Jakarta –
Rivan Rinaldi merasa terusik Didalam jerih payah petani yang belum dihargai secara layak. Harga seikat bayam yang dijual Disekitar Rp 2.000 Hingga sebuah pasar Hingga Aceh, hanya Menyambut untung Rp 300.
Untuk Rivan, selisih itu bukan sekadar persoalan harga. Ada ketidakpastian Untuk petani yang terus berulang setiap musim panen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbekal ilmu yang diperoleh Lewat beasiswa LPDP, Rivan membangun Rumoh Ketahanan Pangan Aceh Untuk memperkuat posisi petani, Membuat Ketahanan Pangan lokal, dan Menampilkan sistem Ketahanan Pangan yang lebih adil.
“Petani yang jagain, yang rawat, panas, hujan, nanam, segalanya. Tapi yang kaya siapa? Yang sejahtera siapa?” kata Rivan Di laman Media Kementerian Keuangan dikutip Rabu (5/8/2026).
Rivan dan Skuat Rumoh Ketahanan Pangan Aceh membeli hasil panen Didalam skema contract farming. Harga minimum disepakati Dari awal Supaya petani dapat Mengantisipasi hasil yang Akansegera diterima.
Rumoh Ketahanan Pangan Aceh ingin menghubungkan petani Didalam pasar dan rantai industri yang mampu menyerap hasil produksi secara berkelanjutan. Disekitar 200 petani dan pelaku Ketahanan Pangan telah terlibat Di Langkah ini.
Di Itu, Rumoh Ketahanan Pangan Aceh juga menjalankan penyelamatan Ketahanan Pangan, sedekah Ketahanan Pangan, dan Belajar gizi. Gerakan tersebut Melakukanupaya memastikan hasil panen tidak terbuang, petani memperoleh nilai lebih layak, dan Ketahanan Pangan dapat sampai kepada Komunitas yang membutuhkan.
“Sebagus-bagusnya Langkah adalah Langkah yang dijalankan. Walaupun kecil, ia bisa menjadi gelombang yang berkelanjutan,” kata Rivan.
Perjuangan Anak Aceh Untuk Masa Di Petani
Masa kecil Rivan sendiri Didekat Didalam dunia Pertanian. Putra Desa Ladang, Aceh Selatan, itu kerap ikut Hingga sawah dan kebun pala. Didalam sana, ia melihat ironi orang-orang yang mengusahakan ketahanan Ketahanan Pangan belum hidup sejahtera.
Mimpi itu ia bawa Hingga Wageningen University & Research Hingga Belanda. Didalam beasiswa LPDP, Rivan mendalami pemuliaan tanaman Untuk menjawab persoalan hama dan Gangguan pala Hingga Aceh. Akan Tetapi, Setelahnya mengikuti perkuliahan awal, ia memilih bidang yang dinilai lebih cepat diterapkan.
“Apa sih masalah mendasar yang bisa segera saya selesaikan dan Menyediakan manfaat Untuk orang banyak?” kenangnya.
Ia mempelajari sistem produksi tanaman, Pertanian regeneratif, Pertanian berkelanjutan, serta hubungan Di Ilmu Pengetahuan, lingkungan, produktivitas, dan pasar.
Rivan juga memahami bahwa Pertanian tidak cukup dibangun Didalam mengajarkan cara menanam. Petani perlu ditempatkan Di ekosistem yang menghubungkan produksi, pengolahan, industri, dan konsumen.
Belajar Lebih Jelas Setelahnya Lulus
Satu bulan Sebelumnya lulus kuliah Hingga Wageningen, Rivan Menyambut pekerjaan Hingga sebuah perusahaan pengolahan kelapa Hingga Aceh. Ia mendampingi petani, menjaga Standar bahan baku, dan menangani sertifikasi organik. Peran tersebut memberinya pemahaman mengenai rantai Usaha Pertanian, Dari hasil dipanen hingga diproses Untuk pasar Produk Ekspor.
Setelahnya hampir tiga tahun bekerja, Rivan mengikuti Langkah fellowship Hingga Amerika Serikat. Ia belajar Didalam organisasi lokal dan petani Hingga sana mengenai pasar yang lebih adil dan pengelolaan organisasi. Rivan juga sempat mendalami peran bank Ketahanan Pangan Di membantu Komunitas sekaligus menyerap hasil panen.
Sepulang Didalam Langkah fellowship tersebut, Rivan memilih meninggalkan pekerjaannya dan mendirikan Rumoh Ketahanan Pangan Aceh Ke 2024.
(nir/twu)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Sosok Rivan, Alumnus LPDP Bantu Petani Aceh Dapat Harga Panen Lebih Adil











