Jakarta –
Membuat publikasi ilmiah biasanya dilakukan Dari mahasiswa hanya Sebagai memenuhi tugas akhir. Akan Tetapi, Bagi Muhammad Younus, melakukan Studi adalah suatu hal yang sangat dinikmati.
Mahasiswa asal Pakistan tersebut telah menerbitkan sebanyak 53 publikasi ilmiah Di menempuh Pembelajaran doktoral Ilmu Pemerintahan Ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Bagaimana cara Younus menghasilkan publikasi sebanyak itu?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menikmati Proses Studi
Younus mulai menempuh Pembelajaran Ke Indonesia Sebelum 2022. Di menjalani studi S3, ia tidak hanya menyelesaikan Studi doktoralnya, tetapi juga aktif menghasilkan karya ilmiah.
“Bagi saya, publikasi bukan hanya sebuah persyaratan. Ketika tulisan kita dipublikasikan, orang bisa membaca, mengunduh, Malahan Memberi apresiasi. Karena Itu, kalau kita menikmati prosesnya dan membuat kegiatan menulis itu menyenangkan, publikasi Akansegera lebih mudah dicapai,” ujarnya dikutip Untuk laman LLDIKTI 5 Kemdiktisaintek, Sabtu (19/9/2026).
Ia mengaku mulai menyenangi dunia publikasi ilmiah Sebelum masuk Langkah magister. Pada itu, ia Merasakan pelatihan Untuk profesor pembimbingnya tentang cara penulisan artikel.
Untuk pelatihan tersebut, Younus Menyusun kemampuan menulisnya secara mandiri. Terutama Sesudah masuk Langkah doktoral, dunia publikasi menjadi lebih Menarik Perhatian baginya.
Tantangan Hasilkan Publikasi Ilmiah
Sebagai membuat publikasi ilmiah memang tidak mudah. Seseorang harus melakukan peneltian terlebih dahulu.
Younus merasa tantangannya terjadi Pada melakukan Studi kuantitatif yang membutuhkan data primer Untuk Indonesia dan Malaysia. Pasalnya, data bisa terkumpul atas kesediaan responden.
“Studi kuantitatif memang Memberi data primer yang baik, tetapi ada tantangannya Sebab Studi berada Ke luar kendali kita. Kita bergantung Ke orang lain Sebagai menyediakan waktu dan mengisi formulir. Kadang mereka tidak merespons, dan itu bisa membuat frustasi,” katanya.
Karena Itu Wisudawan Di Publikasi Terbaik
Selain menjadi wisudawan Di publikasi terbanyak, Younus juga dinobatkan sebagai wisudawan Di publikasi terbaik Untuk momen wisudanya Ke (17/9/2026) lalu.
Ia berterima kasih kepada para dosen pembimbing dan pihak yang telah membantu kelancaran proses akademiknya. Ia bersyukur Sebab para profesor telah mengajari skill menulis publikasi ilmiah yang sangat membantunya.
Ke akhir ia Memberi pesan kepada mahasiswa internasional lain. Ia mengajak yang lain supaya terus bersemangat Untuk menyusun Studi dan publikasi ilmiah, meski menjalani kuliah Ke luar negeri.
“Tidak ada Bangsa, kota, atau universitas yang sempurna. Sebab itu, ketika datang Ke tempat Mutakhir, kita harus Menyusun diri, melakukan Studi, berbicara Di orang lain, lalu mencari solusi. Mengeluh saja tidak Akansegera menyelesaikan masalah,” pungkasnya.
(cyu/pal)
Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Ke detikcom Sebelum 2022. Spesialis menulis topik Pembelajaran, kampus, sekolah, beasiswa, Studi, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mahasiswa S3 UMY Asal Pakistan Hasilkan 53 Publikasi, Ini Rahasianya











