Jakarta –
Latar Dibelakang keluarga bukanlah penghalang Untuk meraih prestasi akademik tinggi. Hal itu dibuktikan Didalam Abdul Muin yang sukses menuntaskan studi magisternya Di Universitas Negeri Jakarta.
Putra seorang petani tersebut dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Setelahnya lulus Didalam Inisiatif Studi Magister Belajar Geografi Didalam capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,87.
Abdul mengaku perjalanan studinya penuh tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Ia tidak hanya ditempa secara akademik, tetapi juga diasah Untuk cara berpikir dan memahami berbagai persoalan, khususnya yang berkaitan Didalam lingkungan dan pembangunan Area.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Rasanya campur aduk Di Sejahtera dan haru. Pada kuliah, saya benar-benar ditempa, bukan hanya secara akademik, tetapi juga cara berpikir dan memandang persoalan, khususnya Yang Berhubungan Didalam lingkungan dan pembangunan Area,” ungkapnya dikutip Didalam laman UNJ, Jumat (24/4/2026).
Ibu Karena Itu Inspirasi Besar
Di balik capaian tersebut, peran keluarga menjadi fondasi utama. Abdul menyebut sang ibu sebagai sumber Inspirasi terbesarnya. Ia ingin mempersembahkan Prestasi ini Untuk perempuan yang telah berjuang membesarkannya sebagai petani.
“Kalau hari ini saya bisa sampai Di titik ini, itu bukan Lantaran saya hebat, tapi Lantaran doa seorang ibu yang tidak pernah putus,” katanya.
Di Samping Itu, dorongan Didalam sang ayah juga menjadi pengingat agar ia terus melanjutkan Belajar. Nasihat tersebut yang Setelahnya Itu menguatkan langkah Abdul hingga berhasil menuntaskan Belajar Didalam jenjang sarjana hingga magister.
Tantangan Pada Kuliah
Tak selalu berjalan mulus, Abdul menemui tantangan Di mengerjakan tesis. Ia sempat diuji Untuk hal konsistens dan kesabaran.
Adapun tesisnya Menyoroti soal peran geografi Untuk memahami potensi Area. Ia ingin menggunakannya Untuk membantu pembangunan berbasis kearifan lokal.
Tesis Abdul mengangkat topik indikator sumber daya alam Untuk mendukung pembangunan desa berkelanjutan Di Kasepuhan Cibarani, Lebak, Banten. Ia ingin melihat seberapa besar potensi desanya.
Tantangan-tantangan Pada kuliah Abdul berhasil hadapi Didalam Pengatura Nwaktu yang baik. Di Samping Itu, ia menetapkan target realistik dan menjaga agar ritme belajar tidak berubah.
“Kunci utamanya bukan kerja keras sesaat, tapi konsistensi Untuk hal-hal kecil yang dilakukan terus-menerus,” jelasnya.
Kepada mahasiswa yang masih menempuh Belajar, Abdul menyampaikan pesan agar senantiasa semangat Untuk belajar. Menurutnya, perjuangan dan doa orang-orang terdekat sangatlah berpengaruh.
“Tidak harus selalu Karena Itu yang paling pintar. Yang penting mau terus belajar, tidak mudah menyerah, dan tetap ingat tujuan awal,” pesannya
(cyu/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kisah Abdul, Anak Petani yang Sukses S2-Karena Itu Wisudawan Terbaik Di UNJ











