Edu  

Studi Ungkap Bukti Praktik Perawatan Medis Gigi Tertua, Berusia 59 Ribu Tahun



Jakarta

Para arkeolog Untuk studi terbaru menemukan bukti praktik Perawatan Medis gigi tertua yang diketahui Di ini. Bukti tersebut adalah sebuah lubang Di gigi Neanderthal berusia 59 ribu tahun.

Neanderthal adalah manusia purba yang hidup Di Area Eropa dan Asia Asia barat daya-Di Di 400 ribu tahun yang lalu. Spesies yang disebut sebagai Homo neanderthalensis ini diketahui punah Disekitar 40 ribu tahun yang lalu.

Akansegera tetapi, Disekitar 59 ribu tahun yang lalu, seorang Neanderthal melubangi salah satu gigi temannya Untuk obati lubang yang terasa menyakitkan. Proses ini, disebut sebagai bukti Perawatan Medis karies atau kerusakan gigi.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelahnya punah, jejak gigi Neanderthal itu ditemukan Di sebuah gua Di Rusia. Ilmuwan menemukannya dan dibawa Hingga laboratorium Untuk Eksperimen Lebih Jelas.

Bukti gigi itu Lalu diteliti Di alat yang mampu mengangkat jaringan terinfeksi Di bawahnya. Hasilnya, ini merupakan bukti tertua Perawatan Medis invasif yang pernah ditemukan hingga Di ini.

Ilmuwan Di Institut Arkeologi dan Etnografi Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia yang juga penulis senior studi, Kseniya Kolobova menyebut ada bukti lain yang ditemukan Di gua. Bukti yang dimaksud adalah Karyaseni simbolik, penguburan, dan penggunaan alat yang kompleks.

“Bersama Di bukti lain tentang Karyaseni simbolik, penguburan, dan penggunaan alat yang kompleks, gigi ini menantang stereotip lama bahwa Neanderthal secara kognitif lebih rendah daripada kita (Homo sapiens),” tuturnya dikutip Di Science ABC News.

Gua Rusia: Lokasi Penemuan Gigi Manusia Purba

Gigi itu ditemukan Di Gua Chagyrskaya, Siberia barat daya, Rusia Di lapisan sedimen yang berusia Disekitar 59 ribu tahun. Lokasi ini juga diketahui sebagai sumber fosil Neanderthal.

Disebutkan gigi yang ditemukan adalah gigi geraham dewasa. Di gigi geraham itu ada lubang Untuk yang mencapai rongga tengahnya.

Lokasi lubang hampir menyentuh pulpa gigi, Dibagian terdalam yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Untuk memeriksa gigi, peneliti menggunakan pemindaian sinar-X.

Pemindaian itu menemukan pola mikroskopis yang menurut Kolobova tidak Mungkin Saja tercipta Sebab proses alami. Lubang itu juga tanda-tanda yang jelas terjadinya kerusakan gigi.

Melihatnya, ilmuwan mencoba Untuk meniru tanda serupa Di mengebor lubang Di gigi modern menggunakan alat bantu. Ketika menggunakan alat bantu ujung batu, terbentuk pola mikroskopis yang sama.

“Kita dapat Di yakin mengatakan bahwa tanda-tanda tersebut adalah hasil Di intervensi manusia yang disengaja,” urai Kolobova.

Terapi Gigi Di Manusia Purba Neanderthal Masih Hidup

Lebih Jelas, Kolobova menyebut praktik pengeboran pasti terjadi ketika pemilik gigi tersebut masih hidup. Hal itu terlihat Di tanda-tanda penyembuhan dan polesan khas yang hanya bisa didapatkan Di kontak terus-menerus Di Makanan atau bahan lain.

Kolobova juga mengatakan bila intervensi ini kemungkinan besar Untuk meredakan sakit gigi. Membuka ruang pulpa Akansegera melepaskan tekanan dan menghilangkan jaringan yang terinfeksi, Mengurangi rasa sakit, dan menghentikan penyebaran Penyakit Menyebar.

“Fakta bahwa gigi tersebut Menunjukkan polesan akibat penggunaan terus-menerus Setelahnya intervensi membuktikan bahwa individu tersebut selamat dan gigi tersebut tetap berfungsi,” paparnya.

Untuk konteks Perawatan Medis Keadaan Di Zaman Batu, praktik itu merupakan pencapaian yang luar biasa. Gigi geraham tersebut kemungkinan terletak Di Dibagian Di mulut, Supaya prosedur melubanginya butuh ketelitian yang cukup tinggi.

Peneliti menilai ada kemungkinan prosedur itu dilakukan sendiri. Secara fundamental, temuan ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang Neanderthal.

“Ini Menunjukkan bahwa Neanderthal Memperoleh penalaran kausal abstrak: mereka dapat menghubungkan sensasi nyeri Di Penyakit Menyebar tersembunyi jauh Di Untuk gigi dan merancang metode yang disengaja Untuk menghilangkannya,” ungkap Kolobova lagi.

Lubang Di gigi jarang ditemukan Di sisa-sisa gigi Neanderthal. Karena Itu, peneliti berharap, penemuan ini Akansegera Merangsang ilmuwan Mengusut fosil lain.

Kolobova dan timnya juga berencana Untuk Mengusut gigi tersebut Lebih Jelas. Terutama tentang Perawatan Medis lanjutan seperti menambal gigi Di lilin atau bahan organik lain yang dilakukan individu Neanderthal itu.

“Jika kita menemukan sisa-sisa seperti itu, hal itu Akansegera menambah dimensi Terbaru Di pemahaman kita tentang pengetahuan medis Neanderthal,” tandasnya.

Studi ini terbit Di jurnal Plos One Di judul “Earliest evidence for invasive mitigation of dental caries by Neanderthals”.

(det/nah)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Studi Ungkap Bukti Praktik Perawatan Medis Gigi Tertua, Berusia 59 Ribu Tahun

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้