Jakarta –
Mahasiswa Mutakhir Pada ini Ditengah sibuk mengurusi administrasi awal hingga masa orientasi atau pengenalan lingkungan kampus (ospek). Di masa ini, tak jarang mahasiswa Mutakhir harus menuntaskan banyak hal.
Biasanya mereka Menyaksikan tugas Di ospek hingga Permintaan Untuk Menyesuaikan Di cepat. Supaya membuat beberapa mahasiswa merasa Beban.
Transisi Untuk masa sekolah Hingga perguruan tinggi memang sering kali memicu tekanan psikologis. Apalagi Untuk mereka yang harus merantau, jauh Untuk orang tua, dan harus mengatur hidup sendiri Untuk pertama kalinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trend Populer ini diwajarkan dan dibenarkan Dari dosen Inisiatif studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Cahyo Setiadi Ramadhan. Menurutnya, respons Beban tersebut wajar.
Pasalnya, banyak perubahan yang terjadi secara bersamaan. Maka Itu, tekanan yang dialami maba adalah respons yang wajar.
“Perubahan Untuk lingkungan sekolah Di lingkungan kampus membawa banyak penyesuaian. Mahasiswa bertemu teman Untuk berbagai Area dan berada Hingga lingkungan yang jauh lebih besar,” ujar Cahyo, dikutip Untuk laman resmi UMY, Sabtu (25/7/2026).
Benarkah Gen Z Lebih Lemah?
Cahyo juga mengaitkannya Di Topik gen-z yang kini Ditengah banyak berkembang. Kebetulan hampir semua maba Pada ini berasal Untuk kalangan gen-z.
Ada yang menyebut bahwa mental gen-z lebih lemah dibandingkan milenial atau Sebelumnya Itu. Tetapi, Cahyo menepis anggapan tersebut.
Ia justru berpendapat bahwa setiap generasi Memiliki tantangan uniknya sendiri. Misalnya Di gen-z, mereka kerap mendapati tantangan besar seperti tumbuh Hingga Ditengah Jaringan dan media sosial.
Hal ini memicu kebiasaan membandingkan diri Di rang lain secara terus-menerus. Tak heran, gen-z mudah insecure dan merasa minder.
“Media sosial membuat seseorang lebih mudah membandingkan dirinya Di orang lain. Pikiran seperti, ‘Mengapa teman saya sudah seperti itu, Sambil Itu saya belum?’ dapat Meningkatkan kerentanan Pada kecemasan,” jelasnya.
Hingga Samping Itu, gen-z juga biasanya mudah Menyaksikan fear of missing out (FOMO) dan perasaan tertinggal. Hal inilah yang sering kali memperberat beban mental maba Pada memasuki lingkungan sosial Mutakhir.
Orientasi Bukan Tempat Tambah Beban
Cahyo mengingatkan kepada kampus dan pihak panitia Untuk tidak menjadikan masa orientasi kampus Untuk menambah beban mahasiswa. Seharusnya, masa orientasi dijadikan ruang Untuk maba Untuk mengenal kampus, mencari teman, dan memahami sistem akademik Di nyaman.
“Kebiasaan baik dapat menjadi jangkar ketika Berusaha Mengatasi perubahan. Hingga Samping Itu, jangan ragu membangun pertemanan Mutakhir dan tetap berkomunikasi Di orang tua, terutama Di masa-masa awal kuliah,” ujarnya.
Menurut Cahyo, agar maba bisa bertahan Untuk lelahnya masa ospek, maka perlu diseimbangi Di beberapa kegiatan positif. Seperti beribadah, Latihan, menjalankan Kesenangan, dan beristirahat Di cukup.
Hingga Samping Itu, maba tidak perlu sungkan jika membutuhkan Dukungan Untuk orang tua. Apalagi Untuk mahasiswa yang merantau Untuk Area yang jauh.
“Orang tua perlu Memberi ruang Untuk anak Untuk belajar mandiri sambil tetap Memberi Dukungan. Proses ini Berencana lebih optimal apabila kampus dan keluarga bersama-sama mendampingi mahasiswa menjalani masa transisinya,” pungkas Cahyo.
(cyu/nah)
Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Hingga detikcom Sebelum 2022. Spesialis menulis topik Pembelajaran, kampus, sekolah, beasiswa, Kajian, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Maba Wajib Tahu! Pakar UMY Bagikan Tips Atasi Beban Pada Masa Ospek









