Jakarta –
Dilihat Untuk Bumi, bintang terlihat berkelip-kelip berwarna putih. Tetapi, tahukah detikers bintang sebenarnya berwarna-warni. Apa saja?
Warna bintang biasanya dipengaruhi Didalam suhu Ke permukaan bintang itu sendiri. Warnanya pun terbatas hanya Ke oranye, putih, atau biru. Uniknya, sebuah bintang kecil sisa-sisa Matahari memantulkan spektrum warna yang berbeda.
Sebuah studi yang dipimpin Didalam astrofisikawan Ke University of Warwick, Mark Hollands, mengungkapkan adanya bintang katai putih yang memantulkan sejumlah warna, termasuk hijau, merah muda, sian (biru kehijauan), kuning, dan ungu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Yang kami temukan adalah, Bagi sebagian besar katai putih, hal itu juga sama. Tetapi ada beberapa Peristiwa Pidana khusus Ke mana fisika Ke lapisan luar bintang-bintang ini cukup aneh Supaya menyebabkan penyimpangan yang cukup besar Untuk hal spektrumnya,” kata Hollands, dikutip Untuk CNN Science, Selasa (20/10/2026).
Bintang Katai Putih
Bintang katai putih merupakan bintang-bintang tua yang redup Justru telah padam. Berdasarkan NASA, usianya mencapai 12-13 miliar tahun. Dibandingkan Didalam bintang lain Ke luar angkasa, bintang ini tidak lebih terang daripada bola lampu 100 watt yang dilihat Untuk Bulan.
Bintang yang hampir tidak bercahaya ini berasal Untuk Matahari dan Memperoleh massa yang mirip Didalam Matahari, serta ukuran yang serupa Didalam Bumi. Hal ini menjadikan katai putih sebagai salah satu bentuk materi terpadat.
Kepadatan atmosfer kata putih yang terdingin dapat mencapai Disekitar satu gram per sentimeter kubik. Untuk Kepuasan ini, jejak unsur yang ada seperti karbon, kalsium, dan natrium berinteraksi Didalam plasma helium Ke sekitarnya Supaya menyerap cahaya Untuk rentang warna yang lebih luas Untuk biasanya.
“Karena Itu, kita sebenarnya dapat menggunakan katai putih sebagai semacam alat diagnostik Bagi mengukur komposisi kimia materi planet,” tuturnya.
Studi ini menggunakan data yang sudah ada Bagi memproyeksikan warna katai putih. Hal ini dilakukan Sebab tidak ada bintang katai putih Untuk jarak Didekat yang warnanya bisa diamati secara langsung.
Warna Ke bintang redup ini direferensikan sebagai sidik jari yang dihasilkan ketika cahaya bintang dipisahkan berdasarkan panjang gelombang. Sama halnya Didalam prisma yang memantulkan cahaya matahari menjadi pelangi.
Lantas, apa perbedaan Ke setiap warna bintang yang telah diproyeksikan?
Warna-warni Bintang
Mark Hollands bersama timnya meneliti 151 bintang katai putih yang berada Untuk jarak 20 parsec atau Disekitar 65 tahun cahaya Untuk Bumi. Untuk hasil pengamatan ini, beberapa warna erat kaitannya Didalam unsur yang memenuhi bintang katai putih.
Warna hijau Ke bintang katai putih mencerminkan kekayaan unsur kalsium, natrium, dan litium. Sedangkan warna merah muda, yang seperti salmon, erat kaitannya Didalam kepadatan molekul karbon yang tinggi.
Warna kuning terjadi Sebab bintang katai putih diperkaya Didalam puing-puing Untuk komet dan asteroid yang hancur atau sisa-sisa sistem planet purba.
Bintang katai putih yang lebih dingin Didalam atmosfer campuran hidrogen dan helium sering kali Memperoleh semburat sian atau biru pucat. Hal ini Sebab molekul hidrogen yang bertabrakan Didalam atom helium Ke atmosfer yang begitu padat.
Meski menggunakan data yang sudah ada Sebelumnya, studi ini menawarkan pendekatan dan pandangan yang Menarik Perhatian mengenai bintang katai putih. Mark Hollands, kepada CNN Science, mengungkapkan Ide lanjutan Bagi Membahas spektrum bintang katai putih lebih banyak.
“Kita mengetahui adanya bintang katai putih yang belum kita miliki spektrumnya. Tetapi semua itu Akansegera segera berubah Sebab ada cukup banyak survei spektroskopi. Kita Akansegera Merasakan peningkatan sepuluh kali lipat Untuk jumlah bintang katai putih yang Memperoleh spektrum. Karena Itu, Bisa Jadi, jika kita beruntung, kita Akansegera beralih Untuk satu atau Bisa Jadi dua bintang katai putih hijau menjadi 10 atau 20,” katanya.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Ke detikcom.
(faz/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Astronom Temukan Bintang Pertama yang Berwarna Hijau dan Merah Muda, Seperti Apa?











