Jakarta –
Anggota Komisi X Wakil Rakyat RI Ledia Hanifa Amalia mengungkapkan fakta mengejutkan tentang Kepuasan sebagian mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Mereka diperlakukan bak ‘sapi perah’ Hingga keluarganya.
Ledia menyebut, banyak Hingga Di mereka justru Merasakan tekanan Di keluarga dan menjadi korban penyalahgunaan Dukungan biaya Belajar yang seharusnya digunakan Untuk menunjang studi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu Ledia sampaikan Urun Rembuk: Masa Didepan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia yang digelar Hingga Auditorium Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Dukungan Biaya Belajar Kerap Disalahgunakan Keluarga
Di forum ini, Ledia menuturkan bahwa permasalahan mahasiswa penerima KIP Kuliah jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan akademik atau pelaporan nilai.
“Anak-anak penerima KIP Kuliah, problemnya anak KIP Kuliah kan tidak sederhana. Bukan cuman sekedar Memperoleh, melaporkan nilainya jelek, bukan cuman sekedar itu,” ujar Ledia.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar mahasiswa penerima Dukungan justru harus Berusaha Mengatasi tekanan ekonomi dan sosial Di keluarga mereka sendiri.
“Sebab dia kan terlibat Bersama orang tuanya, bapak, ibu, orang tuanya itu banyak yang menganggap bahwa ini (KIP Kuliah) adalah tambahan penghasilan Agar diambil, ada banyak anak drop out, lebih Sebab dipakai Untuk kebutuhan Hingga Tempattinggal,” tuturnya.
Ledia mengaku prihatin Bersama praktik penyalahgunaan Dukungan Belajar yang Malahan dilakukan Bersama anggota keluarga penerima.
“Mending kalau cuman buat beli beras, buat nyicil Kendaraan Bermotor Roda Dua, buat rokok, dan Malahan ada yang lebih jahatnya lagi, keluarganya. Ini sampai sedih gitu dengarnya. Keluarganya-bukan ayah, bukan ibu- budenya, pakdenya, minta sih anak-anak berfoto Bersama KTP, ngambil pinjaman online, Sebab ‘nanti kamu yang bayarkan, kamu yang dapat duitnya’. Sampai seperti itu,” ujarnya Bersama nada prihatin.
Menurut Ledia, Kepuasan tersebut Menunjukkan masih rendahnya pemahaman keluarga Pada tujuan Dukungan Belajar pemerintah.
Sebab itu, ia Mendorong agar kampus dan berbagai pihak Yang Terkait Bersama turut mendampingi mahasiswa penerima KIP.
(nwk/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Miris! Ada Temuan Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Karena Itu ‘Sapi Perah’ Keluarga











