Edu  

Kemendikdasmen Gelontorkan Rp 13,3 Miliar Bagi Pulihkan Pembelajaran Di Aceh-Sumbar



Jakarta

Kementerian Pembelajaran Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Membagikan dana senilai Rp 13,3 miliar Bagi membantu Penyembuhan Pembelajaran Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketiga Lokasi tersebut dilanda bencana longsor dan Bencana Alam bandang yang memakan 753 orang meninggal (data BNPB per 3 Desember 2025).

“Atas nama pribadi dan Kemendikdasmen saya menyampaikan rasa belansungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Komunitas yang terdampak musibah,” ujar Pembantu Kepala Negara Pembelajaran Dasar dan Menengah (Mendidkasmen), Abdul Mu’ti dikutip Bersama laman Puslapdik Kemendikdasmen, Rabu (3/12/2025).

Mu’ti mengatakan selain menyediakan dana Rp13,3 miliar, Kemendikdasmen juga bekerja sama Bersama Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) Kemendikdasmen Bagi menghimpun dana Bersama Komunitas.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami juga menghimpun dana Melewati Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) Kemendikdasmen, Bagi Komunitas yang ingin berpartisipasi membantu korban terdampak bencana,” tutur Mu’ti.

Salurkan Alat Sekolah Bagi Murid Terdampak Bencana

Tak hanya Untuk bentuk dana, Kemendikdasmen juga menyiapkan peralatan sekolah dan Pemberian lainnya Bagi siswa yang terdampak bencana. Pada ini, Kemendikdasmen Di menunggu Penyembuhan jalur Di lokasi Bagi mendistribusikannya.

Kini Kemendikdasmen telah berkoordinasi Bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Di Lokasi Untuk mendata sekolah dan sarana Pembelajaran yang rusak.

“Ketika data akurat sudah terkumpul, berikutnya kita bisa menyusun langkah-langkah Bagi bagaimana agar pembelajaran bisa dilakukan,” ujar Mendikdasmen.

Kemendikdasmen Berikan Pendampingan Psikososial

Mu’ti mengajak semua pihak dan Komunitas dapat bergotong royong membantu para korban. Ia menyebut hal terpenting yang harus diperhatikan Pada ini adalah memastikan para korban ditangani Bersama baik.

Kemendikdasmen Hingga depannya Akansegera melakukan pendampingan psikososial Bagi anak yang menjadi korban. Di Itu, sekolah yang terdampak bencana Akansegera diprioritaskan Menyambut Pemberian revitalisasi.

“Seperti melakukan pendampingan psikososial Bagi anak-anak dan memprioritaskan sekolah terdampak agar Merasakan Pemberian Revitalisasi Satuan Pembelajaran Di tahun Di,” ujarnya.

(cyu/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kemendikdasmen Gelontorkan Rp 13,3 Miliar Bagi Pulihkan Pembelajaran Di Aceh-Sumbar