Kisah Ni’matul Zahro, Anak Petani yang Pernah Gagal LPDP Kini Kuliah S3 Di Aussie



Jakarta

Kegagalan bukan akhir segalanya. Kalimat ini bukanlah slogan belaka, melainkan kisah inspiratif Di Ni’matul Zahro.

Ni’matul Zahro Mungkin Saja kurang beruntung Di hal ekonomi. Ia berasal Di keluarga petani Di Gresik.

Meski begitu, mimpinya tak terbatas Di meraih Pembelajaran tinggi. Di ia gagal Sebab ditolak beasiswa LPDP Ke percobaan pertama, ia tak mudah menyerah begitu saja. Ke percobaan berikutnya, ia terus berjuang sampai lolos.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai akhirnya, ia berhasil lolos S2 dan berkuliah Di Science Education Di University College London, Inggris.

“Saya memang sudah bermimpi bisa belajar Di luar negeri Sebelum kuliah S1. Sesudah lulus dan bekerja, saya terus Merencanakan diri. Saya juga ambil S2 Di Inggris. Saya mengikuti seleksi LPDP. Percobaan pertama gagal, tetapi saya mencoba lagi hingga akhirnya lolos,” katanya, dikutip Di detikJatim, Rabu (8/7/2026).

Tekad dan Perjuangan Mengalahkan Keterbatasan

Perjuangan Ni’matul menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan sebuah alasan Sebagai bermimpi tinggi. Ke Di mengejar beasiswa S1 Di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), ia harus meminjam Literatur persiapan SBMPTN (kini SNBT).

Sebagai belajar, ia meminjam Literatur Di tetangga. Ia fokus Sebagai lolos seleksi beasiswa, meski Di Di hatinya khawatir Yang Terkait Di biaya kuliah nantinya.

“Literatur SBMPTN yang saya gunakan waktu itu meminjam Di tetangga. Saya mengikuti seleksi Lewat jalur Bidikmisi Agar tidak perlu membayar biaya. Kekhawatiran ibu Di itu adalah bagaimana biaya kuliah nanti. Tapi saya terus berjuang hingga akhirnya mimpi itu tidak berhenti Di sana,” ungkap perempuan kelahiran 1999 tersebut.

Tak hanya ekonomi, Ni’matul juga Berusaha Mengatasi tantangan lain, yaitu ketidakhadiran ayahnya Sebelum kecil. Ayahnya bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) Di luar negeri dan tidak pernah kembali pulang.

Sembari berjuang, ia harus Merasakan ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Di alasan inilah, tekad dan perjuangan Ni’matul menjadi Lebihterus kuat.

“Beliau mengajarkan arti kerja keras, pantang menyerah, dan selalu Menyediakan restu Di setiap langkah saya,” ucapnya.

Studi PhD Di Australia

Mimpi Ni’matul tidak berhenti Di Inggris. Ia kembali melanjutkan mimpinya Sebagai studi doktoral.

Langkah itu tercapai dan kini ia Di menempuh Pembelajaran doktor (PhD Education) Di Southern Cross University, Australia

Sebagai Merasakan beasiswa S3, Ni’matul harus mencari berbagai Langkah PhD fully funded Di sejumlah Negeri, menghubungi Kandidat profesor pembimbing, mengikuti wawancara, menyusun proposal Eksperimen, hingga akhirnya Merasakan surat penerimaan Di 2 bulan Sesudah proses seleksi berlangsung.

Di sela Kegiatan akademiknya, ia juga mengajar Kimia IGCSE Di Timedoor Academy. Di Di, ia ingin ilmu dan pengalamannya dibawa pulang Sebagai memberi manfaat Bagi Komunitas.

“Saya percaya membangun desa tidak harus selalu Di tinggal Di desa. Ilmu, Penghayatan, dan jaringan yang saya peroleh bisa saya bawa pulang Lewat kolaborasi Di pemerintah desa, sekolah, komunitas, maupun generasi muda,” tuturnya.

Baginya, latar Dibelakang seseorang bukan yang menentukan apakah ia bisa meraih cita-citanya atau tidak. Sebab, semua orang bisa Memperoleh kesempatan yang sama.

“Latar Dibelakang keluarga tidak menentukan seseorang bisa atau tidak meraih cita-cita. Saya percaya semua orang Memperoleh kesempatan yang sama. Hal yang membuat saya ingin Di luar negeri sederhana saja, saya hanya ingin melihat dunia yang lebih luas,” kata Ni’matul.

(faz/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kisah Ni’matul Zahro, Anak Petani yang Pernah Gagal LPDP Kini Kuliah S3 Di Aussie

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้