Jakarta –
Usai dimuntahkan Bersama gunung berapi, abu vulkanik Berencana terbang mengikuti arah angin yang mengirimnya. Tidak hanya Ke daratan, abu vulkanik juga bisa jatuh Ke berbagai aliran air.
Aliran air Di Situasi Ini termasuk sungai, danau, embung, sumur dangkal, bak penampungan, hingga kolam budi daya ikan. Pencampuran abu vulkanik Ke Di air ini tentu Memperoleh bahannya sendiri.
Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi IPB University, Prof Etty Riani menyebut tingkat ancaman abu vulkanik Ke sumber air bergantung Ke beberapa faktor dan perlu diperhatikan. Berbagai faktor yang dimaksudnya yakni ketebalan dan komposisi abu, jarak Bersama gunung api, volume air, hingga Situasi pH serta alkalinitas Ke air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ancaman abu vulkanik Pada air, terutama Ke sumber air terbuka seperti sungai, danau, embung, sumur dangkal, bak penampungan, dan penampungan air hujan tentunya harus diperhatikan,” tuturnya dikutip Bersama laman IPB University, Sabtu (12/9/2026).
Kontaminasi Abu Vulkanik Ke Air
Abu vulkanik yang jatuh Ke air tidak serta-merta menyebabkannya terkontaminasi logam berbahaya. Etty menyebut, ketika air terkena abu vulkanik, kondisinya Berencana keruh dan menjadi padat.
“Partikel abu yang sangat halus dapat bertahan lama Ke Di air, menyumbat saringan, merusak pompa, sekaligus Memangkas efektivitas proses desinfeksi,” jelas Etty.
Abu vulkanik juga mengandung berbagai mineral yang Berpotensi Bagi melepaskan zat-zat yang secara alami terkandung Ke Di air. Zat-zat tersebut adalah sulfat, klorida, fluorida, aluminium, besi, mangan, kalsium, magnesium, natrium, dan kalium.
Jika abu yang masuk Di jumlah besar, berbagai sumber air perlu diperiksa Lebih Jelas. Pemeriksaan berkaitan Bersama unsur toksik, seperti arsenik, timbal, kadmium, dan merkuri.
Etty menegaskan air yang terlihat jernih belum tentu aman dikonsumsi. Abu yang jatuh Berencana mengendap dan kemungkinan mengandung unsur terlarut, Supaya perlu dianalisis dan diolah terlebih dahulu.
“Merebus air hanya membunuh mikroorganisme, tetapi tidak menghilangkan abu halus, fluorida, garam terlarut, atau logam berat. Justru, penguapan Di perebusan Berpotensi Bagi memekatkan bahan kimia terlarut,” jelasnya.
Ikan Ikut Terdampak
Tak hanya air, ikan yang hidup Ke dalamnya juga bisa ikut terkena dampak abu vulkanik. Partikel abu dapat menempel Ke insang air yang Lalu bisa menyebabkan peradangan, menghambat pertukaran oksigen, dan memicu Beban pernapasan.
“Jika paparannya sangat tinggi, ikan dapat Merasakan gangguan fisiologis, kerusakan jaringan, perubahan perilaku, penurunan Perkembangan, Justru kematian,” ungkap Etty.
Perkara Pidana Hukum kematian langsung, berisiko tinggi terjadi Ke kolam budi daya ikan. Terutama jika kolam tersebut kecil, dangkal, padat ikan, dan Memperoleh sistem pergantian air yang terbatas.
“Penurunan oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO), perubahan pH secara mendadak, hingga penyumbatan aerator dan pompa dapat memperparah Situasi,” tegasnya.
Penyimpanan dan Kolam Budidaya Ditutup Secara Aman
Bagi menghindari berbagai dampak Bersama abu vulkanik Ke air, Etty menyarankan agar sumur, bak, tandon, dan wadah penyimpanan air ditutup Bersama Diskusi. Ketika hujan pertama turun, sebaiknya air tersebut tidak ditampung dan membersihkan talang dan atap Tempattinggal.
“Kelompok sebaiknya tidak membuang abu Ke selokan, sungai, dan kolam. Bagi minum dan memasak, sebaiknya menggunakan air kemasan atau pasokan resmi,” saran Etty.
Sedangkan Bagi pembudi daya ikan, Etty merekomendasikan agar kolam ditutup Bersama terpal. Berencana tetapi, terpal perlu dimodifikasi agar tidak menghambat pertukaran udara, aerasi ditingkatkan, serta DO, pH, kekeruhan, suhu, dan perilaku ikan dipantau secara berkala.
“Jika ikan megap-megap atau kehilangan Kesejajaran, segera lakukan langkah penyelamatan dan gunakan air pengganti yang telah dipastikan aman,” imbuhnya.
(det/nah)
Devita Savitri
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom Dari 2023 lulusan Universitas Belajar Indonesia (UPI). Tertarik dan aktif meliput Topik Yang Terkait Bersama Belajar dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Paparan Abu Vulkanik Juga Berbahaya Bagi Air-Ikan, Ini Kata Pakar IPB











