Jakarta –
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut dampak El Niño Ke DKI Jakarta Berencana sama saja Di Area lain Ke Pulau Jawa. Sambil, DKI Jakarta Dibagian utara sendiri sudah masuk musim kemarau Dari Mei, sedangkan Dibagian selatan Mutakhir Di bulan Juni.
“Biasanya DKI Jakarta itu Berencana terasa lebih ‘sumuk’ (gerah) kalau orang Jawa bilang itu, Disekitar bulan September akhir hingga Oktober Lantaran persis posisi Matahari itu melintas Ke Disekitar Area atasnya Pulau Jawa,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan Di konferensi pers “Perkembangan Musim Kemarau 2026 Ke Indonesia” yang disiarkan secara daring Lewat YouTube Info BMKG Di Rabu (10/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karakteristik Khas Pulau Jawa Di Puncak Kemarau
Ardhasena mengatakan Disekitar Juli dan Agustus Ke Pulau Jawa Berencana terasa udara kering yang disebabkan Di curah hujan minim, disertai berkurangnya kelembapan.
“Di Sebab Itu itu merupakan karakteristik yang khas Di Pulau Jawa ketika puncak musim kemarau. Lalu temperaturnya Berencana naik Ke Disekitar bulan September dan Oktober,” jelasnya.
Ia menambahkan, Di berkurangnya curah hujan, polutan tidak tercuci. Absennya hujan tidak membantu memperbaiki Mutu udara Lantaran tidak ada pencucian atmosfer Di hujan.
Curah Hujan Pada El Niño
BMKG Meramalkan El Niño Berencana terjadi mulai pertengahan 2026 dan bertahan sampai awal 2027. Ardhasena juga mengatakan, Di ini pihaknya masih belum merilis prediksi musim hujan dan Mutakhir Berencana dikeluarkan Di Agustus mendatang.
Berencana tetapi, merujuk Di kecenderungan Di Kebugaran normal klimatologi, Di musim hujan yang terdampak Di El Niño, curah hujan secara akumulatif cenderung sedikit menurun.
“Musim hujan yang terdampak Di El Niño itu biasanya secara total, akumulatif itu sedikit menurun. Tapi cenderung menurunnya itu Pada jumlah yang masih cukup banyak. Di Sebab Itu tidak begitu biasanya Pada Karya-Karya yang membutuhkan curah hujan yang banyak seperti Pertanian,” terang Ardhasena.
“Mulai bulan Oktober itu, sebagian besar Pulau Sumatera hingga Disekitar Area Jambi, Sumatera Selatan itu sudah masuk musim hujan Di sisi barat,” imbuhnya.
(nah/faz)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Cuaca Terik, BMKG Sebut DKI Jakarta Berencana Lebih Gerah Di September-Oktober











