Jakarta –
Kementerian Hukum menemukan hampir 8.000 warga Negeri Indonesia (WNI) mengajukan permohonan pelepasan kewarganegaraan Indonesia Di lima tahun tahun terakhir. Alasan permohonan ini beragam.
Melihat Trend Populer ini, dosen Langkah Studi Politik Luar Negeri Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dian Azmawati, khawatir Akansegera risiko brain drain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Brain Drain?
Brain drain diketahui sebagai perpindahan sumber daya manusia berkualitas yang bisa berdampak Ke daya saing suatu Negeri. Dian berpendapat meningkatnya jumlah WNI yang melepas kewarganegaraan mereka tidak dapat dipandang semata sebagai Trend Populer Mobilitas Penduduk biasa.
Mobilitas Penduduk sendiri sudah terjadi Dari awal sejarah manusia. Meski begitu, keputusan Untuk berganti kewarganegaraan didorong Bersama harapan memperoleh Kemungkinan yang lebih baik termasuk Di Pembelajaran, Pembuatan karier, dan peningkatan Mutu hidup Hingga Negeri tujuan.
“Perpindahan manusia antarnegara bukanlah sesuatu yang Terbaru. Akan Tetapi, ketika seseorang memutuskan Untuk berganti kewarganegaraan, tentu ada berbagai faktor yang membuat mereka merasa Akansegera memperoleh manfaat yang lebih besar Hingga Negeri tujuan,” jelas Dian Di laman UMY, Jumat (10/7/2026).
Mobilitas Penduduk Lantaran konflik, pernikahan, hingga bencana merupakan Trend Populer yang sudah lama ada. Akan Tetapi, ketika perpindahan didominasi Bersama individu yang Memperoleh Pembelajaran, kompetensi, dan keahlian tinggi, hal itu dapat mengarah Ke brain drain.
“Lantaran itu, jika Trend Populer ini terus Menimbulkan Kekhawatiran, tentu menjadi persoalan yang perlu Menyaksikan perhatian serius,” tegasnya.
Indonesia Berisiko Kehilangan Daya Saing
Brain drain Berpotensi Untuk Mengurangi kapasitas Indonesia Di Memperbaiki daya saing Hingga berbagai sektor. Talenta terbaik yang berperan Di Merangsang Pembaharuan, Memperbaiki produktivitas, serta memperkuat Mutu sumber daya manusia justru pindah Hingga Negeri lain.
“Jika talenta terbaik lebih memilih Menyusun potensinya Hingga Negeri lain, maka Indonesia Akansegera kehilangan sumber daya yang penting Untuk mempercepat pembangunan,” katanya.
Dorong Pemerintah Ciptakan Ekosistem Untuk Talenta Nasional
Dian melihat meningkatnya jumlah WNI yang melepaskan kewarganegaraan mencerminkan Lebih ketatnya persaingan Dunia. Maka daro itu, pemerintah perlu menciptakan ekosistem yang dapat Menyediakan ruang berkembang Untuk talenta nasional.
Wadah ini bisa Lewat peningkatan Mutu Pembelajaran, kesempatan berkarier, atau iklim Eksperimen dan Pembaharuan yang Tantangan. Dian menilai Trend Populer ini tidak hanya semata-mata berkaitan Bersama perpindahan status kewarganegaraan, tetapi juga menjadi pengingat jika setiap Negeri dituntut mampu mempertahankan talenta terbaiknya Untuk pembangunan nasional.
(nir/nah)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Risiko Brain Drain Hingga RI akibat Ribuan WNI Lepas Kewarganegaraan, Apa Itu?











