Pertarungan Ke lapangan hijau Antara Argentina lawan Inggris Ke partai semifinal Trophy Dunia 2026 yang berlangsung Ke Atlanta, Amerika Serikat beberapa hari lalu memanaskan kembali sentimen sejarah kedua Negeri.
Faktanya Argentina dan Inggris memang pernah terlibat Di Pertempuran bersejarah Di 40 tahun lalu. Pertempuran tersebut memperebutkan Las Malvinas atau Kepulauan Malvinas, yang disebut Inggris Di Falkland Islands.
Permasalahan Malvinas ini rupanya tak pernah padam. Sesudah mengalahkan Inggris 2-1, sejumlah Olahragawan Argentina mengangkat spanduk bertuliskan “Las Malvinas Son Argentinas” yang artinya Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Inggris berang Di Aksi Ketidak Setujuan tersebut. Inggris Malahan mendesak FIFA Untuk Mengejar tindakan para Olahragawan Argentina membentangkan spanduk soal Malvinas.
Sekretaris Negeri Untuk Usaha dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle, menilai Argentina melakukan Pelanggar berat membawa pesan politik Hingga Laga.
Sambil, AS sebagai tuan Rumah secara mengejutkan membela Argentina. Andrew Giuliani, Kepala Task Force FIFA World Cup 2026 Di Gedung Putih, Berkata Ke Jumat (17/7/2026) bahwa Di berada Ke AS, Skuat Argentina Memperoleh kesempatan dan kemampuan Untuk menyampaikan pernyataan tersebut.
Giuliani merujuk Ke perlindungan kebebasan berbicara yang dijamin Di Amandemen Pertama Konstitusi AS.
Lantas bagaimana sejarah peperangan tersebut dan siapa pemenangnya?
|
Kepulauan Falkland atau Malvinas Foto: Getty Images/iStockphoto/LembiBuchanan
|
Sengketa Berusia Ratusan Tahun
Kepulauan atau Las Malvinas yang secara internasional dikenal Di Falkland Islands merupakan gugusan pulau yang berada Di 480 kilometer Di pesisir Argentina Ke Amerika Selatan. Area ini terdiri atas dua pulau utama dan ratusan pulau kecil Di jumlah penduduk Di 3.600 jiwa.
Sebelum akhir abad Hingga-16, pulau tersebut pernah didatangi dan dihuni Di ekspedisi Inggris, Prancis, serta Spanyol. Di beberapa abad berikutnya, berbagai Negeri saling mengklaim kepemilikan Area itu.
Ke 3 Januari 1833, Inggris berhasil menguasai kepulauan tersebut dan menetapkannya sebagai Area mahkota (British Crown Territory).
Sambil, Argentina menganggap Malvinas sebagai Pada Di wilayahnya Sebelum memperoleh kemerdekaan Di Spanyol Ke 1816. Hingga kini Argentina tidak pernah mengakui kedaulatan Inggris atas kepulauan tersebut.
Ke referendum tahun 2013, mayoritas warga Falkland memilih tetap menjadi Area Inggris. Pemerintah Inggris menggunakan hasil referendum itu sebagai dasar bahwa masa Didepan kepulauan harus ditentukan Di penduduknya sendiri.
Sebagai Alternatif, Argentina berpendapat bahwa penduduk Di ini merupakan hasil pemukiman yang dibentuk Inggris Supaya tidak Memperoleh hak menentukan status Area tersebut.
Pertempuran Malvinas atau Falkland 1982
Sesudah puluhan tahun perundingan tanpa hasil, konflik memuncak Ke 2 April 1982 ketika Argentina mengirim ribuan tentara Untuk merebut Kepulauan Malvinas.
Di itu, Ri Amerika Serikat Ronald Reagan sempat Berusaha membujuk junta militer Argentina agar membatalkan invasi, tetapi gagal. Inggris Sesudah Itu mengirim armada Pertempuran besar, termasuk kapal Pertempuran dan kapal selam, Untuk merebut kembali Area tersebut.
Pertempuran berlangsung Di 74 hari Sebelumnya akhirnya pasukan Argentina menyerah. Konflik tersebut menewaskan lebih Di 900 orang, sebagian besar merupakan tentara Argentina.
Kegagalan itu menjadi pukulan telak Untuk pemerintahan junta militer Argentina. Pemimpinnya Di itu, Leopoldo Galtieri, mengundurkan diri hanya beberapa hari Sesudah Perdana Pembantu Ri Inggris Margaret Thatcher Memperkenalkan Menang Inggris.
Malvinas Tak Pernah Hilang Di Identitas Argentina
Meski kalah Di Pertempuran, Argentina tidak pernah mencabut klaim atas Kepulauan Malvinas. Dikutip Di The New York Times, hingga kini, klaim tersebut Malahan tercantum Di Konstitusi Argentina dan menjadi Pada Di identitas nasional Negeri tersebut.
Dikutip Di laman Kementerian Luar Negeri Argentina, setiap tanggal 10 Juni, pemerintah dan rakyat Republik Argentina memperingati pembentukan Komando Politik dan Militer Untuk Kepulauan Malvinas dan pulau-pulau yang berdekatan Di Tanjung Horn.
“Sebuah peristiwa penting Di penegasan historis, hukum, dan politik atas hak kedaulatan kita Ke Atlantik Selatan,” tulis Kementerian Luar Negeri Argentina Di pernyataannya.
Simak Video “Video Perdebatan Olahragawan Argentina Bentangkan ‘Las Malvinas Son Argentinas’, Artinya Apa?“
[Gambas:Video 20detik]
(pal/twu)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Sejarah Las Malvinas, Sengketa Argentina-Inggris yang Ramai Ke Trophy Dunia 2026











