Edu  

Mangrove Langka yang Di Sebab Itu Habitat Bekantan Terancam Punah, Terdapat 527 Individu



Jakarta

Kini terancam punah, Camptostemon philippinensis atau mangrove langka asal Indonesia masuk daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Ke dasarnya, tumbuhan ini sudah terdata Untuk jenis mangrove yang dilindungi pemerintah RI.

Akan Tetapi, Lantaran populasinya sangat terbatas dan tersebar Hingga lokasi tertentu, kemungkinan punahnya tetap tinggi. Hal ini diketahui Untuk hasil Eksperimen yang didanai BRIN dan LPDP Melewati skema Pendanaan Ekspedisi dan Pendalaman Ke 2022 dan RIIM batch II Ke 2023-2024.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

527 Individu Mangrove Telah Terdata

Eksperimen dimulai Di Pendalaman Regu peneliti Hingga Daerah Kalimantan Sebagai Merasakan dan mendata jenis-jenis mangrove. Regu menyusuri Disekitar 200 kilometer kawasan mangrove Hingga Teluk Balik Papan, Untuk Sepaku hingga pesisir kota Balikpapan.

Ke survei awal, peneliti menemukan satu pohon C. philippinensis Hingga Pulau Kowangan dan beberapa pohon lagi Hingga Pantai Lango, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Survei itu dilanjutkan Di penelusuran lain Sebagai mengetahui jumlah individu Untuk Pertumbuhan tersebut, tahap Kemajuan, dan distribusi spesies Hingga habitat alaminya.

Hasilnya, ditemukan 527 individu C. philippinensis Hingga kawasan Pantai Lango. Pertumbuhan itu didominasi Di semaian atau anakan muda sebanyak 452 individu, 49 pohon dewasa dan 26 pancang.

Peneliti Pusat Kajian Botani Terapan BRIN, Istiana Prihatini mengatakan Kepuasan itu Menunjukkan bila spesies ini masih Memperoleh kemampuan regenerasi alami yang cukup baik. Tapi, keberadaanya yang terbatas menjadi ancaman serius, Supaya perlu dijaga secara berkelanjutan.

“Keberadaan C. philippinensis Hingga Teluk Balikpapan Menunjukkan kawasan ini Memperoleh nilai biodiversitas yang sangat penting dan perlu Menyambut perhatian serius Untuk upaya konservasi,” tuturnya dikutip Untuk laman resmi BRIN.

BRIN juga menjelaskan habitat C. philippinensis Hingga Teluk Balikpapan berada Ke zona mangrove lapis kedua. Mereka tumbuh Hingga tekstur tanah dominan berpasir dan genangan air yang terjadi Di pasang tinggi.

Hingga kawasan itu, spesies ini tumbuh bersama sejumlah vegetasi mangrove lain seperti Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Avicennia alba, Lumnitzera littorea, dan Xylocarpus granatum.

Karya Manusia Di Sebab Itu Ancaman Serius

Lebih Jelas, Istiana menekankan ancaman serius yang bisa mengakibatkan kelangkaan C. philippinensis justru datang Untuk Karya manusia. Karya yang dimaksud termasuk, alih fungsi lahan, Kerusakan Lingkungan, pembalakan liar, dan pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Untuk temuan yang ada, spesies ini hadir Hingga Didekat Di pemukiman penduduk. Di Sebab Itu, setiap Karya manusia seperti yang disebutkan Sebelumnya, dapat menyebabkan kerusakan kecil yang Lalu berimbas Di meningkatnya potensi kepunahan.

“Habitat C. philippinensis sangat terbatas. Jika terjadi kerusakan habitat, risiko kepunahan lokal spesies ini Berencana Lebihterus besar,” tegas Istiana.

Habitat Bekantan Kalimantan

Tidak hanya penting Untuk ekosistem pesisir, mangrove langka ini diduga juga Rumah Untuk Bekantan (Nasalis larvatus), satwa endemik Kalimantan yang dilindungi. Dugaan ini bisa timbul usai peneliti menemukan bekas gigitan Bekantan Ke daun mangrove.

Nelayan setempat yang mendampingi kegiatan Regu, Darman, juga melaporkan adanya kelompok Bekantan Hingga Disekitar habitat mangrove. Melihat Kepuasan ini, Regu peneliti BRIN menilai perlu langkah konservasi yang lebih kuat.

BRIN merekomendasikan beberapa upaya pelindungan, seperti restorasi kawasan mangrove yang rusak, penyimpanan material genetik, hingga Pembaruan konservasi ex-situ Di memperbanyak tanaman. Hingga Di Itu, diperlukan Eksperimen lanjutan Untuk studi utama ini.

Eksperimen lanjutan diperlukan Sebagai mengetahui keragaman genetik dan peran ekologis sepesies ini. Pengetahun tersebut dinilai BRIN penting Sebagai mendukung strategi konservasi jangka panjang Hingga Indonesia.

(det/pal)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mangrove Langka yang Di Sebab Itu Habitat Bekantan Terancam Punah, Terdapat 527 Individu

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้