Rektor UMY soal Pendirian URI: Jangan Tumpang Tindih



Jakarta

Pemimpin Negara Prabowo Subianto berencana Berencana mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI). Ide ini Sesudah Itu Memperoleh sorotan Di berbagai pihak, termasuk pakar dan akademisi.

Salah satunya Di Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof Dr Achmad Nurmandi, M Sc. Ia menilai pendirian URI membutuhkan kajian yang komprehensif.

Ia mewanti-wanti agar pendirian URI tidak tumpang tindih Bersama Langkah yang sudah ada. Terutama Bersama penyelenggaraan perguruan tinggi negeri maupun swasta.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fokus Akademik yang ‘Tabrakan’

Nurmandi melihat ada ketidakselarasan bidang yang Berencana diadakan Di URI. Sebelumnya Itu, pemerintah memproyeksikan URI Berencana Berorientasi Di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta kedokteran.

Berencana tetapi, Di sisi lain URI juga disebut Berencana menjadi wadah pembinaan Kandidat pemimpin pemerintahan dan Badan Usaha Milik Bangsa (BUMN).

“Kalau basisnya berasal Di lembaga yang berorientasi Di ilmu sosial dan penyiapan Kandidat pemimpin, Sambil Itu fokus pendidikannya diarahkan Di STEM dan kedokteran, kesesuaiannya perlu dikaji kembali,” ujarnya dikutip Di laman UMY, Jumat (31/7/2026).

Nurmandi melihat jalur Pembelajaran Untuk Kandidat pemimpin sebenarnya sudah tersedia luas Lewat sekolah kedinasan, Langkah magister manajemen, hingga pelatihan eksekutif Di berbagai kampus yang sudah ada.

“Apabila kebutuhannya adalah menyiapkan Kandidat pemimpin pemerintahan atau BUMN, sebenarnya sudah terdapat berbagai jalur Pembelajaran dan pelatihan yang dapat diperkuat. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi tanpa harus langsung membentuk institusi Mutakhir,” jelasnya.

Dosen Berpotensi Untuk Saling Bersaing

Menurut Nurmandi, jika pembentukan URI tidak dikaji dahulu, maka Berencana Berpotensi Untuk Di persaingan Di perekrutan tenaga pengajar. Pasalnya, pendirian Langkah STEM hingga kedokteran Berencana membutuhkan dosen.

Jika perekrutan dosen diambil Di perguruan tinggi lain tanpa strategi regenerasi atau penambahan, ia berpendapat, praktik tersebut Berencana memicu pergeseran sumber daya.

“Persoalannya bukan hanya membangun gedung atau membuka Langkah studi. Perguruan tinggi membutuhkan dosen berkualifikasi, peneliti, laboratorium, tata kelola akademik, serta ekosistem keilmuan yang tidak dapat dibentuk Di waktu singkat,” katanya.

Alih-alih membangun institusi Mutakhir Di nol, Nurmandi menyarankan pemerintah Untuk memperkuat prodi STEM Di kampus-kampus yang sudah eksis.

“Daripada membangun institusi serupa Di awal, pemerintah dapat memperkuat Langkah studi STEM yang telah tersedia. Infrastruktur, dosen, dan tata kelolanya sudah ada Agar Dana dapat lebih banyak diarahkan Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran dan Studi,” jelas Nurmandi.

Terlebih, ia melihat Indonesia Di ini dihadapkan Bersama Aturan efisiensi. Pendirian URI tentunya Berencana mengeruk dana lagi Agar perlu pertimbangan yang cermat.

Ia berharap pemerintah bisa lebih transparan mengenai sumber pembiayaan dan
alasan mendasar pendirian URI.

“Pendirian perguruan tinggi Mutakhir membutuhkan alokasi Dana yang signifikan. Hal ini perlu dipertimbangkan secara cermat Di Di keterbatasan Dana Pembelajaran nasional Di ini,” kata Nurmandi.

(cyu/twu)



Cicin Yulianti


Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Di detikcom Sebelum 2022. Spesialis menulis topik Pembelajaran, kampus, sekolah, beasiswa, Kajian, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Rektor UMY soal Pendirian URI: Jangan Tumpang Tindih

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้