Jakarta –
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kini resmi memisahkan jalur karier dosen berdasarkan talenta dan fokus kerja. Maka Sebelum periode ini, dosen UMY Berencana diarahkan Di salah satu Bersama tiga jalur yaitu peneliti, pengajar, atau pengabdian Komunitas.
Artinya dosen UMY tidak lagi diwajibkan menjalankan semua fungsi sekaligus. Menurut Rektor UMY, langkah ini berakar Bersama keprihatinan beban kerja dosen yang dinilai tidak realistis.
Pada ini dosen yang punya talenta Kajian, tetap wajib memenuhi beban mengajar sampai 40 SKS per tahun. Mereka juga diminta menghasilkan tiga sampai empat publikasi ilmiah Untuk periode yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau harus publikasi 3-4 per tahun dan tetap diharuskan mengajar sampai 40 SKS, ya bisa dipastikan Berencana kesulitan. Ini tidak Mungkin Saja,” kata Rektor UMY, Prof Dr Achmad Nurmandi, MSc Untuk focus group discussion bersama dekan, ketua Langkah studi, dan ketua pusat studi UMY, dikutip Bersama laman kampus Ke Senin (18/5/2026).
Ia menilai beban ganda Pada ini justru tidak menghasilkan hasil yang optimal Ke kedua sisi.
Bagaimana Jalur Karier Dosen UMY Berikutnya?
Bersama aturan yang Terbaru, maka dosen UMY yang masuk jalur peneliti Berencana bebas Bersama kewajiban mengajar penuh dan fokus menciptakan karya ilmiah. Mereka Berencana berkegiatan Di Gedung Research and Innovation Center UMY.
Sesudah Itu, dosen yang menjabat posisi struktural seperti dekan atau rektor, juga tidak lagi dituntut target publikasi Kajian yang sama Bersama dosen peneliti.
Keputusan ini juga menjadi strategi kampus Sebagai Meningkatkan posisi Untuk pemeringkatan perguruan tinggi, baik Untuk skala nasional maupun internasional. Pasalnya, output Kajian dan publikasi terindeks adalah salah satu variabel penentu utama.
Dari sebab itu, Bersama memisahkan jalur karier dosen, UMY menargetkan peningkatan kuantitas dan Mutu publikasi ilmiahnya. Rektor menekankan Keputusan ini tidak Sebagai membatasi, tetapi membebaskan dosen agar berkembang sesuai kekuatan terbaiknya.
“Dosen yang memang talentanya Kajian, sebaiknya memang difokuskan Sebagai Kajian saja. Kajian itu dunia yang selalu menjanjikan, dan Untuk saya pribadi, menyenangkan,” ungkapnya.
(nah/nwk)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: UMY Larang Dosen Rangkap Tugas, Pilih Salah Satu: Meneliti, Ngajar atau Pengmas











