Cerita Septia, Lolos Seleksi Google Student Ambassador 2026 Di 81.000 Pendaftar


Jakarta

Google Student Ambassador 2026 menjaring total 81.000 lebih pendaftar. Sebanyak 2.000 mahasiswa Hingga berbagai perguruan tinggi lolos seleksi. Salah satunya Septia Ratnasari.

Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta ini membagikan Pengalaman Hidup dan kiat lolos seleksi Google Student Ambassador versinya. Seperti apa?

Kreator Konten tentang AI

Septia aktif bermedia sosial sebagai konten kreator tentang AI. Hingga akun Instagram @haiiseptiaaa, ia berbagi tips penggunaan AI sehari-hari dan kehidupan sebagai mahasiswa.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Aku ingin sharing aja penggunaan AI aku, gitu; gimana sih caranya aku pakai AI Bagi perkuliahan aku, kayak gitu awalnya. Pengen teman-teman tuh tahu penggunaan AI nggak cuma Bagi senang-senang aja,” tuturnya Di detikEdu usai pelantikan Google Student Ambassador 2026 Hingga MGP Space, SCBD Park, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

Pengalamannya tersebut selaras Didalam Inisiatif Google Student Ambassador, inisiatif pemberdayaan generasi muda agar berperan aktif Mendorong pemanfaatan Ilmu Pengetahuan digital dan AI secara inklusif serta bertanggung jawab Hingga kampus. Para mahasiswa juga diharapkan belajar, bereksperimen, dan menciptakan dampak nyata Didalam Ilmu Pengetahuan, khususnya AI.

Sebagai konten kreator, Septia memilih branding sebagai mahasiswa. Hal ini juga selaras Didalam Inisiatif GSA yang mencari mahasiswa aktif D3, D4, dan S1 Bagi menjadi duta Hingga kampus masing-masing.

Lengkapi Portofolio

Kendati demikian, ia menuturkan, mahasiswa juga bisa menonjolkan sisi unggul dan potensi berdampak masing-masing Di pendaftaran. Diketahui, sejumlah pendaftar juga menonjolkan sisi minatnya Di literasi AI Bagi diri sendiri dan Komunitas, serta pemanfaatan AI Bagi menjawab tantangan sosial Hingga Disekitar.

“Didalam Sebab Itu nggak cuma konten kreator,” imbuhnya.

Septia sendiri membangun portofolionya Didalam menjadi pembicara Hingga kegiatan-kegiatan kampus. Di situ, ia juga berkolaborasi Didalam sejumlah brand. Capaian ini Setelahnya Itu dicatatkan juga Hingga LinkedIn sebagai pendukung kredibilitasnya.

Bagi dapat menjadi pembicara, ia semula aktif memperkaya wawasan lewat beragam seminar Hingga kampus dan kegiatan Hingga luar kampus. Ia menuturkan, Pengalaman Hidup menjadi pembicara Hingga kegiatan kecil Hingga lingkungan Rumah atau kampus pun bermanfaat Bagi melatih kemampuan diri dan membuktikan usaha Bagi berdaya.

“Walau kapasitasnya masih kecil-kecil, itu juga pasti Akansegera dilirik kok sama Google,” tuturnya.

Kenali Visi-Misi Diri

Di pendaftaran, para mahasiswa Di lain diminta Bagi membuat konten bebas. Pendaftar juga diminta merespons sejumlah pertanyaan Didalam jawaban serupa esai Hingga GForm.

Hingga YouTube, pendaftar juga diminta mengunggah video pengenalan diri serta visi-misi Hingga Didepan. Di video tersebut, Septia sendiri mengungkapkan keinginan agar GSA menjadi platform berbagi pemanfaatan AI lebih Di bersama rekan-rekan duta mahasiswa lainnya.

Septia juga berencana membuat komunitas Hingga kampus yang bisa Mendorong literasi AI. Didalam Sebab Itu, AI tidak mendegradasi otak atau kemampuan manusia, tetapi mendukung produktivitas Di kehidupan sehari-hari, termasuk secara profesional kelak Hingga dunia kerja.

“Alhamdulillah kemarin sama dekan udah Hingga-acc juga,” tuturnya.

“Juga udah ada kolaborasi Didalam organisasi Hingga kampus aku. Nanti kemungkinan aku Akansegera bikin Kegiatan kayak semacam workshop ya, tentang literasi AI, dan sekalian praktiknya sama teman-teman,” imbuh Septia.

Pemanfaatan AI yang Berdampak

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim mengatakan, para mahasiswa terpilih diharapkan dapat memanfaatkan Ilmu Pengetahuan AI Bagi Mendorong produktivitas perkuliahan dan menciptakan solusi kreatif Hingga kampus.

Para mahasiswa duta Google ini juga diharapkan menjadi role model Bagi mahasiswa lain Bagi memanfaatkan AI secara etis dan bermanfaat. Lewat pelatihan, bimbingan, dan sertifikasi, para mahasiswa disiapkan Bagi bermanfaat Bagi kampus, diri sendiri, dan Belajar RI.

“Di tiga hal ini, kita harapkan bisa membentuk komunitas mahasiswa yang literasinya sungguh bagus,” kata Muriel Di inagurasi.

Mulai tahun ini, Muriel mengatakan, ada Google Student Ambassador Buddy yang diterapkan Di rangkaian GSA. Di GSA Buddy, terdapat projek-projek yang dapat dikerjakan secara berkelompok.

“Supaya bisa kolaborasi, bisa share ideas, bisa brainstorming, belajar Di sesama teman. Didalam Sebab Itu harusnya Akansegera, mudah-mudahan, bisa membuat proyek dan kolaborasi yang lebih inklusif,” tuturnya.

(twu/nah)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Cerita Septia, Lolos Seleksi Google Student Ambassador 2026 Di 81.000 Pendaftar

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้