Ancaman Megathrust Selatan Jawa, Pakar Unair Ungkap Cara Hadapi Skenario Terburuk



Jakarta –

Kawasan Indonesia merupakan pertemuan Antara tiga lempeng tektonik utama dunia. Situasi ini menyebabkan Indonesia menjadi Bangsa yang menyimpan Karya seismik, termasuk gempa megathrust.

Megathrust sendiri diartikan sebagai gempa yang terjadi akibat akumulasi tekanan Ke zona penunjaman lempeng yang terus menumpuk hingga melampaui ambang batas elastisitas batuan. Perhatian ilmuwan jatuh kepada selatan Jawa, Ke mana terdapat segmen rawan yang Untuk jangka waktu lama belum melepaskan akumulasi energinya.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sesuai hukum elastisitas batuan, Di lempeng terus tertekan hingga tidak lagi mampu menahan beban, batuan Berencana retak atau patah secara mendadak dan memicu pelepasan gelombang gempa,” tutur Pakar Manajemen Bencana Universitas Airlangga (Unair), Dr Hijrah Saputra ST MSc, Untuk laman Unair dikutip Sabtu (3/10/2026).

Dr Hijrah menilai pemerintah sudah Memiliki kesadaran Untuk mengatur kesiapsiagaan Di bencana. Salah satunya, yakni Early Warning System (EWS).

“EWS yang efektif itu terdiri Di empat komponen yang harus berjalan bersama, yakni pengetahuan tentang risiko, pemantauan dan peringatan, penyebaran informasi kepada Kelompok, serta kemampuan respons Kelompok. Kalau salah satu komponen itu lemah, maka EWS secara keseluruhan bisa gagal,” jelasnya.

Akan Tetapi Untuk mitigasi bencana Ke titik lokasi megathrust, Hijrah mengatakan perlunya tiga lapis kesiapsiagaan, yakni tingkat struktural pemerintah, komunitas lokal, hingga unit terkecil keluarga. Pemodelan jangkauan gelombang serta pemetaan rute evakuasi harus terpadu Di pelatihan respons cepat secara berkala Ke kawasan rawan bencana.

“Ke level struktural, Badan Penanggulangan Bencana Lokasi (BPBD) secara intensif sudah melakukan sosialisasi dan simulasi. Instansi Yang Terkait Di juga melakukan pengujian skala nasional Di membuat skenario terburuk. Peneliti telah memodelkan seberapa jauh tinggi gelombang masuk Ke daratan Di terjadi gempa Di magnitudo tertentu, lalu berkoordinasi Di pemerintah Lokasi Untuk membuat jalur evakuasi,” tegasnya.

Selain perbaikan fisik, Hijrah Merangsang adanya strategi komunikasi risiko agar tidak memicu kepanikan massal. Ia menekankan bahwa penyampaian informasi kebencanaan harus menghindari bahasa akademis yang rumit. Menurutnya, perlu adanya pendekatan kearifan lokal Melewati keterlibatan tokoh agama dan adat setempat.

“Komunikasi bencana dapat dilakukan Di basis solusi dan bukan ancaman, pesan konsisten dan terkoordinasi, menggunakan bahasa sederhana dan konseptual, melibatkan tokoh lokal dan media lokal, serta Pelatihan berkelanjutan. Dari Sebab Itu, panik itu wajar, jangan menyalahkan diri sendiri, dan jangan biarkan kepanikan mengendalikan diri,” pesannya.

(nir/pal)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Ancaman Megathrust Selatan Jawa, Pakar Unair Ungkap Cara Hadapi Skenario Terburuk

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini