Jakarta –
Kotoran burung laut bisa Didalam Sebab Itu menjijikkan Untuk warga awam. Akan Tetapi, Untuk yang tahu, kotoran mereka bisa menggerakkan perekonomian kerajaan.
Hal ini dibuktikan Kerajaan Chincha Ke kawasan Pegunungan Andes Ke Peru. Sebelumnya menjadi Dibagian Untuk Kekaisaran Inca Di abad Hingga-15, kerajaan pesisir mereka makmur dan berpengaruh, dikutip Untuk laman University of Sydney.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekuatan Agrikultur
Arkeolog digital Dr Jacob Bongers Untuk University of Sydney menjelaskan, Kerajaan Chincha rupanya menggunakan kotoran burung laut yang kaya Konsumsi Bergizi atau guano sebagai bahan pupuk tanaman jagung.
“Guano Memperbaiki produksi jagung secara drastis, dan surplus Agrikultur ini sangat membantu Untuk Mendorong perekonomian Kerajaan Chincha, menggerakkan perdagangan, kekayaan, Perkembangan penduduk, dan pengaruh regional mereka, serta membentuk aliansi strategis mereka Didalam Kekaisaran Inca,” kata Bongers.
“Kotoran burung laut Bisa Jadi tampak sepele, Akan Tetapi studi kami Menunjukkan bahwa sumber daya yang ampuh ini dapat Memberi kontribusi signifikan Pada perubahan sosial-politik dan ekonomi Ke Pegunungan Andes Peru,” jelasnya.
Panen Kotoran Burung Untuk Kepulauan
Peneliti tamu (visiting scholar) Ke Australian Museum Research Institute ini menjelaskan, guano tersebut kemungkinan besar dikumpulkan Untuk Kepulauan Chincha Ke dekatnya. Kawasan tersebut terkenal Didalam terkenal Didalam deposit guano yang melimpah dan berkualitas tinggi.
“Tulisan-tulisan era kolonial yang kami pelajari melaporkan bahwa Komunitas Ke sepanjang pesisir Peru dan Chili utara berlayar Hingga beberapa pulau terdekat menggunakan rakit Untuk mengumpulkan kotoran burung laut Untuk pemupukan,” ucapnya.
Para peneliti Sebelumnya Membahas tanda-tanda biokimia Untuk 35 sampel jagung Untuk makam Ke Lembah Chincha, kawasan Kerajaan Chincha yang kuat dan dihuni Di 100.000 penduduk.
Hasil analisis kimia Menunjukkan, jagung-jagung tersebut Memiliki kadar nitrogen yang sangat tinggi, jauh melebihi Situasi tanah alami biasanya Ke Lokasi tersebut. Hal ini mengindikasikan, tanaman tersebut dipupuk Didalam guano burung laut yang kaya nitrogen, Sebab burung laut setempat makan hewan laut.
Peneliti pascadoktoral Ke Smithsonian Institution Ke Washington, DC, AS, Dr Emily Milton mengatakan, para peneliti juga memeriksa catatan sejarah Untuk menguatkan hasil Eksperimen.
“Catatan sejarah yang mendokumentasikan bagaimana kotoran burung diaplikasikan Hingga ladang jagung membantu kami menafsirkan data kimia dan memahami pentingnya praktik ini Ke Area tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan Eksperimen mereka, para warga Chincha sudah mengelola tanah Agrikultur Didalam sangat baik Dari 800 tahun lalu Ke Peru.
Lambang Burung dan Jagung
Hasil studi arkeologis juga mendapati para warga kerajaan mengabadikan burung laut, ikan, dan jagung bertunas Untuk lukisan, ukiran dinding, tembikar, kain, dan keramik mereka. Praktik ini Menunjukkan, burung laut dan jagung berperan penting Untuk Kebiasaan Global Komunitas kuno ini.
“Secara keseluruhan, bukti kimia dan material yang kami teliti mengkonfirmasi Eksperimen Sebelumnya yang Menunjukkan bahwa guano sengaja dikumpulkan dan digunakan sebagai pupuk,” kata Bongers.
Hasil studi ini dipublikasi Bongers dan rekan-rekan Ke jurnal PLOS One Didalam judul “Seabirds shaped the expansion of pre-Inca society in Peru”, 11 Februari 2026.
(twu/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kotoran Burung Didalam Sebab Itu Kekuatan, Bikin Kerajaan Ini Makmur











