Jakarta –
Ri Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sempat Menerbitkan larangan mahasiswa Foreign Untuk berkuliah Di suatu universitas. Lantas, apakah masih aman kuliah Di Negeri Paman Sam?
Sebelumnya Itu, Trump Menerbitkan larangan Universitas Harvard Untuk Memperoleh mahasiswa Foreign dan meminta mahasiswa internasional mencari kampus Terbaru Di Mei 2025 lalu. Kendati demikian, Ri Universitas Harvard, Alan MGarber telah menyampaikan mosi perintah penahanan Sambil Itu atas hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hakim federal US District Judge Alison D Burroughs juga telah mengabulkan permohonan Harvard. Lembaga Proses Hukum Menerbitkan perintah penahanan yang memblokir pemerintahan Trump Untuk mencabut hak Harvard Memperoleh mahasiswa dan ilmuwan internasional.
Di kejadian ini, muncul pertanyaan mengenai Perlindungan kuliah Di Amerika Serikat, terlebih Untuk mahasiswa Foreign. Ardi Findyartini selaku Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pembelajaran Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (SSPT Kemdiktisaintek) mengatakan hal tersebut membutuhkan perhatian khusus.
“Kalau Di sudut pandang policy Di US government, sebetulnya tetap sama Untuk visa dan lain-lain. Tapi, memang PR. Makanya, kenapa kami mendukung exposure Kegiatan seperti ini,” ujarnya dalamEducationUSA Indonesia Fall Fair 2026 Jakarta, Di Hotel LeMeridien, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
EducationUSA Indonesia Fall Fair 2026 Jakarta menampilkan 20 universitas Di Amerika Serikat Di layanan konsultasi pendaftaran dan beasiswa. Menurut Findyartini, faktor terpenting Untuk studi Di AS adalah orang tua.
Orang tua melihat Mutu universitas-universitas Di AS sudah sangat baik. Akansegera tetapi, mereka masih perlu diyakinkan tentang faktor Perlindungan.
“Kalau Mutu tidak menjadi masalah. Tetapi bagaimana cara meyakinkan mereka tentang Perlindungan dan hal lainnya. Karena Itu itu Bisa Jadi perlu disatukan,” tuturnya.
“Kalau anak-anak sarjana Di anak pascasarjana beda ya. Kalau anak-anak sarjana masih bisa benar-benar orang tuanya menjadi penentu pilihannya. Tapi, kalau Di kita sih, makanya kita mendukung sesi-sesi seperti ini biar semuanya mengerti informasi yang sempurna,” imbuhnya.
(nir/faz)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Apakah Kuliah Di AS Masih Aman Di Aturan Trump yang Berubah-ubah?











