara lebih kering, berikut saran BMKG:
- Gunakan pelindung/tabir surya Bagi Mengurangi paparan langsung sinar Matahari
- Jaga kecukupan cairan tubuh, khususnya yang beraktivitas Hingga luar ruangan Hingga siang hari agar tidak kelelahan atau dehidrasi
- Waspada Ke titik panas (hotspot) dan potensi Bencana Alam atau lahan
- Jangan bakar sampah atau lahan sembarangan, terutama Hingga area mudah terbakar seperti Hingga lahan gambut, semak belukar, lahan kering, dan hutan
- Segera laporkan indikasi titik api
- Hemat penggunaan air.
(twu/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Profesor BRIN Sebut Super El Nino Tiba, Naik 0,1 C Per Minggu











