Kampus Top AS Perketat Syarat Ambil Matematika Lanjut, Ada Apa?



Jakarta

University of Pennsylvania (Penn) mulai memperketat penerapan prasyarat Untuk sejumlah mata kuliah matematika tingkat lanjut. Aturan ini diterapkan mulai semester ini Bersama tujuan memastikan mahasiswa Memiliki kemampuan dasar yang sesuai Sebelumnya mengikuti mata kuliah Bersama materi yang lebih kompleks.

Sebenarnya, prasyarat Untuk mata kuliah tersebut bukan aturan Terbaru. Persyaratan itu Pada ini sudah tercantum Untuk katalog akademik kampus nomor 14 dunia versi Times Higher Education World University Rankings 2026. Akan Tetapi, mulai semester ini, Penn tidak lagi hanya mengandalkan mahasiswa Untuk menilai sendiri apakah mereka telah memenuhi persyaratan tersebut.

Wakil Dekan Studi Sarjana College of Arts & Sciences Penn, Molly McGlone, mengatakan pihak kampus dan Departemen Matematika kini melakukan proses verifikasi Di mahasiswa mendaftar mata kuliah.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Semester ini, College dan Departemen Matematika bersama-sama menerapkan proses Untuk memverifikasi bahwa mahasiswa memenuhi prasyarat yang sudah ada Di Di pendaftaran mata kuliah,” ujar McGlone seperti dikutip detikEdu Untuk Inside Higher Ed.

Menurut dia, Aturan tersebut dirancang agar mahasiswa dapat mengikuti kelas matematika yang sesuai Bersama tingkat kesiapan mereka.

“Perubahan ini mencerminkan pertimbangan yang matang mengenai bagaimana membantu mahasiswa belajar Di tingkat pembelajaran yang sesuai Untuk mereka, yang kami yakini Berencana Meningkatkan hasil belajar Untuk semua mahasiswa,” katanya.

Ketua Departemen Matematika Penn, Jonathan Block, mengatakan Aturan tersebut setidaknya didorong Dari kebutuhan Untuk memperbaiki proses bimbingan dan penempatan mahasiswa.

“Kami Berusaha Memberi panduan dan penempatan yang lebih baik Hingga Untuk kurikulum. Untuk beberapa Peristiwa Pidana, mahasiswa mengabaikan prasyarat dan mendaftar Hingga kelas yang mereka pikir sudah siap diikuti, tetapi ternyata terlalu sulit Untuk mereka,” ujar Block Di The Daily Pennsylvanian.

Kemampuan Matematika Mahasiswa Karena Itu Perhatian

Penerapan aturan tersebut berlangsung ketika kemampuan matematika mahasiswa menjadi perhatian Hingga sejumlah perguruan tinggi.

Pamela Burdman, pendiri sekaligus direktur eksekutif Just Equations, organisasi nirlaba yang bergerak Hingga bidang pemerataan Pembelajaran matematika Hingga California, mengatakan aturan prasyarat sebenarnya sudah umum diterapkan Hingga perguruan tinggi.

Akan Tetapi, menurut dia, bentuk dan tingkat ketat penerapannya berubah Untuk waktu Hingga waktu.

Banyak sistem perguruan tinggi, kata Burdman, mulai meninggalkan prasyarat remedial yang mengharuskan mahasiswa mengulang materi matematika tingkat sekolah menengah. Sebagai gantinya, sejumlah kampus menerapkan strategi corequisite, yakni mahasiswa mengikuti mata kuliah tingkat perguruan tinggi sambil Merasakan Dukungan tambahan.

Menurut Burdman, Studi Menunjukkan sebagian mahasiswa Sebelumnya Itu ditempatkan Di mata kuliah yang levelnya lebih rendah Walaupun sebenarnya mereka Memiliki kemampuan Untuk berhasil Hingga tingkat yang lebih tinggi.

Untuk konteks Penn, penerapan prasyarat tersebut merupakan Pada Untuk jalur pembelajaran matematika standar Hingga perguruan tinggi, termasuk kalkulus, aljabar linear, dan persamaan diferensial.

Hanya Sebagian Siswa SMA Langsung Lanjut Kalkulus II

Burdman juga mengutip Studi David Bressoud, profesor emeritus Macalester College sekaligus mantan Ri Mathematical Association of America.

Menurut Studi tersebut, hanya Di satu Untuk lima siswa yang Membahas kalkulus Hingga sekolah menengah yang Setelahnya Itu langsung Membahas Calculus II Hingga perguruan tinggi.

Di Di Yang Sama, sebagian besar siswa yang telah belajar kalkulus Hingga SMA Berencana kembali Membahas materi kalkulus Hingga perguruan tinggi, memilih mata kuliah matematika tingkat lebih rendah, atau Membahas mata kuliah yang tidak mensyaratkan kalkulus, seperti matematika Usaha.

Burdman mengatakan perguruan tinggi yang lebih selektif umumnya mengharapkan mahasiswa jurusan STEM telah Membahas kalkulus jika mata pelajaran tersebut tersedia Hingga sekolah mereka, atau setidaknya siap mempelajarinya ketika masuk perguruan tinggi.

Akan Tetapi, akses Di pembelajaran kalkulus Hingga tingkat SMA tidak merata. Menurutnya, mahasiswa kulit hitam dan Latin Secara Keseluruhan Memiliki akses yang lebih rendah Di mata pelajaran kalkulus.

Sebab itu, sejumlah perguruan tinggi mulai menyediakan mata kuliah precalculus sebagai jalur persiapan Sebelumnya mahasiswa Membahas kalkulus.

Burdman juga menyoroti penurunan capaian matematika secara nasional Hingga Amerika Serikat.

Salah satu laporan University of California, San Diego, yang diterbitkan Di November 2025 menyebut jumlah mahasiswa tahun pertama Bersama kemampuan matematika Hingga bawah tingkat sekolah menengah pertama Menimbulkan Kekhawatiran hampir 30 kali lipat Untuk lima tahun.

Setelahnya laporan tersebut muncul, ratusan profesor matematika Untuk sistem University of California juga Merangsang agar persyaratan tes standar Untuk masuk perguruan tinggi, seperti Scholastic Assessment Test (SAT) dan American College Testing (ACT), kembali diterapkan.

Burdman mengatakan Wabah Dunia COVID-19 memang mempercepat penurunan kemampuan matematika, tetapi Gaya tersebut sebenarnya sudah berlangsung Sebelumnya Itu.

Ia menyebut sejumlah faktor jangka panjang yang diduga turut berperan, seperti meningkatnya ketidakhadiran siswa Hingga sekolah, penggunaan media sosial, serta penggunaan kecerdasan buatan (AI).

(pal/pal)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kampus Top AS Perketat Syarat Ambil Matematika Lanjut, Ada Apa?

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr