Jakarta –
Universitas Hasanuddin (Unhas) kini Memperoleh Pusat Studi Kepolisian. Kehadiran pusat studi tersebut diharapkan bisa menjadi ruang kerja sama Di akademisi dan kepolisian Di mengkaji berbagai Topik Perlindungan dan sosial Didalam basis Eksperimen.
Kajian yang dimaksud tidak hanya berkaitan Didalam bidang hukum, tetapi juga persoalan sosial, Perlindungan, hingga tantangan kejahatan berbasis digital yang Lebihterus kompleks. Pendekatan kajian nantinya bersifat lintas disiplin.
Beberapa persoalan yang membutuhkan pendekatan lintas disiplin, seperti dicontohkan Dari Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa (Prof JJ) Di antaranya kenakalan remaja, balap liar, sampai permasalahan lingkungan dan Perlindungan Di Area perairan. Salah satu persoalan yang ia sorot adalah praktik pengeboman ikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prof JJ secara eksplisit meminta masalah pengeboman ikan menjadi salah satu tugas awal yang dikaji Di Pusat Studi Kepolisian tersebut.
“Bagaimana menyelesaikan pengeboman ikan Di perairan. Kita tidak hanya mengkaji pasalnya, tetapi bagaimana pusat studi ini bisa menjadikan persoalan tersebut sebagai fokus kajian utama dan mencari solusi Didalam pendekatan disiplin ilmu dan lintas disiplin,” kata Prof JJ, dikutip Didalam Unhas.
Sambil Itu, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan Kartu Kuning Di Area perairan, termasuk pengeboman ikan merupakan masalah yang cukup kompleks. Berbagai langkah juga sudah dilakukan mulai Didalam sosialisasi sampai pemantauan. Akansegera tetapi, ia menilai masih dibutuhkan pemikiran bersama Bagi menemukan solusi yang lebih efektif.
Prof JJ menyampaikan Pusat Studi Kepolisian adalah capaian penting Bagi Unhas, yang pertama kali menginisiasi pusat studi kepolisian Di ranah kampus.
Pusat studi ini diluncurkan bersamaan Didalam penandatanganan perjanjian kerja sama Di Unhas dan Kepolisian Area Sulawesi Selatan. Peresmian tersebut dilaksanakan Di Baruga Prof Dr H Baharuddin Lopa, Fakultas Hukum Unhas Di Rabu (9/9/2026).
Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro juga berharap hasil Eksperimen Didalam Pusat Studi Kepolisian bisa menjadi rujukan Di menyusun Keputusan dan melaksanakan tugas kepolisian.
“Setiap hasil Eksperimen Didalam pusat studi Akansegera menjadi acuan kami. Dari Sebab Itu, kita tidak hanya berdasarkan rutinitas dan Penghayatan, tetapi berpacu Di data dan hasil Eksperimen,” ujarnya.
(nah/nwk)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Unhas Kini Punya Pusat Studi Kepolisian, Hasil Eksperimen Bisa Dari Sebab Itu Rujukan









