UPH Gelar Puncak Natal Nasional 2025, Angkat Tema Kekeluargaan-Pembelajaran



Jakarta

Universitas Pelita Harapan (UPH) Melakukan doa bersama dan seminar Bersama hadirin siswa hingga mahasiswa. Kegiatan ini menjadi puncak Bersama rangkaian Natal Nasional Republik Indonesia 2025.

Seminar Memperkenalkan berbagai tokoh mulai Bersama Pembantu Presiden Pembantu Presiden Agama (Menag) Nasarudin Umar, Pembantu Presiden Pembantu Presiden Pembelajaran Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, Pembantu Presiden Pembantu Presiden Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Pendiri Yayasan Pembelajaran Pelita Harapan & Praktisi Usaha, James Riady.

Rektor UPH Jonathan L Parapak, membuka Kegiatan Bersama manyampaikan bahwa tema Natal Nasional kali ini adalah kekeluargaan dan Pembelajaran. Menurutnya, aspek ini penting Untuk Mendorong Kesenangan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bersama Sebab itulah kami sangat berbahagia Di Universitas Pelita Harapan, bahwa tema natal kali ini supaya benar-benar kita memperhatikan keluarga dan khususnya berhubungan,” kata Jonathan Di Ruang Grand Chapel, UPH Kampus Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Selasa (3/2/2026).

Pembantu Presiden Pembantu Presiden Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait selaku Ketua Panitia Natal Nasional 2025 menyebut, seminar Natal Nasional 2025 telah digelar Di 10 Daerah lain Sebelumnya Itu. Selain seminar, ia juga mengatakan distribusi Pemberian sosial telah diedarkan kepada banyak penerima.

“Bersama Pak James, begitu banyak Pemberian publik, Malahan Bersama yang non-Kristiani Sebagai Pemberian sosial sampai sekarang banyak yang belum bisa menyelesaikan distribusi Pemberian sosial saking banyaknya,” katanya.

Pelayanan-Pembelajaran Sosial Harus Digalakkan

James mengatakan Natal Nasional ini harus diaplikasikan sesuai Bersama salah satu nilai gereja yakni pelayanan sosial. Di Di Itu, diterapkan lewat Pembelajaran yang baik.

Ia menegaskan pelayanan sosial bukan tujuan akhir melainkan sarana Sebagai membawa manusia Di Kristus. Menurutnya gereja harus aktif secara sosial tanpa kehilangan pusat iman.

“Hal-hal yang Sambil, yang temporal, yang bisa dilihat, yang sepertinya nyata, atau sesuatu hal yang lebih daripada itu. Kita kejar yang kelihatan atau yang kekal,” katanya.

James juga menyampaikan Pembelajaran Untuk Kontek Sini adalah proses penemuan. Ia mengajak siswa dan mahasiswa Sebagai tidak berhenti belajar.

“Tetapi Pembelajaran sejati adalah satu proses Sebagai penemuan, Penjelajahan. Dan penemuan sejati harus membawa manusia kepada Allah yang Berkata dirinya,” tuturnya.

Ditambahkan Bersama Rektor UPH, Pembelajaran nilai, komunikasi, dan Kedaulatan Rakyat Untuk keluarga menurutnya menjadi dasar Untuk Negeri yang kuat. Pembelajaran juga dipandang tidak terpisah Bersama keluarga.

“Tetapi Untuk keluarga UPH juga hadir begitu banyak sekolah lebih Bersama 70 sekolah Di seluruh Indonesia Supaya Pembelajaran Bersama Sebab Itu tema yang diangkat Di Untuk seminar nasional ini,” katanya.

Adapun tujuan lain Bersama Seminar Natal Nasional 2025 ini Di lain:

1. Mensyukuri penyertaan Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya Natal Nasional RI Tahun 2025.

2. Membangun kesadaran Berencana peran strategis keluarga Untuk merawat persaudaraan dan persatuan bangsa.

3. Menguatkan dialog dan kerja sama antarumat beragama Untuk membangun keluarga Indonesia yang rukun, toleran, dan berkeadaban.

4. Menegaskan peran nilai-nilai agama, Pembelajaran, dan ilmu pengetahuan Untuk membentuk Pembelajaran cinta Di Di keluarga dan Kelompok.

5. Memberi wawasan dan refleksi kebangsaan Lewat pemaparan tokoh nasional dan pemimpin agama.

6. Menerbitkan hasil seminar Untuk bentuk Bacaan sebagai legacy intelektual dan pastoral Natal Nasional 2025.

(nwk/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: UPH Gelar Puncak Natal Nasional 2025, Angkat Tema Kekeluargaan-Pembelajaran

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้