Jakarta –
Kampus-kampus Ke Inggris mulai merger alias melakukan penggabungan. Ada Kejadian Luar Biasa apa Ke baliknya?
Tren kampus-kampus yang merger ini ditelisik Di Dibelakang, mulai muncul 2024 lalu. City, University of London dan St George’s, University of London merger Ke 1 Agustus 2024 menjadi City St George’s, University of London, demikian dilansir Di laman kampus.
“Penggabungan secara sukarela ini telah menjadikan kami salah satu tujuan Pembelajaran tinggi terbesar Bagi para mahasiswa Ke London, serta sebuah institusi multi-fakultas yang tangguh Di fokus khas Ke Pembelajaran profesional dan Eksperimen yang berada Ke garis Di praktik,” demikian alasan merger yang ditulis Ke situs kampus, dikutip Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa kampus Inggris yang menyusul langkah City St George’s, University of London ini. Ke akhir 2025, Wacana merger diumumkan Kent University dan Greenwich University. Mereka Akansegera bergabung dan menamakan diri London and South East University Group (LASEUG/LASE) dan Akansegera diluncurkan Ke 7 September 2026. Penggabungan ini Akansegera membentuk ‘super-university’ pertama Ke Inggris, yang Akansegera Memperoleh lebih Di 50.000 mahasiswa Ke empat kampus yang tersebar Ke London, Medway, dan Kent, menjadikannya institusi Pembelajaran tinggi terbesar ketiga Ke Inggris.
Ke Mei 2026 lalu, King’s College London sepakat merger Di Cranfield University. Merger ini dimaksudkan membentuk sebuah ‘super-universitas’ Terbaru Ke Inggris. Diharapkan, merger ini juga menggabungkan sumber daya hingga kemampuan yang bisa bersaing secara internasional, Untuk hal skala maupun hasil Kajian, demikian dilansir Di Guardian Ke 14 Mei 2026 lalu, dikutip hari ini.
Penggabungan tersebut Akansegera mengakibatkan King’s Memperoleh tambahan 5.000 mahasiswa, sebagian besar mahasiswa pascasarjana. Merger ini menjadikannya universitas terbesar kedua Ke Inggris Di Disekitar 47.000 mahasiswa, melampaui Universitas Manchester dan hanya berada Ke Dibelakang University College London. Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua institusi Akansegera bergabung Ke akhir musim panas 2027, dan dikenal sebagai King’s College London.
Tekanan Keuangan yang Meresahkan
Kampus-kampus Ke Inggris Berjuang Di tekanan Keuangan yang kian Meresahkan. Office for Students (OfS) sebagai badan regulator Pembelajaran tinggi Ke Inggris memperingatkan bahwa 24 institusi Pembelajaran tinggi berisiko Merasakan kebangkrutan dan penutupan Untuk kurun waktu 12 bulan Sebelum November 2025. OfS juga Berkata bahwa 45% institusi Pembelajaran tinggi Berpotensi Bagi Merasakan defisit Ke tahun akademik 2025-2026.
Asosiasi khusus bidang Pembelajaran Dewan Inggris Ke Mei 2026 lalu Berkata bahwa sektor Pembelajaran tinggi Lagi “Berjuang Di krisis keuangan” Di “kemungkinan nyata adanya penutupan universitas”. Laporan mereka mengakui bahwa banyak universitas telah melakukan pengurangan jumlah pegawai, menjual gedung atau lahan, serta menutup sejumlah Inisiatif studi.
“Dampaknya Akansegera sangat serius, tidak hanya Bagi mahasiswa dan staf, tetapi juga Bagi perekonomian lokal, Komunitas, dan reputasi akademis Internasional Inggris,” demikian bunyi laporan Asosiasi tersebut.
Juru bicara Departemen Pembelajaran Berkata Merespons Positif merger ini. Merger ini Akansegera menciptakan institusi gabungan yang kuat dan mampu melakukan Penanaman Modal kembali Bagi kepentingan mahasiswa serta mendukung perekonomian Area tenggara Inggris.
“Kami berkomitmen Bagi menciptakan masa Di yang aman Bagi universitas-universitas kami yang berkelas dunia agar mereka dapat Menyediakan manfaat Bagi mahasiswa, pembayar Pph, pekerja, dan perekonomian; kami juga mengharapkan universitas Bagi Membahas keputusan yang tepat guna menjamin keberlangsungan jangka panjang mereka. Kami telah Membahas langkah-langkah Bagi memperkuat Situasi keuangan universitas, termasuk Di mengarahkan kembali fokus Office for Students Ke pemantauan Kesejaganan keuangan sektor ini,” demikian dikatakan Departemen Pembelajaran Inggris Lewat juru bicaranya dilansir Di Guardian.
Saksikan Live DetikPagi :
(nwk/pal)
Nograhany Widhi Koesumawardani
Jurnalis detikcom. Masuk dunia jurnalistik Sebelum SMA, bergabung Di detikcom Ke 2006 usai lulus Di Universitas Brawijaya. Aktif meliput Permasalahan nasional, kini menangani topik seputar Pembelajaran, sains dan semacamnya.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kampus-kampus Ke Inggris Mulai Merger, Ada Kejadian Luar Biasa Apa?











