Jakarta –
Kementerian Pembelajaran Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (Kemdiktisaintek) berencana membatasi kuota penerimaan mahasiswa Mutakhir jenjang S1 Ke perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH).
Universitas Paramadina Merespons Positif Wacana ini. Wakil Rektor Handi Risza menyebut langkah ini sebagai upaya penataan ulang tata kelola Pembelajaran supaya lebih proporsional.
Bagaimana Bersama Mahasiswa Kurang Mampu?
Handi menilai Di ini posisi perguruan tinggi swasta (PTS) kerap kali tidak seimbang dibanding PTN Di hal penerimaan mahasiswa ataupun alokasi Pemberian pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan Tetapi, timbul juga kekhawatiran atas akses mahasiswa yang Memperoleh perekonomian lemah. Soal ini Handi menyampaikan solusinya bukan Bersama menumpuk mahasiswa Ke PTN, tetapi penguatan beasiswa secara masif.
Menurutnya sekarang ini pemerintah telah menyalurkan beasiswa kepada 200 ribu mahasiswa per tahun. Apabila digabungkan Bersama sektor nonpemerintah, ia menyebut total penerima beasiswa secara nasional Akansegera lebih Bersama satu juta orang.
“Bersama dana Pembelajaran yang besar, beasiswa ini bisa ditingkatkan dua kali lipat. Dari Sebab Itu anak miskin kalau mau kuliah pasti ada beasiswa,” kata Handi Di keterangannya, ditulis Rabu (18/3/2026).
Ia juga mengatakan instrumen seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah harus betul-betul dijaga supaya tepat sasaran. Jangan sampai KIP Kuliah dimanfaatkan Sebagai kepentingan politik tertentu Agar penyalurannya bermasalah, tidak merata, dan tidak tepat sasaran, pesannya.
Warek Paramadina: PTN Fokus Hingga Eksperimen hingga Daya Saing
Menurut Handi, pembatasan kuota mahasiswa Akansegera memberi ruang Bagi PTN Sebagai berhenti mengejar jumlah mahaisswa Di skala besar Bagi pendapatan semata. Ia menegaskan PTN sebaiknya didorong Sebagai fokus Ke Mutu Eksperimen, Perkembangan, dan peningkatan daya saing Ke tingkat internasional. Handi menyebut PTN harus mulai menetapkan standar lebih tinggi Ke masa Didepan.
“PTN sudah harus menargetkan Di beberapa waktu Hingga Didepan bisa masuk Di rangking 50-100 kampus paling top Ke dunia,” ucapnya.
Ia menuturkan, PTS merupakan pilar utama Sebagai memperluas akses Pembelajaran tinggi Ke Indonesia dikarenakan jumlah institusi dan kontribusi mahasiswanya mayoritas secara nasional. Handi mengatakan keadilan Bagi PTS adalah tentang memastikan jutaan mahasiswa tetap bisa memperoleh akses Pembelajaran berkualitas Lewat Keputusan yang berimbang dan inklusif.
“Masa Didepan Pembelajaran tinggi Indonesia tidak hanya bergantung Ke kekuatan perguruan tinggi negeri, tetapi juga Ke kemampuan Bangsa Sebagai memberdayakan perguruan tinggi swasta sebagai mitra strategis Di membangun bangsa,” pungkasnya.
(nah/nwk)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Solusi Warek Paramadina Sebagai Mahasiswa Kurang Mampu Jika Kuota S1 PTN Dibatasi











