Jakarta –
Polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (Mprri) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Dari Sebab Itu perhatian seluruh Kelompok Indonesia. Ketidakcermatan juri Di jawaban peserta Dilindungi Kelompok.
Pada ini, Mprri RI memang telah Menyediakan keputusan Yang Terkait Di tindak lanjut polemik ini. Hingga mana, Mprri menetapkan Laga ulang Di melibatkan juri independen dan pengawasan langsung Untuk pimpinan Mprri RI.
Peserta yang Mengeluhkan ketidakcermatan juri juga telah dirangkul Mprri RI Di pemberian manfaat beasiswa Hingga China. Tetapi, sebenarnya Sebelum kapan Kejuaraan cerdas cermat ada Hingga Indonesia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum detikEdu, Kamis (14/5/2026) berikut sejarahnya.
Sejarah Cerdas Cermat Hingga Indonesia
Cerdas cermat adalah salah satu kegiatan adu ketajaman berfikir dan ketangkasan menjawab secara cepat dan tepat. Literatur Panduan Pembelajaran Pemilih karya Jaringan Pembelajaran Pemilih Sebagai Rakyat menjelaskan cerdas cermat sudah lama menjadi ajang Kejuaraan Hingga kalangan pelajar.
Ajang ini Memiliki daya tarik tersendiri Lantaran Hingga dalamnya juga ada aspek hiburan. Lomba cerdas cermat, biasanya diikuti Dari kelompok murid SMA/sederajat.
Sebagai Memikat perhatian, cerdas cermat kerap melibatkan pertarungan antar sekolah, seperti yang juga terjadi Hingga LCC Empat Pilar Mprri RI. Tapi seberapa lama ajang ini hadir Hingga kalangan pelajar?
Dhianita Kusuma Pertiwi Untuk bukunya yang berjudul ‘Mengenal Orde Mutakhir’ menuliskan, cerdas cermat hadir Untuk era pemerintahan ini. Pemerintahan Orde Mutakhir (1966-1998) disebut sebagai pemerintahan yang paling getol melakukan lomba ini.
Sekilas, perlombaan ini merupakan Peristiwa hiburan yang mengandung unsur Pembelajaran. Tetapi ternyata, Hingga zaman tersebut, cerdas cermat menjadi Pada Untuk alat propaganda pemerintah.
Kepala Bangsa RI Pada itu, Ri Soeharto ingin menguatkan ideologinya kepada Kelompok. Beberapa ideologi ini Di lain, anti-komunisme, penguatan pemahaman Pancasila, pembangunan nasional, dan stabilitas nasional.
Ideologi itu disebarkan Di berbagai cara, salah satunya Lewat perlombaan cerdas cermat Sebagai pelajar dan petani.
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4)
Pelajar masa Orde Mutakhir tak Asing Di Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Pemerintah menilai Penghayatan Pancasila tidak cukup diberikan Hingga kelas, Sebagai itu dibuatlah Langkah cerdas cermat P4.
Langkah ini diadakan Sebagai berbagai tingkat Pembelajaran, mulai SD sampai SMA. Cerdas Cermat P4 digelar secara berjenjang, Untuk tingkat sekolah, kecamatan, kota, provinsi, hingga nasional.
Materi yang diujikan Untuk Cerdas Cermat P4 berkisar Di Pancasila. Kejuaraan tingkat nasional Akansegera disiarkan Lewat Monitor Republik Indonesia (TVRI). Hal ini dikarenakan Lantaran TVRI merupakan satu-satunya kanal Monitor Hingga Indonesia Pada itu.
Kelompencapir
Bukan hanya Sebagai pelajar, pemerintah Orde Mutakhir juga Memperkenalkan cerdas cermat khusus petani dan nelayan. Cerdas cermat ini disebut Di kegiatan Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa).
Berbeda Di Cerdas Cermat P4, Kelompencapir mengujikan pertanyaan tentang jenis pupuk, tanaman, dan hal-hal lain yang berhubungan Di Agrikultur Sebagai petani. Sedangkan Sebagai nelayan, pertanyaan yang timbul adalah Metode mencari ikan.
Peristiwa Kelompencapir dicetuskan Dari Pejabat Tingginegara Penerangan, Harmoko. Kelompencapir juga ditanyangkan Hingga TVRI, Hingga mana pesertanya adalah petani dan nelayan berprestasi Untuk berbagai Lokasi.
Semangat bersaing Hingga kalangan petani dan nelayan Disorot mampu menggugah Pembaharuan Hingga bidang agrikultur dan maritim Indonesia.
Alasan Cerdas Cermat Dari Sebab Itu Alat Propaganda Orde Mutakhir
Sistem pertanyaan yang dipakai Di cerdas cermat biasanya bersifat pilihan ganda, demikian pasti ada satu jawaban benar. Sistem pertanyaan seperti itu tidak membuka ruang atas jawaban analitik yang membutuhkan pemikiran mendalam.
Dari Sebab Itu, pengetahuan peserta dibangun Lewat sistem dikte dan hafalan. Pola pikir ini dibutuhkan pemerintahan Orde Mutakhir, yang menjelaskan bila pemerintahan Memiliki satu pandangan yang sama.
Kelompok juga tidak diberikan kesempatan Sebagai memikirkan atau menyuarakan pendapat yang berbeda. Berbagai Kejuaraan cerdas cermat kala itu berlangsung Di tertib, serius, dan kurang interaktif.
Pelaksanaan itu tentang berbeda Di cerdas cermat Pada ini yang interaktif, Hingga mana peserta bisa Menyediakan sanggahan jawaban. Kemenangannya yang dijanjikan Untuk lomba tersebut Di akhirnya merupakan janji manis pemerintah kepada Kelompok Sebagai membuat kejayaan pemerintah tidak dapat dikalahkan.
(det/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Sejarah Cerdas Cermat Hingga Indonesia, Mulai Ada Sebelum Era Orde Mutakhir











