Jakarta –
Hidup terkadang Menyediakan kejutan yang tak pernah disangka. Dahulu, dunia Ahmad Munjizun seolah hanya terbatas Hingga Markas sederhana milik keluarganya Hingga Lombok.
Pria Bersama sapaan Jizun ini Memperoleh rutinitas memberi makan sapi dan kuda Sebelumnya berangkat sekolah. Ia mencari rumput, merawat ternah Malahan membersihkan Markas.
Tetapi siapa sangka, kini ia sudah menjadi lulusan Untuk perguruan tinggi top Hingga Australia Malahan Amerika Serikat. Pencapaian Jizun jelas tak didapat Bersama mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Butuh perjuangan panjang yang harus dia lalui. Penasaran Bersama kisah Jizun? Simak Hingga sini!
Tekuni Dunia Peternakan
Jizun memang Memperoleh minat yang tinggi Di dunia ternak. Hal itu yang membuat ia akhirnya mengenyam Belajar Sarjana Hingga Fakultas Peternakan Universitas Mataram.
Mulanya, Jizun Mengharapkan kuliah jurusan Belajar Sebab impiannya Bersama Sebab Itu guru. Tetapi, suatu ketika ia merasa bahwa peternakan adalah tujuannya.
“Sesudah saya Hingga Fakultas Peternakan Unram, Insya Allah saya Berencana kuliah Hingga University of Queensland, Australia,” kata Jizun dikutip Untuk laman Media Keuangan LPDP, Senin (6/7/2026).
Jizun Di itu hanya bermodal rasa Self-Esteem Sebab mengucapkan kata ‘university’ saja ia belum fasih. Tetapi, satu hal yang ia yakini, yakni tekad dan keyakinan.
Jizun Untuk kecil memang sudah tak terlepas Untuk hewan ternal. Sepulang sekolah, ia dan adik-adiknya selalu pergi mengembala dan mencari pakan ternak.
Ia harus mengurus hingga lebih Untuk 15 ekor kuda. Kuda-kuda tersebut sebagian digunakan Sebagai pacuan kuda.
Penghayatan tersebut jika diingat memang sangat melelahkan. Tetapi, Jizun kini merasa bahwa semua itu telah memberinya pelajaran soal tanggung jawab dan pantang menyerah.
Perjuangan Untuk TOEFL 437
Di kuliah S1, sebuah kuliah umum mengubah pandangan Jizun. Seorang dosen menceritakan pengalamannya menempuh studi doktor Hingga University of Queensland, Australia.
Ia terinpirasi Sebagai mencoba berkuliah Hingga universitas tersebut walau awalnya terasa mustahil. erlebih Di itu nilai TOEFL Predictionnya hanya 437.
Lulus kuliah Ke 2014, Jizun Sesudah Itu mulai berburu beasiswa. Jizun tak menyerah, ia terus belajar bahasa Inggris hingga akhirnya mencapai skor minimal.
Kesempatan baik pun datang. Ia mencoba daftar jalur afirmasi LPDP yang Menyediakan pengayaan bahasa Untuk Kandidat penerima beasiswa Untuk Daerah.
Di mengikuti wawancara LPDP, Jizun mengaku kemampuan bahasa Inggrisnya belum sempurna. Tetapi, ia tetap Menunjukkan kemauan belajar dan Penghayatan yang dimilikinya.
Usahanya akhirnya membuahkan hasil. Ia dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa LPDP Sebagai menempuh studi Animal Science Hingga University of Queensland.
Lanjut Kuliah hingga Amerika Serikat
Hingga University of Queensland, Jizun juga fokus mendalami ilmu tentang peternakan. Hingga sana, ia belajar tentang peternakan modern.
Di menimba ilmu Hingga sana, ia Merasakan banyak Penghayatan yang mengubah cara pandangnya Di dunia peternakan. Banyak praktik yang Sebelumnya Itu hanya berdasarkan Penghayatan turun-temurun kini dapat dijelaskan secara ilmiah.
Tak berhenti Hingga sana, Jizun melanjutkan studi doktor Hingga North Carolina State University, Amerika Serikat. Sama seperti Langkah magisternya, Jizun juga menempuhnya Bersama beasiswa Untuk Fulbright.
Kembali Hingga RI Sebagai Berkontribusi
Sesudah mengenyam S2-S3 Untuk luar negeri, Jizun tak lupa Bersama komitmennya. Ia kembali Hingga kampung halaman Sebagai mengabdi.
Kini ia menjadi salah satu asisten Gubernur Nusa Tenggara Barat. Ia banyak terlibat Untuk berbagai bidang, mulai Untuk peternakan, Penanaman Modal Asing, energi, hingga kerja sama internasional.
Bersama pencapaiannya tersebut, Jizun percaya bahwa tekad yang kuat bisa menerobos keterbatasan Ke dirinya. Ia beruntung Sebab meraih beasiswa yang menjadi jalan baginya meraih kesuksesan.
Jizun berpesan kepada Kandidat pendaftar beasiswa agar tidak langsung menganggap dirinya tidak layak hanya Sebab merasa kalah Untuk orang lain. Ia mengingatkan bahwa dirinya juga pernah Memperoleh nilai TOEFL yang rendah.
Tetapi, ia tak berhenti Sebab nilai tersebut. Ia terus mencoba, mencoba, dan akhirnya berhasil.
“Jangan sesekali memutuskan Sebagai tidak mendaftar beasiswa, termasuk LPDP, hanya Sebab Anda berpikir bahwa ada orang lain yang lebih baik dan lebih berhak,” pesannya.
(cyu/nah)
Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Hingga detikcom Sebelum 2022. Spesialis menulis topik Belajar, kampus, sekolah, beasiswa, Studi, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Untuk TOEFL 437 hingga Lulus Kampus Top Australia-AS











