Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) berubah menjadi Politeknik Agraria STPN. Perubahan kelembagaan ini memunculkan pertanyaan, apakah kampus Ke bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tersebut kini berubah menjadi sekolah kedinasan Bersama skema ikatan dinas?
Transformasi ditetapkan secara resmi Lewat Peraturan Pejabat Tingginegara ATR/BPN Nomor 4 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Agraria STPN. Selain perubahan nama dan bentuk kelembagaan, Aturan ini juga diikuti penataan Langkah studi. Seperti penghentian Langkah Diploma I dan penguatan Langkah Sarjana Terapan (Diploma 4) yang lebih relevan Bersama kebutuhan sektor pertanahan dan tata ruang.
Selain Prodi D4 Pertanahan, dibentuk pula 3 prodi D4 Terbaru yaitu Manajemen Penataan Ruang Dan Pertanahan; Survei Pemetaan Dan Informasi Pertanahan; dan Aturan Dan Manajemen Pendaftaran Tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“STPN beralih menjadi Politeknik Agraria sebagai institusi Pembelajaran vokasi yang diharapkan lebih adaptif dan berorientasi Di kebutuhan masa Didepan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, Di Diskusi Dengar Pendapat Bersama Komisi II Lembaga Legis Latif beberapa waktu lalu.
Sejarah Politeknik Agraria STPN
Sejarah Politeknik Agraria STPN bermula Di 1963 Bersama berdirinya Akademi Agraria Ke Yogyakarta. Setahun Lalu, Di 1964, didirikan pula Akademi Agraria Ke Semarang. Kehadiran kedua lembaga tersebut tidak terlepas Di lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria Tahun 1960 yang menjadi fondasi pengelolaan agraria dan pertanahan nasional.
Di masa awal, Langkah Pembelajaran yang dibuka meliputi Diploma 3 jurusan Hak Atas Tanah, Landreform, Tata Guna Tanah, dan Pendaftaran Tanah. Pada itu juga telah diterapkan skema ikatan dinas dan tugas belajar Untuk memenuhi kebutuhan aparatur pertanahan pemerintah.
Di periode 1983-1988, dua institusi agraria tersebut digabung menjadi Akademi Agraria Yogyakarta Bersama penyelenggaraan Langkah Diploma 3. Berikutnya, Di 1988 hingga 1992, kelembagaan diperkuat Lewat perubahan nama menjadi Akademi Pertanahan Nasional. Fase ini juga menjadi angkatan terakhir penerimaan mahasiswa Lewat jalur ikatan dinas.
Transformasi berikutnya terjadi Di 1993 ketika institusi tersebut berubah menjadi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Di periode ini, cakupan Pembelajaran diperluas, termasuk pembukaan Langkah Diploma 1 Pengukuran dan Pemetaan Kadastral. Lalu Di 2019, STPN membuka Langkah Diploma 4 Pertanahan, baik Lewat jalur umum maupun kerja sama Bersama pemerintah Lokasi.
Proses perubahan STPN menjadi politeknik dimulai Di 10 Maret 2025 ketika Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mengusulkan pembukaan Langkah studi Terbaru sekaligus perubahan bentuk kelembagaan kepada Kementerian Pembelajaran Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan.
Di Agustus 2025, Pejabat Tingginegara Diktisaintek menerbitkan keputusan pembukaan tiga Langkah studi Terbaru. Tahapan tersebut dilanjutkan Bersama rekomendasi perubahan bentuk STPN menjadi Politeknik Agraria STPN Di November 2025 serta rekomendasi organisasi dan tata kerja Di Kementerian PANRB Di Januari 2026.
Secara resmi, perubahan kelembagaan itu Lalu ditetapkan Lewat Peraturan Pejabat Tingginegara ATR/BPN Nomor 4 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Agraria STPN yang ditandatangani Nusron Wahid Di 16 Maret 2026.
Bakal Bersama Sebab Itu Sekolah Kedinasan Bersama Ikatan Dinas?
Dalu Agung Darmawan mengungkapkan ATR/BPN Memiliki 4 jabatan fungsional Untuk menjalankan tugas dan kewenangannya. Pertama, penata ruang yang berperan Di Melakukan penataan ruang yang meliputi pengaturan pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan penataan ruang. Kedua, penata pertanahan yang menjalankan fungsi penataan Defender yang meliputi Aturan teknis Defender, tenurial, dan Pembaruan Pertanian.
Lalu penata kadastral yang melaksanakan kegiatan survei pengukuran dan pemetaan kadastral secara teknis maupun yuridis yang terdiri Di Perancangan, pelaksanaan, pengolahan data, pengendalian, pembinaan dan pelayanan informasi. Lalu terakhir asisten penata kadastral yang melaksanakan kegiatan Pemberian teknis survei pengukuran dan pemindahan kadastral.
“Keempat jabatan fungsional ini merupakan tulang punggung Di pelaksanaan layanan pertanahan dan tata ruang Ke seluruh Area Indonesia. Kebutuhan SDM Di jabatan ini masih sangat besar dan tersebar Ke seluruh satuan kerja baik Ke pusat maupun Ke Lokasi,” kata Dalu.
Ia menekankan jabatan fungsional ini harus bersifat terbuka Supaya lulusan Politeknik Agraria STPN tidak hanya dapat diserap Ke lingkungan Kementerian ATR/BPN, tapi juga berkontribusi Di kementerian lembaga lain maupun pemerintah Lokasi.
Di data formasi Menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan yang signifikan Di jumlah formasi yang dibutuhkan Bersama Situasi keterisian Pada ini. Terutama Di jabatan fungsional penata pertanahan dan penata kadastral. Di jabatan penata pertanahan Di kebutuhan lebih Di 21.000 formasi Terbaru terisi Di 4.800 formasi.
“Skema Ikatan Dinas juga memastikan ketersediaan SDM yang terencana dan berkelanjutan sekaligus mempercepat pemenuhan formasi khususnya Di jabatan penata pertanahan dan penata kadastral,” ujar Dalu.
Adapun Ketua STPN Dr Sri Yanti Achmad, APtnh, SH, MKn mengungkapkan hasil evaluasi Kemendiktisaintek selain perubahan menjadi politeknik juga mengarah sebagai sekolah kedinasan.
Hanya saja hingga kini belum ada keputusan Untuk meresmikan Politeknik Agraria STPN sebagai sekolah kedinasan Bersama ikatan dinas penuh. Pihak Politeknik Agraria STPN sendiri telah membuka pendaftaran taruna tahun akademik 2026/2027.
Salah satu syaratnya, membuat surat pernyataan tidak Berencana menuntut Untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Bangsa (PNS/PPPK) apabila sudah menyelesaikan Pembelajaran Ke Politeknik Agraria STPN.
Berkaca Di tahun Sebelumnya, umumnya penerimaan sekolah kedinasan Bersama ikatan dinas dilakukan secara serentak Lewat portal SSCASN Sekolah Kedinasan Lewat link
3 Jalur Penerimaan Politeknik Agraria STPN
Masa pendaftaran Seleksi Penerimaan Taruna Terbaru (SPTB) Politeknik Agraria STPN tahun akademik 2026/2027 telah dibuka mulai 25 Mei hingga 18 Juni 2026. Politeknik Agraria STPN membuka tiga jalur penerimaan taruna Terbaru terdiri atas jalur umum, tugas belajar, dan kerja sama pemerintah Lokasi.
Jalur umum diperuntukkan Untuk lulusan SMA, SMK, atau MA Di seluruh Indonesia yang berada Ke bawah pembinaan Kementerian Pembelajaran Dasar dan Menengah maupun Kementerian Agama.
Sambil Itu, Jalur Tugas Belajar dikhususkan Untuk pegawai Ke lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan kementerian.
Adapun Jalur Kerja Sama Pemerintah Lokasi diperuntukkan Untuk peserta yang berasal Di Lokasi yang telah menjalin perjanjian kerja sama Bersama Politeknik Agraria STPN.
Total kuota penerimaan yang disediakan mencapai 350 taruna. Di jumlah tersebut, sebanyak 260 Bangku dialokasikan Untuk Jalur Umum, 60 Bangku Untuk Jalur Tugas Belajar, dan 30 Bangku Lewat Jalur Kerja Sama Pemerintah Lokasi.
Potensi Karier Lulusan Politeknik Agraria STPN
Lulusan Politeknik Agraria STPN Memiliki Potensi karier yang cukup luas, baik Ke sektor pemerintahan maupun swasta. Mereka berkesempatan mengikuti seleksi Kandidat Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah Bersama Perjanjian Kerja (PPPK) Di formasi yang tersedia Ke lingkungan Kementerian ATR/BPN, kementerian dan lembaga lainnya, serta pemerintah Lokasi.
Perlu Untuk diketahui, Untuk Pada ini lulusan Politeknik Agraria STPN tidak otomatis diangkat menjadi ASN atau memperoleh ikatan dinas penuh. Mereka tetap harus mengikuti seleksi CPNS atau PPPK sesuai formasi yang tersedia
Samping Itu, lulusan juga dapat berkarier sebagai tenaga profesional Ke bidang pertanahan dan tata ruang, termasuk mendirikan atau bekerja Ke Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB), Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), kantor notaris, maupun kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
Potensi kerja lainnya terbuka Ke berbagai Badan Usaha Milik Bangsa (BUMN), Badan Usaha Milik Lokasi (BUMD), perusahaan swasta nasional maupun multinasional, serta berbagai sektor yang membutuhkan keahlian Ke bidang survei, pemetaan, pertanahan, dan penataan ruang.
Halaman 2 Di 3
(pal/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: STPN Bersama Sebab Itu Politeknik Agraria STPN, Sekolah Kedinasan Bersama Skema Ikatan Dinas?











