Jakarta –
Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani menyampaikan Situasi iklim Internasional Pada ini berada Di fase netral. Hingga mana indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) Disekitar +0,28.
Tetapi, Faisal Mengantisipasi Di semester kedua 2026 kondisinya bisa berkembang Hingga fase El Nino lemah. Perkembangannya bisa sampai moderat Bersama Kemungkinan 50-80 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
El Nino dan Kemarau Tidak Selalu Bersamaan
Memasuki musim kemarau ini, banyak wacana yang menyebut musim kemarau selalu diiringi Bersama El Nino. Akansegera tetapi, Faisal menegaskan El Nino dan musim kemarau berbeda dan tidak selalu bersamaan.
“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua Trend Populer yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap Akansegera datang setiap tahun Hingga Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan Bersama musim kemarau, maka kemaraunya Akansegera menjadi jauh lebih kering,” jelas Faisal dikutip Bersama laman BMKG, Selasa (14/4/2026).
Musim kemarau sendiri diprediksi masuk mulai periode April Sebagai 114 ZOM (16,3%), Mei Sebagai 184 ZOM (26,3%), dan Juni 2026 Sebagai 163 ZOM (23,3%).
Samping Itu, awal musim kemarau Hingga sebagian besar Area Indonesia diprediksi datang lebih awal atau MAJU (325 ZOM; 46,5%) dan SAMA Bersama normalnya (173 ZOM; 23,7%).
Antisipasi Bencana Di Musim Kemarau
Berjuang Bersama musim kemarau kering ini, BMKG melakukan beberapa upaya seperti menguatkan manajemen waduk, irigasi berbasis data, melakukan operasi modifikasi cuaca, dan Pencalonan Politik efisiensi penggunaan air.
“BMKG tidak hanya mengurusi kebencanaan, tetapi juga mendukung berbagai sektor pembangunan seperti Pertanian, perhubungan (darat, laut, dan udara), serta infrastruktur pekerjaan umum,” kata Faisal.
Ditambahkan Dari Plh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Adenan Rasyid, pengaruh musim kemarau kering tahun ini dapat berdampak Di penurunan debit sungai dan volume waduk, gangguan pola tanam, hingga Kebakaran Liar dan lahan.
“Kita tidak bisa menghindari kemarau, tetapi kita bisa memastikan dampaknya tidak berkembang menjadi krisis. Kecepatanakses antisipasi dan koordinasi menjadi Kunci yang harus kita jaga bersama,” ujar Adenan.
(cyu/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kemarau Tetap Datang Tiap Tahun, El Nino Belum Tentu Ikut









