Jakarta –
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Komunitas Fakultas Ekonomi dan Usaha (LPEM FEB UI) Lewat kajiannya Di Labor Market Brief Volume 7, Nomor 7, Juli 2026 Membeberkan manajemen adalah jurusan yang paling banyak ditemukan Ke kalangan penganggur sarjana. Kajian tersebut diterbitkan Di judul ‘Ketika Akses Belajar Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?’.
Selain manajemen, terdapat jurusan hukum, ekonomi, Belajar, dan akuntansi yang menyumbang penganggur S1 terbanyak. Di kajian berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 tersebut dikatakan, jumlah penganggur S1 salah satunya berasal Di bidang studi yang mempunyai cakupan keilmuan luas dan jumlah lulusan yang besar.
Besarnya jumlah lulusan Manajemen juga sejalan Di banyaknya Langkah studi tersebut Ke perguruan tinggi Indonesia. Berdasarkan Statistik Belajar Tinggi 2025 yang diterbitkan Kementerian Belajar Tinggi, Sains, dan Keahlian (Kemdiktisaintek) Di Maret 2026, terdapat 1.310 Langkah studi Manajemen Ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi jumlah mahasiswa, Manajemen juga menjadi salah satu Langkah studi Di basis mahasiswa terbesar. Di 2025, tercatat Di 1.096.786 mahasiswa menempuh Belajar Ke jurusan Manajemen.
Di tahun yang sama, Manajemen juga menjadi Langkah studi Di jumlah mahasiswa Mutakhir terbanyak, yakni mencapai 210.182 orang.
Di data Statistik Belajar Tinggi 2025, diketahui sebagian jurusan penyumbang penganggur terbanyak seperti Di laporan LPEM UI juga Memperoleh maba terbanyak Di 2025.
Top 10 Prodi Di Maba Terbanyak 2025
- Manajemen: 210.182 maba
- Belajar guru sekolah dasar: 102.244 maba
- Ilmu hukum: 86.937 maba
- Akuntansi: 75.571 maba
- Belajar agama Islam: 59.804 maba
- Ilmu komunikasi: 55.390 maba
- Sistem informasi: 48.335 maba
- Cara informatika: 46.035 maba
- Keperawatan: 36.512 maba
- Belajar profesi guru: 25.092 maba.
Berdasarkan Statistik Belajar Tinggi 2025, rumpun ilmu Belajar, sosial, ekonomi, Cara, dan Kesejaganan menjadi Unjuk mahasiswa. Data ini berbanding lurus Di jumlah ketersediaan prodi-prodi tersebut yang memang lebih banyak daripada rumpun ilmu lain.
Ke sisi lain, ilmu MIPA, agama, humaniora, dan Seni Kearifan Lokal merupakan bidang yang Merasakan maba Di proporsi paling sedikit. Kapasitas prodi Untuk keempat bidang studi ini juga masih paling sedikit tersedia Ke Indonesia. Distribusi maba 2025 berdasarkan rumpun ilmu in sepenuhnya sama Di 2024.
(nah/nah)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Manajemen-Akuntansi Punya Penganggur S1 Terbanyak, Sebesar Ini Jumlah Mabanya Ke 2025











