Jakarta –
Bisa menempuh Belajar menjadi keuntungan khusus yang bisa didapatkan seorang anak. Bagaimana tidak, masih banyak anak-anak Di Indonesia yang harus meninggalkan bangku sekolah Lantaran berbagai alasan.
Salah satunya, lantaran kendala Kebugaran fisik anak yang membuat mereka tak mampu hadir langsung setiap hari Di sekolah. Hal itulah yang dialami Bersama Bagas Bagus William atau akrab disapa Bagas.
Bagas bercerita dirinya Merasakan kecelakaan kendaraan bermotor yang cukup parah Di 2024. Kecelakaan itu membuatnya harus dioperasi Di empat titik Lantaran patah tulang dan pendarahan Di dada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kecelakaan menabrak Kendaraan Pribadi parah tidak bisa bangun. Jadinya dibawa Hingga Puskesmas, dua minggu kurang lebih,” katanya Untuk Taklimat Media Belajar Jarak Jauh Di Sunyi Coffee, Jl Barito, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
2 Tahun Jalani Penyembuhan
Berbagai tindakan yang dijalaninya membuat Bagas kesulitan Untuk beraktivitas. Satu tahun pasca kecelakaan, ia tidak bisa berdiri ataupun berjalan.
“Di kasur tidak bisa beraktivitas Pada satu tahun. Bersama Sebab Itu hanya bangun, makan, main hp, terus tidur,” kenang Bagas.
Hadir Di kesempatan yang sama, ibunda Bagas, Aas Novy menjelaskan memang putranya menjalani masa penyembuhan Pada dua tahun lamanya. Di tahun pertama, Bagas tidak bisa berjalan sama sekali dan Mutakhir memasuki tahun kedua ia menjalani terapi.
“Bersama Sebab Itu Pada 2 tahun itu putus sekolah Lantaran fokus Untuk penyembuhan, fokus Untuk Terapi. Bersama Sebab Itu Di tahun pertama itu tidak bisa berjalan sama sekali hanya Di tempat tidur saja dan Untuk tahun kedua itu sering kontrol Hingga Puskesmas Untuk terapi-terapi biar bisa berjalan,” jelas Aas.
Sesudah mulai membaik, Bagas tetap kesulitan Untuk melanjutkan Belajar Di sekolah formal. Kondisinya Di ini tidak memungkinkan Untuk duduk terlalu lama, Agar sulit menjalani Belajar Di jenjang SMA Untuk pagi hingga sore hari.
Kini Sekolah Lewat PJJ
Melihat Kebugaran putranya, Aas sempat khawatir dan menyayangkan bila Bagas harus putus sekolah. Akan Tetapi, secercah harapan datang ketika ia Merasakan informasi tentang Inisiatif Belajar Jarak Jauh (PJJ).
“Terus saudara saya, adik sepupu ngasih informasi, katanya ada sekolah online. Terus saya tanya, gimana deh. Saya senang sekali ada PJJ ini Untuk membantu anak saya bisa tetap melanjutkan sekolah, melanjutkan Belajar yang lebih tinggi lagi,” ungkap Aas.
Bagas diterima sebagai murid PJJ Di SMAN 2 Semarang Bersama sekolah mitra SMAN 1 Kemusu, Boyolali, Jawa Di. Kembali bersekolah juga Meningkatkan semangat Bagas.
Bagas ingin menjadi seorang wirausahawan dan berjualan produk secara online. Di ini, ia memang belum tahu caranya dan Berencana belajar ketika proses pembelajaran PJJ dimulai.
Aas meyakini Belajar adalah hal yang sangat penting. Untuk itu, ia berharap Bagas bisa semangat menjalani sekolah PJJ dan lulus Bersama baik.
“Harapannya anak saya bisa tetap melanjutkan sekolah Untuk Merasakan ijazah Untuk sekolah yang lebih tinggi lagi. Ya Lantaran Belajar itu sangat penting,” tekan Aas.
(det/nwk)
Devita Savitri
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom Dari 2023. Tertarik dan aktif meliput Topik Yang Berhubungan Bersama Belajar dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: 2 Tahun Tak Sekolah Lantaran Kecelakaan, Bagas Kini Lanjutkan SMA Bersama PJJ











