Sosok Yuko Fujigaki, Rektor Perempuan Pertama Ke Universitas Nomor Satu Jepang



Jakarta –

University of Tokyo menunjuk Yuko Fujigaki, 64 tahun, sebagai Kepala Negara atau rektor terpilih Di 28 September 2026. Profesor Bersama Graduate School of Arts and Sciences tersebut Berencana menggantikan Kepala Negara Teruo Fujii yang masa jabatannya berakhir Di 31 Maret 2027.

Fujigaki Berencana mulai resmi menjabat Di 1 April 2027 dan memimpin Di enam tahun hingga 31 Maret 2033. Masa awal kepemimpinannya bertepatan Bersama peringatan 150 tahun University of Tokyo.

Penunjukan tersebut menjadi catatan sejarah Sebab Fujigaki merupakan perempuan pertama yang memimpin University of Tokyo, salah satu institusi Belajar tinggi paling bergengsi Ke Jepang.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

University of Tokyo adalah kampus nomor satu Ke Negeri Sakura. Kampus yang berlokasi Ke ibu kota itu menempati Pangkat Ke-27 dunia versi Times Higher Education World University Rankings 2027.

Fujigaki merupakan profesor Ke bidang science, technology and society, bidang interdisipliner yang mengkaji hubungan Di ilmu pengetahuan, Keahlian, dan Komunitas.

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai executive vice president University of Tokyo hingga Maret 2026. Menurut Fujigaki, fakta bahwa seorang perempuan akhirnya memimpin University of Tokyo Sesudah hampir 150 tahun merupakan pesan penting Bagi Komunitas Jepang.

“Tahun Didepan kami Berencana Melakukan Peristiwa Bagi merayakan ulang tahun Ke-150 universitas. Saya pikir ini mengirimkan pesan besar kepada Komunitas bahwa Sesudah 150 tahun, akhirnya kami Memperoleh Kepala Negara perempuan pertama,” kata Fujigaki seperti dikutip detikEdu Bersama Japan Today.

Ia berharap penunjukan tersebut tidak berhenti sebagai simbol. Fujigaki ingin kehadirannya Ke posisi tertinggi universitas dapat Mendorong lebih banyak perempuan menjadi mahasiswa dan peneliti Ke kampus tersebut.

“Saya berharap kita Berencana melihat lebih banyak perempuan yang menekuni karier Eksperimen,” ujarnya.

Di konferensi pers, Fujigaki mengatakan, universitas Bagi kembali mempertanyakan hal yang paling mendasar Ke Di situasi Belajar tinggi yang Lebihterus sulit. Pertanyaan tentang apa sebenarnya universitas itu dan peran apa yang seharusnya dijalankannya Di Komunitas.

Menurutnya, universitas tidak sekadar menjadi tempat Bagi memperoleh gelar atau Membuat keahlian. Institusi Belajar tinggi Memperoleh fungsi yang lebih mendasar Di memastikan pengetahuan manusia terus diwariskan Bersama satu generasi Ke generasi berikutnya.

“Manusia berbeda Bersama hewan lainnya Sebab kita Memperoleh mekanisme Bagi meneruskan informasi lintas generasi Lewat Kebiasaan Global, Belajar, dan pembelajaran. Universitas merupakan salah satu institusi terpenting Di proses pewarisan pengetahuan antargenerasi tersebut,” kata Fujigaki.

Terpilih Meski Bukan Peraih Suara Terbanyak

Proses pemilihan Kepala Negara University of Tokyo berlangsung Dari April 2026 dan melibatkan beberapa tahap. Sebanyak lima kandidat terlebih dahulu masuk daftar pendek Lewat proses seleksi yang dilakukan panel beranggotakan 16 orang Bersama unsur internal dan eksternal universitas.

Hampir 2.200 perwakilan, yang sebagian besar berasal Bersama kalangan akademisi Ke lingkungan kampus, Sesudah Itu Menyediakan suara Bagi menentukan kandidat pilihan.

Di putaran kedua yang melibatkan tiga kandidat, Fujigaki justru bukan peraih suara terbanyak. Ia memperoleh 553 suara, berada Ke posisi kedua Sesudah profesor Cara Takao Someya yang Merasakan 1.107 suara.

Tetapi, keputusan akhir berada Ke tangan University President Screening & Inspection Committee. Panel tersebut akhirnya memilih Fujigaki sebagai Kepala Negara terpilih.

Hiroko Kuniya, mantan penyiar Monitor sekaligus ketua Asosiasi seleksi, mengatakan keputusan tersebut diambil Sesudah panel Menimbang kembali rekam jejak kandidat dan melakukan wawancara.

Menurut Kuniya, jenis kelamin Fujigaki bukan pertimbangan Di proses seleksi.

Ia mengatakan kemampuan Fujigaki Di mengomunikasikan ilmu pengetahuan dan Keahlian kepada Komunitas serta komitmennya Pada reformasi tata kelola menjadi faktor penting Di keputusan tersebut.

“Fujigaki sangat Mengetahui universitas ini merupakan simbol dunia akademik. Ia dinilai Memperoleh kemauan kuat dan kemampuan Bagi memulihkan kepercayaan Pada dunia keilmuan Lewat keahliannya Di mengomunikasikan sains dan Keahlian kepada Komunitas,” kata Kuniya dikutip Bersama The Japan Times.

Berusaha Mengatasi Tantangan Memulihkan Kepercayaan

Ke balik catatan sejarah tersebut, Fujigaki Berencana memimpin University of Tokyo ketika universitas Lagi Berusaha Mengatasi persoalan tata kelola. Di beberapa waktu terakhir, universitas tersebut dilanda sejumlah Peristiwa Pidana, termasuk Peristiwa Pidana yang melibatkan sejumlah profesor dan Ahli Kemakmuran Ke Fasilitas Medis universitas.

Kemakmuran tersebut Mendorong University of Tokyo memperkuat reformasi tata kelola. Fujigaki mengatakan dirinya Berencana melanjutkan reformasi yang telah dilakukan pemerintahan universitas Sebelumnya dan Berusaha lebih jauh Bagi mencegah Kejahatan Keuangan.

Ia juga Mengungkapkan ingin memulihkan kepercayaan Komunitas Pada University of Tokyo sekaligus Pada dunia akademik secara lebih luas. “University of Tokyo adalah simbol dunia akademik,” kata Fujigaki.

Fujigaki, merupakan profesor yang mengkhususkan diri Di science and technology studies serta scientometrics, bidang yang mempelajari pengukuran dan analisis Karya serta perkembangan ilmu pengetahuan.

Sesudah meraih gelar PhD Bersama Graduate School of Arts and Sciences Universitas Tokyo, ia bergabung Bersama universitas tersebut sebagai asisten profesor Di 1990.

Fujigaki Sesudah Itu menjabat sebagai wakil direktur bidang Eksperimen Ke National Institute of Science and Technology Policy Sebelumnya kembali Ke Universitas Tokyo sebagai profesor madya Di 2000. Ia menjadi profesor penuh Di 2010.

Ke Universitas Tokyo, Fujigaki Sesudah Itu menduduki sejumlah posisi kepemimpinan senior, termasuk asisten eksekutif Kepala Negara, wakil dekan Graduate School of Arts and Sciences, serta wakil Kepala Negara eksekutif Dari 2021 hingga Maret 2026.

(pal/pal)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Sosok Yuko Fujigaki, Rektor Perempuan Pertama Ke Universitas Nomor Satu Jepang

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini