Jakarta –
Belajar Doktor atau S3 umumnya membutuhkan waktu Disekitar 4 tahun. Begitu juga Didalam masa lulus mahasiswa S3 Di Universitas Gadjah Mada (UGM), rata-rata 4 tahun 9 bulan.
Tetapi, pria satu ini justru bisa menyelesaikan S3 hanya Untuk 2 tahun 5 bulan 30 hari. Ia adalah Anwar Santoso yang Mutakhir saja dinobatkan sebagai wisudawan tercepat UGM Di wisuda 28-29 Oktober 2026 lalu.
Anwar merupakan periset Di Badan Kajian dan Pembaharuan Nasional (BRIN). Ia menjalani Belajar doktoral jurusan Fisika UGM lewat jalur Degree by Research.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Awalnya saya tidak menyangka bisa menyelesaikan studi secepat ini. Tetapi, alhamdulillah, Pada prosesnya semuanya berjalan lancar. Saya juga Memperoleh Dukungan yang sangat baik Untuk promotor maupun kopromotor,” ungkapnya dikutip Untuk laman UGM, Selasa (3/11/2026).
Walaupun merupakan peneliti, tetapi Pada menyelesaikan S3, hasil risetnya berkali-kali Merasakan penolakan Untuk jurnal internasional. Bagaimana cara Anwar Berjuang Didalam kendala tersebut Supaya bisa tetap lulus cepat?
Kerja Sekaligus Bereskan Tugas Kuliah
Anwar bisa mengerjakan Kajian Didalam lebih mudah Sebab latar belakangnya sebagai periset BRIN. Ia bisa tetap menjalankan tanggung jawab pekerjaan Di BRIN sekaligus Membuat Kajian Sebagai disertasi.
Di Samping Itu, ia punya dorongan menyelesaikan tugas Didalam cepat supaya kariernya Di BRIN lebih baik. Supaya ia punya Semangat Sebagai menuntaskan tugas Belajar dan pekerjaan.
“Sebab keseharian saya juga sebagai peneliti, menulis dan melakukan Kajian sudah menjadi Dibagian Untuk pekerjaan. Sambil Itu, persyaratan kelulusan doktor juga berkaitan Didalam publikasi hasil Eksperimen. Di Samping Itu, publikasi tersebut juga menjadi Dibagian Untuk persyaratan Sebagai mempertahankan dan Membuat jabatan fungsional saya Di kantor,” terangnya.
Kemudahan itu bisa ia dapatkan Sebab Memutuskan jalur Degree by Research. Jalur tersebut membuatnya bisa berkuliah serasa bekerja juga.
10 Kali Ditolak Jurnal Internasional
Perjalanannya menyelesaikan tugas akhir Eksperimen ternyata tidak mulus. Anwar pernah Merasakan 10 kali penolakan Di sejumlah jurnal internasional.
Tetapi, ia enggan menyerah Didalam hal tersebut. Ia coba terus sampai artikelnya terbit Di jurnal Earth and Planetary Physics.
“Kalau mengajukan paper ditolak atau Setelahnya direview diminta memperbaiki, ya kita perbaiki lagi, Lalu masukkan lagi. Memang harus kuat-kuatan Didalam reviewer,” ungkapnya.
Angkat Topik Eksperimen Soal Badai Magnet
Eksperimen Anwar Di S3 mengangkat topik soal badai magnet atau geomagnetic storm. Ia mengkaji Kejadian Luar Biasa Geomagnetically Induced Current (GIC).
Kejadian Luar Biasa tersebut adalah peristiwa arus listrik yang terinduksi akibat perubahan medan magnet bumi. Kejadian Luar Biasa ini bisa menyebabkan gangguan arus listrik besar seperti yang terjadi Di badai geomagnetik Di Kanada tahun 1989.
Ia mengkaji soal potensi kemunculan GIC Di Daerah lintang rendah termasuk Indonesia. Hasilnya Menunjukkan bahwa potensinya masih rendah.
Eksperimen ini Akansegera Anwar kembangkan lagi lewat usulan Kajian BRIN Di 2027. Ia berharap kajiannya bisa menjadi langkah awal/sistem peringatan dini Di potensi gangguan kelistrikan.
“Kalau kita bisa Meramalkan seberapa besar badai yang Akansegera terjadi, kita juga bisa mengupayakan hubungan Di intensitas badai Didalam besarnya GIC yang muncul. Di depannya, arahnya adalah membangun sistem early warning, Supaya kita bisa Meramalkan besarnya arus yang muncul dan mengetahui apakah kondisinya masih aman atau Berpeluang menimbulkan gangguan,” jelasnya.
(cyu/nwk)
Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Di detikcom Sebelum 2022. Spesialis menulis topik Belajar, kampus, sekolah, beasiswa, Kajian, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: 10 Kali Ditolak Jurnal, Anwar Berhasil Lulus S3 UGM Kurang Untuk 2,5 Tahun











