Jakarta –
Anisa Putri Aviana dinobatkan sebagai lulusan tercepat Di Langkah magister UGM Di wisuda pascasarjana Di 28-29 Oktober lalu. Tak hanya itu, Avi, panggilan akrabnya, juga meneliti tanaman yang Berpeluang mencegah Parkinson.
Sebelumnya Itu, Avi berhasil menamatkan studinya Di waktu 1 tahun 26 hari. Sambil Itu rerata masa studi Sebagai lulusan Langkah magister periode ini adalah 2 tahun 2 bulan. Ia juga lulus Bersama predikat hampir sempurna, yakni IPK 3,99.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Avi mengungkapkan Sebelumnya memutuskan kuliah Hingga Langkah Studi Magister Sains Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, ia sudah memahami informasi mengenai syarat kelulusan. Bersama Langkah Tersebut, ia sudah Memiliki bekal awal Sebagai menentukan rangkaian kegiatan yang harus dilakukannya Sebagai lulus.
Awal Kuliah Sudah Cari Dosen Pembimbing
Di semester awal, Avi sudah mencari dan Merasakan dosen pembimbing yang sesuai Bersama minatnya Hingga bidang neuroscience. Bersama pembimbingnya, Avi meneliti potensi tanaman herbal kemangi sebagai agen neuroprotektif (pelindung saraf). Eksperimen dilakukan Di dua tahap yaitu in silico (komputasi) dan in vitro (menggunakan sel PC12 yang diinduksi rotenon).
“Kemangi Memiliki kandungan bioaktif yang dapat melindungi sel saraf kita Di Parkinson, tetapi masih diperlukan Eksperimen Bersama Detail,” jelasnya Di laman UGM, Jumat (6/11/2026).
Avi dipertemukan Bersama dosen pembimbing yang suportif dan komunikatif, yaitu Prof drh Dwi Liliek Kusindarta, MP, PhD, dan Dr med vet drh Hevi Wihadmadyatami, MSc. Samping Itu, pemilihan topik yang sesuai Bersama minat membuatnya mengerjakan Eksperimen Bersama Senang.
“Kebiasaan membaca literatur secara konsisten sangat membantu saya Di proses penulisan maupun Eksperimen,” ungkap Avi.
Tidak Menunda-nunda
Avi mengaku tidak Memiliki kendala Pada proses perkuliahannya. Akan Tetapi, ia harus melawan rasa malas dan keinginan Sebagai menunda-nunda pekerjaan.
Sebagai mengatasinya, Avi menggunakan strategi segitiga terbalik Hingga mana tujuan besar dibagi Hingga Di tugas-tugas skala kecil Supaya lebih mudah dikelola. Bersama metode tersebut, Avi berhasil membangun kedisiplinan Dari S1.
Dukungan Kuat Keluarga
Avi mengaku Memperoleh Dukungan yang kuat Di keluarga Sebagai menamatkan studi. Lingkungan kuliah yang positif juga memberinya semangat Di kuliah. Melewati Dukungan dan kepercayaan penuh, Avi bisa menjadi Praktisi Medis hewan pertama Hingga keluarganya.
Avi berpesan kepada mahasiswa lainnya yang Di menjalani proses Eksperimen ataupun penulisan tesis Sebagai tidak membandingkan diri sendiri Bersama yang lain. Menurutnya, setiap orang Memiliki tantangan masing-masing.
“Start earlier, plan strategically, and be consistent. Kita harus mau harus mulai Di awal Di langkah kecil, Lalu memikirkan strategi yang cocok, dan konsisten melaksanakan aksinya,” pesannya.
(nir/nah)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Avi Teliti Kemangi Sebagai Cegah Parkinson, Karena Itu Lulusan Tercepat S2 UGM-IPK 3,99











