Jakarta –
Survei Untuk pusat data dan Kajian ketenagakerjaan Ke Amerika Serikat, Monster Research Institute, menemukan bahwa 49 persen Kandidat karyawan menolak pekerjaan Sebab tempat kerja yang terlalu jauh. Para pekerja mengatakan, setidaknya sekali Untuk karier mereka menolak Sebab alasan tersebut.
Survei yang dilakukan Ke Juli 2026 Dari Pollfish ini meminta 1.005 orang dewasa yang bekerja Ke AS. Bentuk survei berupa pertanyaan pilihan ganda tentang dampak perjalanan pulang-pergi dan kenaikan biaya hidup Di pencarian pekerjaan mereka. Hasil tersebut Memiliki margin Kegagalan plus atau minus 3 Nilai persentase.
Pakar karier Monster, Vicki Salemi, mengatakan para pencari kerja tidak hanya Merencanakan gaji. Tetapi, turut Merencanakan keseluruhan penawaran kerja termasuk biaya perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Karyawan dan pencari kerja benar-benar memprioritaskan Kesejaganan Di kehidupan kerja dan Kesejaganan mereka,” kata Salemi.
Harga Bensin Dari Sebab Itu Salah Satu Penyebab
Menurut survei, 30% Kandidat pekerja memilih tidak yakin Didalam pekerjaan yang tidak Memiliki insentif dan tunjangan transportasi. Setelahnya Itu, Ke Di pencari kerja, 65% mengatakan Fluktuasi Harga bensin telah mengubah apa yang mereka cari, Didalam 23% mengatakan mereka mencari pekerjaan yang lebih Didekat Didalam Tempattinggal Sebab harga bensin yang lebih tinggi.
Ke Di Yang Sama, Disekitar 70% tenaga kerja berangkat kerja Didalam biaya sendiri (tanpa tunjangan transportasi Untuk kantor), menurut data Untuk Biro Sensus AS.
“Harga bensin jelas mengubah cara pencarian kerja,” ungkap Salemi.
Salah satu pekerja mengatakan biasanya menghabiskan Disekitar $200 hingga $300 per bulan hanya Sebagai bensin. Jumlah tersebut setara Didalam Rp 3,6 juta-Rp 5,4 juta per bulan (kurs Rp 17.981).
Waktu Tempuh yang Lebih Lama
Data terbaru Untuk Sensus AS menemukan bahwa waktu tempuh perjalanan Di tempat kerja cenderung Menimbulkan Kekhawatiran Untuk waktu Di waktu. Rata-rata waktu tempuh perjalanan Ke 2024 mencapai 27,2 menit, naik Untuk rata-rata 26,8 menit Ke 2023.
Menurut Salemi, kekhawatiran Yang Berhubungan Didalam perjalanan pekerja bisa direspons Didalam Keputusan yang lebih fleksibel. Misalnya, Didalam menawarkan paket tunjangan Sebagai mengimbangi biaya perjalanan.
“Beberapa perusahaan Mungkin Saja sudah menyediakan tunjangan atau manfaat Sebagai meringankan atau mengimbangi sebagian biaya perjalanan,” katanya.
Situasi ini juga turut direspons Dari para anggota Dewan Ke AS. Anggota Dewan Laura Gillen, DN.Y.; Jeff Van Drew, RN.J.; dan Tom Kean Jr., RN.J., mengusulkan rancangan undang-undang tentang “Undang-Undang Penurunan Biaya Perjalanan Pulang Pergi”.
Tujuannya adalah Sebagai Mengurangi pengeluaran perjalanan pribadi, termasuk bensin, transportasi umum, dan biaya tol.
(faz/pal)
Fahri Zulfikar
Jurnalis detikcom. Bergabung Didalam detikcom Sebelum 2019. Aktif meliput Topik-Topik Belajar, iklim, Kajian & analisis, konten seputar Gen Z serta menyukai dunia sepak bola. Kini Dari Sebab Itu penulis Literatur.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Banyak Kandidat Pekerja Tolak Pekerjaan Sebab Jarak yang Jauh, Faktor Bensin?











