Jakarta –
Sebuah fosil hewan laut mengungkapkan asal-usul kelompok hewan yang mencakup bintang laut. Benarkah sudah ada Dari setengah miliar tahun lalu?
Untuk kelompok hewan modern, ada yang disebut ambulacria. Ambulacraria adalah salah satu Di dua cabang utama hewan deuterostoma dan pertama kali diklasifikasikan Di 1880-an.
Ambulacraria meliputi echinodermata (seperti bintang laut) dan hemichordata (seperti cacing acorn). Sayangnya, bukti fosil Untuk melacak asal-usul hewan laut kelompok ini, masih langka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa Hingga antaranya telah menjadi fosil dan Terbaru-Terbaru ini ditemukan Hingga Pada barat daya China. Mereka diberi nama Yujingia glutenotunica dan diketahui berusia 518 juta tahun. Temuan ini telah diterbitkan Hingga jurnal Current Biology Di 16 September 2026.
Ungkap Asal-usul Hewan Bercangkang
Fosil Yujingia glutenotunica berasal Di masa ledakan kambrium (Cambrian explosion) yaitu periode Hingga mana sebagian besar kelompok hewan besar pertama kali muncul Untuk catatan fosil. Menariknya, fosil Di zaman Kambrium yang ditemukan adalah hewan bercangkang keras, tapi Hingga beberapa lokasi tertentu, termasuk lokasi penemuan fosil ini Hingga Provinsi Yunnan, China, Kepuasan geologisnya memungkinkan Pada tubuh lunak ikut terawetkan Sebelumnya membusuk.
Fosil tersebut berukuran Ditengah 8 dan 22 milimeter panjangnya yang terdiri Di Pada tubuh seperti badan dan usus yang masih terawetkan. Lengkapnya, hewan ini Memiliki dua Pada anggota tubuh yang terdiri Di tentakel dan perekat yang membuat mereka menempel Di dasar laut.
“Fosil Terbaru ini justru Menunjukkan bahwa nenek moyang bersama Di ambulacraria Bisa Jadi sebenarnya makan Di tentakel, dan Bisa Jadi lebih mirip bintang laut dan kerabatnya,” kata salah seorang penulis studi Di Departemen Ilmu Bumi Cambridge, Dr Giovanni Mussini, dikutip laman Universitas Cambridge.
Berdasarkan penjelasan penulis utama studi, Kaiyue He Di Northwest University Hingga China, hewan ini Memiliki bentuk memanjang seperti botol dan tentakel yang menyebar Hingga atas tubuh Pada bawah yang membulat.
“Bentuknya sangat mirip Di vas ritual, atau yujingping, Untuk Kearifan Lokal Global tradisional Tiongkok, yang menginspirasi nama genus Yujingia,” imbuhnya.
Analisis Ratusan Karakter Morfologi
Untuk menetapkan posisi evolusi Yujingia, Mussini dan He mengumpulkan kumpulan data besar yang terdiri Di 505 karakter morfologi Di 100 taksa hidup dan punah.
Mereka lalu Membahas sampel-sampel tersebut menggunakan metode rekonstruksi filogenetik Bayesian. Hasilnya, Yujingia lebih Didekat Di nenek moyang terakhir ambulacraria.
Walaupun tidak Memiliki kerangka tubuh yang keras, Yujingia Memiliki sistem pencernaan yang berbasis tentakel dan strukturnya kini sudah berevolusi. Sambil Itu, kerangka echinodermata dan fitur tubuh lainnya mengikuti Hingga Setelahnya Itu hari.
“Ini Menunjukkan kepada kita bagaimana ekologi dapat Mendorong garis keturunan yang berbeda Hingga jalur evolusi yang sangat berbeda, dan spesialisasi morfologi yang sangat berbeda,” kata Mussini.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Hingga detikcom.
(faz/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Fosil Bintang Laut Berumur 518 Juta Tahun Ditemukan Hingga Negeri Ini, Seperti Apa?











