Edu  

3 Gua Bawah Air Ini Pernah Ada Hingga Daratan, Ada yang Hingga Indonesia


Jakarta

Berbagai gua bawah air Pada ini rupanya pernah kering. Manusia dan hewan purba pernah melintasinya, baik Sebagai tinggal maupun mencari air tawar.

Berdasarkan temuan peneliti, para manusia dan hewan meninggalkan jejak keberadaannya Hingga sana Ke belasan ribu tahun lalu, baik disengaja maupun tidak. Apa saja?


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gua Bawah Air yang Pernah Hingga Daratan

Gua Cosquer, Prancis

Gua ini tenggelam Di 10.000 lalu. Sebelumnya, permukaan laut Di 120 meter lebih rendah Bersama sekarang dan garis pantai lebih jauh Di beberapa km, memungkinkan manusia menghuninya, dikutip Bersama laman Arkeologi Kementerian Kebudayaan Prancis.

Di 500 lukisan dan ukiran ditemukan Hingga gua ini. Karya tersebut dibuat Untuk dua periode pendudukan orang-orang Paleolitikum Zaman Es yang berbeda, yaitu 27.000 tahun yang lalu dan 19.000 tahun yang lalu.

Sebagian lukisan dan ukuran purba tersebut bergambar hewan, mulai Bersama bison, antelop, kambing gunung, anjing laut, burung auk, dan banyak kuda. Sebagian lainnya berupa 200 desain geometris.

Salah satu ukiran bergambar makhluk setengah manusia, setengah anjing laut. Sedangkan ‘perwakilan manusia’ lainnya Ke gambar cadas tersebut adalah stensil tangan berwarna merah atau hitam, beberapa berbentuk garis luar, dan sebagiannya telapak tangan berwarna.

Uniknya, ibu jari Ke tangan-tangan tersebut selalu berwujud utuh. Sedangkan beberapa jari Hingga gambar lain sering hilang atau terpotong. Berdasarkan analisis Pc, gambar tersebut Menunjukkan mayoritas tangan perempuan.

Song Toyapakeh, Indonesia

Gua bawah air Hingga Desa Toyapakeh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali ini semula berada Hingga atas permukaan laut. Area ini bisa diakses manusia prasejarah dan hewan Sebelumnya terendam akibat muka laut naik Setelahnya Zaman Es.

Badan Studi dan Perkembangan Nasional (BRIN) Untuk unggahannya menjelaskan, situs ini menyimpan berbagai fosil hewan bertulang Di, seperti fosil tulang rahang bawah dan tulang belikat Proboscidae (ordo Bersama gajah dan mastodon), fosil tulang kelangkang (sacrum) kura-kura, serta tulang paha Cervidae (famili mamalia pemamah biak seperti rusa dan kijang).

Peneliti Mengantisipasi, Nusa Penida dulu menjadi Dibagian penting Bersama rute penyeberangan kepulauan Wallacea dan jembatan darat Di Bali dan Lombok Sebagai mendukung persebaran manusia prasejarah Hingga Asia Tenggara.

Mereka juga menemukan artefak tajaman berbentuk mata panah atau tombak, yang diduga kuat buatan manusia.

Periset Pusat Studi Arkeologi Lingkungan, Maritim, dan Kearifan Lokal Global Berkelanjutan BRIN Gendro Keling berharap, Pembaruan berbasis Studi dan pelestarian mendukung warga setempat Untuk memperkaya daya tarik situs sebagai area wisata bawah air bertema sejarah dan arkeologi.

“Bersama Pembaruan berbasis Studi dan pelestarian, situs ini diharapkan menjadi sarana wisata sekaligus Pelatihan publik, sambil melibatkan Kelompok lokal Sebagai menjaga Kesejaganan Di pelestarian situs dan Kesejaganan warga Di,” ucapnya.

Sistem Gua Semenanjung Yucatan, Meksiko

Di 13.000 tahun lalu, Ke akhir Zaman Es terakhir, sejumlah gua bawah tanah Hingga Semenanjung Yucatan masih berada Hingga daratan. Akan Tetapi, penduduk prasejarah dan hewan biasa menyusuri lorong-lorong gua yang licin Sebagai mencari air tawar Bersama sistem gua, sumber air utama mereka.

Untuk pencarian tersebut, berbagai hewan jatuh Hingga lubang berbentuk lonceng, yang kini dinamakan Hoyo Negro (Lubang Hitam). Kedalamannya Di 30 meter dan lebarnya sampai 60 meter, dikutip Bersama laman Sekolah Jurnalisme, Media, dan Komunikasi Pemasaran Terintegrasi Medill, Northwestern University.

Hingga lubang tersebut, peneliti menemukan sisa-sisa kerangka manusia prasejarah. Salah satunya Naia, perempuan usia 15-16 tahun setinggi kurang Bersama 150 meter yang jatuh Hingga Hingga air dangkal Hingga sana dan menghantam batu hingga meninggal. Kerangkanya hampir utuh dan terawetkan Bersama baik Hingga bawah air ketika ditemukan penyelam gua.

Banyak kerangka hewan yang telah punah Bersama Zaman Pleistosen juga ditemukan Hingga gua tersebut, seperti gomphotetheres (hewan mirip gajah), kucing bertaring pedang, slot tanah raksasa, anjing purba, dan beruang purba. Ada juga kerangka hewan yang hingga kini belum punah, seperti tapir, puma, kelelawar, dan lain-lain, dikutip Bersama laman Qualcomm Institute, University of California (UC) San Diego.

(twu/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: 3 Gua Bawah Air Ini Pernah Ada Hingga Daratan, Ada yang Hingga Indonesia

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้