Jakarta –
Kepala Badan Kajian dan Perkembangan Nasional (BRIN) Arif Satria mengharapkan perguruan tinggi Hingga Indonesia lebih aktif Untuk mendampingi Mula Membuat Perkembangan berbasis Keahlian tinggi. Ia berkaca Ke ekosistem Kajian dan Perkembangan Hingga India yang dinilainya mampu Mendorong lahirnya Keahlian canggih.
Arif mencontohkan Perkembangan roket Bersama mesin yang dibuat menggunakan Keahlian 3D printing yang dikembangkan sebuah Mula Melewati ekosistem perguruan tinggi Hingga India. Menurut dia, Prestasi tersebut tidak terlepas Untuk Dukungan dan pendampingan kampus Pada Mula.
Hal itu disampaikan Arif Pada Memberi sambutan Untuk Kick Off Peluncuran IISE 2026 Hingga Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif menceritakan pengalamannya ketika Melakukan Kunjungan Hingga Indian Institute of Technology (IIT) Madras Hingga Chennai. Hingga kampus tersebut, ia melihat keberadaan Research Park yang menjadi ruang Bagi perguruan tinggi dan Mula Sebagai Membuat Perkembangan.
“Saya berkunjung Hingga salah satu perguruan tinggi, IIT (Indian Institute of Technology) Madras Hingga Chennai. Saya melihat satu hal Menarik Perhatian Hingga situ, ada namanya Research Park. Hingga sana ada satu Mula yang Membuat roket berbasis Ke 3D printing,” kata Arif.
Perusahaan rintisan yang diinkubasi IIT Madras Membuat roket yang menggunakan mesin semi-kriogenik Bersama komponen yang dibuat menggunakan Keahlian Pabrik aditif atau 3D printing. Roket itu sepenuhnya dirancang serta diproduksi secara lokal Hingga India dan diluncurkan Untuk landasan peluncuran swasta pertama Hingga India.
Bagi Arif, model seperti ini dapat menjadi contoh Bagi perguruan tinggi Hingga Indonesia. Kampus, menurutnya, tidak hanya dapat Membuat Kajian sendiri, tetapi juga membuka ruang kolaborasi Bersama Mula atau Justru mendampingi Pembaruan Keahlian mereka.
“Bayangkan, sebuah perguruan tinggi mendampingi Mula Sebagai membuat roket yang sudah terbukti bisa meluncur Hingga luar angkasa,” ungkap Arif.
BRIN Dorong Mula Indonesia Kuasai Deep Tech
Melihat Perkembangan canggih tersebut, BRIN terus Mendorong ekostistem Mula Hingga Indonesia agar mampu menguasai Keahlian tinggi (deep tech). Kepala BRIN menegaskan bahwa Sebagai mencapai level tersebut, Indonesia harus berani keluar Untuk zona Kajian konvensional
Ke 10-13 Desember 2026 mendatang, BRIN Akansegera Melakukan Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 Hingga BSD, Kota Tangerang. Ajang tersebut mewadahi para periset Untuk BRIN dan kampus Sebagai saling belajar menguasai dan Membuat deep tech.
“Dari Sebab Itu, tidak menutup kemungkinan apa yang kita kembangkan nanti Ke expo dan summit ini, kita Akansegera banyak mempertemukan Keahlian maju milik BRIN, perguruan tinggi, dan Kajian swasta Bersama para Kandidat Mula,” tuturnya.
Pameran tersebut juga digagas Arif sebagai jawaban Untuk Kejadian Luar Biasa ‘The Valley of Death’ atau jembatan yang terputus Di dunia Kajian dan kebutuhan industri. Pameran dan summit Akansegera mempertemukan para periset, industri, investor hingga Mula.
“Hingga mana Kajian tidak menjawab kebutuhan industri, dan industri berkembang tanpa kekuatan Kajian. Inilah yang harus kita pecahkan Agar bagaimana BRIN harus mampu bertransformasi agar Perkembangan ini bisa Lebihterus berdampak,” jelas Arif.
Selain Keahlian antariksa, BRIN juga Di memperkuat penguasaan Keahlian strategis lainnya seperti semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), biogenomik, hingga nuklir.
“Keahlian apa yang sekarang harus kita kembangkan? Memang ada emerging technology seperti Keahlian semikonduktor, AI, biogenomik, Keahlian kuantum, material maju, nuklir, keantariksaan, dan sebagainya yang itu bisa menjadi backbone Bagi Pembaruan Keahlian tinggi Hingga Indonesia nanti,” tuturnya.
(cyu/pal)
Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Hingga detikcom Sebelum 2022. Spesialis menulis topik Pembelajaran, kampus, sekolah, beasiswa, Kajian, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Berkaca Untuk India, Kepala BRIN Ingin Kampus Dampingi Mula Buat Perkembangan Canggih











