3 Prodi Metode Mesin dan Dirgantara ITB, Mana yang Alumninya Tercepat Dapat Kerja?

Jakarta

Fakultas Metode Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Keahlian Bandung (ITB) Sebelumnya Itu merupakan Dibagian Bersama Fakultas Keahlian Industri (FTI). FTMD Setelahnya Itu berdiri sebagai fakultas tersendiri Di 10 September 2007.

Di ini, FTMD Mengadakan Pembelajaran mulai jenjang sarjana, magister, hingga doktor. Untuk Inisiatif sarjana, terdapat tiga Inisiatif studi yang ditawarkan, yakni Metode Dirgantara, Metode Material, dan Metode Mesin.

FTMD menjadi salah satu Bersama tiga sekolah Di ITB yang paling banyak diminati Kandidat mahasiswa. Berdasarkan data detikEdu, jumlah peminat FTMD Di penerimaan mahasiswa Mutakhir 2026 mencapai 11.578 siswa Bersama seluruh jalur seleksi. Bersama tingkat keketatan sebesar 3,7 persen, sebanyak 454 siswa akhirnya diterima dan melakukan daftar ulang.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, seperti apa perjalanan karier para lulusannya?

Data Tracer Study ITB 2025 Memberi gambaran mengenai perjalanan alumni Setelahnya menyelesaikan Pembelajaran Di kampus tersebut. Lebih Bersama 250 alumni angkatan 2018 turut berpartisipasi Di survei tersebut.

Survei yang dihimpun Di Agustus 2025 Menunjukkan bahwa alumni Metode Mesin menjadi responden terbanyak, yakni 125 orang. Secara keseluruhan, tingkat respons survei mencapai Disekitar 85 persen.

Metode Dirgantara Paling Lama Memperoleh Pekerjaan

Data tracer study tersebut Menunjukkan adanya perbedaan waktu tunggu alumni Bersama masing-masing Inisiatif studi Untuk Merasakan pekerjaan pertama.
Bersama alumni yang mengisi survei, berikut median waktu yang dibutuhkan Untuk memperoleh pekerjaan pertama:
1. Metode Mesin: 105 Bersama 125 alumni, 1 bulan Setelahnya lulus.
2. Metode Material: 43 Bersama 63 alumni, 1,5 bulan Setelahnya lulus.
3. Metode Dirgantara: 43 Bersama 69 alumni, 4 bulan Setelahnya lulus.

Karenanya, alumni Metode Mesin tercatat Memiliki waktu tunggu paling singkat, sedangkan Metode Dirgantara membutuhkan waktu paling lama Untuk memperoleh pekerjaan pertama.

“Median waktu tunggu alumni Untuk memperoleh pekerjaan pertama kurang Bersama 4 bulan Setelahnya lulus, Kendati terdapat variasi Di masing-masing Inisiatif studi. Hal ini Menunjukkan bahwa lulusan FTMD Memiliki daya saing yang baik dan mampu Menyesuaikan Bersama kebutuhan dunia kerja,” tulis Direktorat Pembuatan Pembelajaran ITB Di unggahannya Di 21 Agustus 2026.

Duniamaya Karena Itu Jalur Utama Mencari Kerja

Selain mengukur waktu tunggu, tracer study juga melihat bagaimana alumni memperoleh pekerjaan pertama mereka. Hasilnya Menunjukkan bahwa Duniamaya atau platform daring menjadi salah satu jalur utama Untuk lulusan FTMD Untuk Merasakan pekerjaan.

Rinciannya sebagai berikut:
* Metode Mesin: 40 persen Lewat Duniamaya/daring, 31 persen Lewat relasi, dan 11 persen Lewat ITB Career Center.
* Metode Material: 44 persen Lewat Duniamaya/daring, 26 persen Lewat relasi, dan 12 persen Lewat ITB Career Center.
* Metode Dirgantara: 37,4 persen Lewat Duniamaya/daring, 37,4 persen Lewat relasi, dan 7,1 persen dihubungi langsung Bersama perusahaan.

Ada fakta Menarik Perhatian lainnya Bersama data tersebut. Alumni Metode Mesin dan Metode Material tidak tercatat Memiliki persentase yang ditampilkan Untuk mereka yang membangun Usaha sendiri. Sambil Itu, alumni Metode Dirgantara Menunjukkan adanya lulusan yang memilih menjadi pengusaha, Kendati ITB tidak mencantumkan angka persentasenya secara rinci.

Mayoritas Bekerja Di Perusahaan Multinasional

Bersama sisi skala perusahaan, alumni FTMD angkatan 2018 paling banyak bekerja Di perusahaan multinasional, Bersama proporsi mencapai 46 persen. Berikutnya, 38 persen bekerja Di perusahaan nasional, sedangkan 16 persen lainnya bekerja Di perusahaan lokal.

Jika dilihat berdasarkan jenis badan usaha, sebanyak 83 persen alumni bekerja Di perusahaan swasta. Sambil Itu, 11 persen bekerja Di BUMN atau BUMD.
Menariknya, alumni Metode Material angkatan 2018 tidak tercatat bekerja Di instansi pemerintah, organisasi multilateral, maupun perusahaan milik sendiri.

Data Tracer Study FTMD ITB tersebut Memberi gambaran mengenai jalur karier lulusan Setelahnya menyelesaikan Pembelajaran. Mulai Bersama waktu Merasakan pekerjaan, cara memperoleh pekerjaan, sektor industri yang dimasuki, hingga pilihan melanjutkan studi Hingga luar negeri.

Tracer study juga menggambarkan sektor ekonomi tempat alumni FTMD bekerja. Jika mengacu Di klasifikasi lapangan usaha yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lima kategori yang paling banyak menjadi tempat bekerja alumni angkatan 2018.

Rinciannya:
1. Kategori C – Industri Pengolahan: 21 persen.
2. Kategori M – Kegiatan Profesional, Ilmiah, dan Teknis: 12 persen.
3. Kategori Kerjasamaekonomiinternasional – Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Penanganan Kendaraan Pribadi dan Sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua: 11 persen.
4. Kategori S – Kegiatan Jasa Lainnya: 10 persen.
5. Kategori B – Pertambangan dan Penggalian: 9 persen.

Data tersebut Menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan menjadi bidang usaha yang paling banyak menyerap alumni FTMD ITB.

Ada yang Lanjut Kuliah Hingga Luar Negeri

Karier bukan satu-satunya pilihan alumni Setelahnya menyelesaikan Pembelajaran Di FTMD ITB. Sebagian lulusan angkatan 2018 memilih melanjutkan studi Hingga perguruan tinggi Di luar negeri.

Disekitar 20 persen alumni tercatat melanjutkan Pembelajaran. Beberapa Di antaranya melanjutkan studi Di universitas ternama seperti Nanyang Technological University, University of Toronto, Monash University, dan The University of Tokyo, selain sejumlah perguruan tinggi luar negeri lainnya.

*Penulis adalah peserta Inisiatif MagangHub Kemnaker Di detikcom

Halaman 2 Bersama 3

(pal/pal)


Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: 3 Prodi Metode Mesin dan Dirgantara ITB, Mana yang Alumninya Tercepat Dapat Kerja?

slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin