Kampus Tidak Toleransi Perbuatan Tindak Kekerasan!



Jakarta

Beredar unggahan video Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Keahlian Bandung (ITB) yang membawakan lagu ‘Erika’ bermuatan unsur pelecehan seksual Di perempuan. Di video tersebut, lagu itu turut dinyanyikan bersama para peserta Kegiatan.

Video tersebut viral tak lama Setelahnya Tindak Kejahatan Tindak Kekerasan seksual mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) trending Di media sosial. Peristiwa ini disusul seruan warganet lainnya Sebagai mengusut Tindak Kejahatan dugaan pelecehan seksual serupa Di group chat mahasiswa ITB dan dugaan Tindak Kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa ITB beberapa tahun terakhir.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons peristiwa ini, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul. Ia menegaskan pihaknya tidak menoleransi kekekerasan Di lingkungan kampus.

“Dan kami tentu saja tidak Berencana Menyediakan toleransi apapun Pada perbuatan-perbuatan yang mengandung Tindak Kekerasan Di Untuk lingkungan kampus,” ucap Tata Untuk pos Instagram resmi ITB, dikutip Minggu (19/4/2026).

Tata Mengungkapkan pihaknya menyikapi Di serius permasalahan tersebut. Di antaranya Di menindaklanjuti Hingga berbagai pihak, mulai Di pihak Satuan Tugas Upaya Mencegah dan Penanganan Tindak Kekerasan (Satgas PPK) hingga himpunan jurusan.

“Kami Pertemuan maraton Di Satgas PPK, kami bertemu Di keluarga mahasiswa ITB, Di para ketua himpunan jurusan, yang Setelahnya Itu juga Berencana menindaklanjuti Di berbagai kegiatan yang intinya adalah Memperbaiki awareness dan melakukan Upaya Mencegah agar kejadian yang serupa tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Tata Mengungkapkan pihaknya berkomitmen Sebagai membuat lingkungan kampus nyaman Bagi mahasiswa Sebagai belajar.

“Kami Berencana terus berkomitmen Sebagai membangun lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan menjunjung etika serta martabat kemanusiaan Agar seluruh mahasiswa dapat belajar, tumbuh, dan berkontribusi secara optimal,” sambungnya.

Tata Mengungkapkan terima kasih atas kepedulian dan masukan berbagai pihak, Ia mengatakan peristiwa belakangan ini menjadi pengingat Bagi ITB Sebagai melakukan perbaikan.

Terpisah, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB meminta maaf atas lagu ‘Erika’ yang pernah dibawakan para mahasiswa. Pihak himpunan mengakui konten Untuk penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai Untuk lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan.

Himpunan Mahasiswa Tambang ITB Mengungkapkan pihaknya tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok mana pun.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan Mengetahui sensitivitas Topik ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada Kelompok, khususnya perempuan,” tulis Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, Rabu (15/4/2026).

HMT ITB Mengungkapkan pihaknya juga sudah meminta pihak Yang Terkait Di Sebagai menurunkan konten tersebut Di akun pengunggahnya media sosial. Mereka mengatakan sudah melakukan evaluasi internal Di konten, pelaksanaan, dan kegiatan atas lagu Yang Terkait Di dan lagu yang mengandung unsur serupa.

“Kami telah berkoordinasi Di para pihak Yang Terkait Di Sebagai segera menurunkan (take down) konten video dan audio Di kanal resmi HMT-ITB serta penghapusan Di akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar Di Kelompok,” tulisnya.

Per Minggu (19/4/2026), video tersebut masih tersebar Di sejumlah akun media sosial.

(twu/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kampus Tidak Toleransi Perbuatan Tindak Kekerasan!

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้