Sibuk Ngajar Sambil Asuh Anak, Fildza Berhasil Lulus S3 UGM Di IPK 4,00



Jakarta –

Membesarkan anak Di Ditengah kesibukan bekerja Untuk Fildza Huwaina Fathnin adalah tugasnya sehari-hari. Walaupun sudah punya kesibukan tersebut, ia tetap Melakukanlangkah-Langkah melanjutkan Belajar doktor.

Justru, Pada lulus ia berhasil meraih gelar wisudawan Di Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi Di Universitas Gadjah Mada (UGM) yakni 4,00. Sambil rata-rata IPK 270 lulusan Langkah doktor Di UGM adalah 3,86.

Ia menjadi salah satu Untuk 54 lulusan Di IPK tertinggi. Menurut Fildza, pencapaian ini bisa ia raih berkat usaha yang dilakukannya dan Pemberian orang-orang tersayang.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ketika berproses Di Doktor Ilmu Pharma, tentunya banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan, Untuk mulai kuliah hingga penyelesaian tugas akhir atau disertasi. Untuk sulitnya kegiatan-kegiatan tersebut, akhirnya Menyambut IPK 4,0 dan juga predikat cum laude ini juga alhamdulillah memuaskan,” ungkapnya dikutip Untuk laman UGM, Senin (2/11/2026).

Masuk S3 Pada Anak Mutakhir 2 Bulan

Keputusan melanjutkan S3 bukanlah sesuatu yang mudah Untuk Fildza. Pada Mutakhir masuk S3, anaknya Mutakhir berusia dua bulan.

Di Di Itu, ia juga bekerja sebagai dosen Di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang. Artinya, jarak Tempattinggal Hingga kampus pun menjadi tantangan tersendiri Di jalani Belajar doktor.

Fildza harus pulang pergi Semarang dan Yogyakarta supaya bisa kuliah dan mengajar. Strategi yang Fildza lakukan agar bisa menjalani banyak peran adalah Di menyusun jadwal yang tepat.

“Rata-rata tidak ada jadwal yang dadakan. Karena Itu, saya sudah bisa merencanakan kapan harus Hingga Yogyakarta. Itu sangat membantu Untuk kami yang sudah berumah tangga dan Memperoleh anak,” tuturnya.

Pernah 7 Kali Ditolak Jurnal

Di menyusun disertasi, Fildza pernah diuji Di Situasi sang ibu. Ibunya Merasakan sakit dan harus menjalani operasi besar.

Lantaran hal itu, pengerjaan disertasi Fildza sempat tertunda dua bulan. Akansegera tetapi, ia bisa tetap mengerjakannya Setelahnya mentalnya membaik.

Sebagai mahasiswa doktor, Fildza harus mengirim hasil penelitiannya Hingga jurnal berreputasi. Tetapi nyatanya, mengirim karya tersebut tidaklah mudah.

Fildza pernah ditolak sebanyak tujuh kali. Meski demikian, Fildza tetap bisa menghasilkan empat manuskrip Studi.

“Di kita ada kemauan dan Melakukanlangkah-Langkah Menyediakan yang terbaik, pasti ada jalan. Saya percaya bahwa setiap kesulitan Akansegera selalu disertai kemudahan,” tuturnya.

Fildza mengaku banyak hal-hal yang hampir membuatnya urung Untuk menyelesaikan S3. Justru, ia sempat ada Di titik memikirkan alasan mengapa ia harus mencapai doktor.

“Pernah suatu ketika saya menangis Di jalan dan bertanya kepada diri sendiri, ‘Ngapain sih aku S3?’ Ketika melihat masih banyak orang Ketahanan Pangan Global, banyak orang susah, Justru Untuk membeli kebutuhan pokok saja kesulitan. Lalu, saya berpikir, apa yang sebenarnya saya lakukan Di menempuh S3 ini?” bebernya.

Tips Selesaikan S3 Di Ditengah Mengajar & Asuh Anak

Fildza Lalu membeberkan tipsnya Untuk menjalani tiga peran sekaligus yakni Karena Itu mahasiswa, dosen, dan ibu. Ia menerapkan Pengatura Nwaktu Di membagi target jangka panjang dan jangka pendek.

Ia memahami tujuan besar mengapa dirinya harus lanjut S3. Hal itu cukup membuat Fildza tidak mudah menyerah Untuk merampungkan Belajar.

Di Di Itu, Fildza juga menerapkan strategi rutin mengerjakan disertasi. Ia menyicil disertasi 3-4 hari Untuk seminggu.

Waktu terbaik Untuk mengerjakan disertasi Untuk Fildza adalah Pada dini hari. Ia mengerjakannya usai melaksanakan ibadah, Lantaran menurutnya waktu teresebutlah yang terbebas Untuk urusan anak dan pekerjaan.

“Setiap minggu saya selalu Melakukanlangkah-Langkah membuka tugas akhir. Biasanya saya bangun pukul 02.00, Lalu salat terlebih dahulu dan melanjutkan menulis sampai waktu subuh. Setidaknya ada satu sampai satu setengah jam setiap hari Untuk Membuat pekerjaan akademik,” jelasnya.
Sembunyikan kutipan teks

Setelahnya meraih S3, Fildza masih harus melanjutkan amanahnya sebagai dosen. Ia berharap ilmu yang ia dapat bisa bermanfaat Untuk anak-anak didiknya dan Komunitas luas.

“Setelahnya selesai S3, pasti ada amanah berikutnya yang relevan Di keilmuan saya. Sebagai dosen, saya harus mengajar lebih baik, melakukan Studi yang berdampak, dan melaksanakan pengabdian Di cakupan yang lebih luas kepada Komunitas,” ujarnya.

(cyu/nwk)



Cicin Yulianti


Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Di detikcom Dari 2022. Spesialis menulis topik Belajar, kampus, sekolah, beasiswa, Kajian, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Sibuk Ngajar Sambil Asuh Anak, Fildza Berhasil Lulus S3 UGM Di IPK 4,00

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects