Pernah Dibayar Rp 1.000, Guru Pensiunan Ini Buka Kursus Bahasa Jepang Seikhlasnya


Jakarta

Kisah inspiratif kali ini datang Didalam seorang pensiunan guru bahasa Jepang bernama Rudy Dermawan. Meski usianya sudah hampir kepala tujuh, ia masih melanjutkan mengajar.

Kini, Rudy membuka sebuah kursus online bahasa Jepang. Alih-alih mematok biaya kursus, ia justru membuka kelas Didalam sistem bayar seikhlasnya.

Sebelumnya membuka kelas bahasa Jepang Didalam bayaran seikhlasnya, Rudy ternyata sudah melewati berbagai Pengalaman Hidup pahit. Misalnya, Sesudah ia pensiun, Rudy tidak bisa langsung Merasakan uang pensiunnya Sebab SK belum ada.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya pensiun Januari 2021, tapi belum terima SK. Saya sudah minta Dukungan Hingga TU dan dinas, jawabannya hanya disuruh menunggu Sebab Penyebara Nmassal. Akhirnya Januari gaji saya nggak keluar Sebab SK belum ada. Anak istri makan Didalam mana?” kenang Rudy Pada berbincang Didalam detikEdu, Sabtu (18/7/2026), ditulis Minggu (19/7/2026).

Didalam 2 Murid yang Ikut Kursus Kini Karena Itu Ribuan

Pada tiga bulan tanpa penghasilan, pensiunan guru SMAN 81 Jakarta ini mencari jalan keluar. Rudy Sesudah Itu mengunggah tawaran mengajar bahasa Jepang Ke Facebook Didalam biaya sukarela.

“Saya tulis, ‘Tolong bantu saya, saya mau ngajar bayar seikhlasnya saja Untuk menutupi kekurangan Sebab belum digaji.’ Memang kenyataannya begitu, bukan dibuat-buat,” ujarnya.

Tak disangka, ternyata ada yang antusias Didalam tawaran tersebut. Awalnya hanya ada dua murid, itu pun merupakan tetangga dan kerabat muridnya.

Tetapi, tak lama Sesudah itu, unggahan Rudy viral Ke media sosial. Banyak yang berempati Didalam kisahnya dan peminat kelasnya pun Lebih bertambah.

Pria asal Bandung ini sempat kembali viral Ke 2023 Lewat TikTok. Kini, muridnya berasal Didalam berbagai kalangan, mulai Didalam siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa, ibu Tempattinggal tangga, hingga peserta yang Lagi menempuh studi S3 Ke Jepang.

Belakangan, popularitasnya kembali Menimbulkan Kekhawatiran. Justru, ia mengaku kewalahan membalas pesan Sebab lebih Didalam 2.000 orang menghubunginya.

“Saya sambil ngajar juga. Banyak chat yang belum kebaca. WhatsApp saya juga sempat diblokir sistem Sebab terlalu banyak Kegiatan,” katanya.

Dibayar Rp 1.000 hingga Rp 1,5 Juta

Rudy memang tidak mematok bayaran besar Didalam muridnya. Ia Merasakan pembayaran Rp 10.000, Rp 100.000, Justru Rp 1.000.

Ia tak memungkiri bahwa setiap orang mempunyai kemampuan Keuangan yang berbeda. Didalam niat mau belajar saja, menurutnya, sudah awal yang baik.

“Yang paling kecil pernah bayar Rp 1.000. Ada Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 200 ribu. Yang paling besar pernah Rp 1,5 juta sebulan,” ujarnya.

Walau tidak dipatok biaya, Rudy menuntut para murid Untuk serius ketika belajar. Pasalnya, Rudy kerap melihat beberapa murid yang main-main dan sering bolos.

“Kalau memang belum mampu, gratis juga boleh. Tapi saya lihat serius atau tidak. Kalau main-main atau sering menghilang, ya saya coret,” tuturnya.

Mengajar Didalam Pagi hingga Malam

Tak kenal usia, Rudy justru Lebih rajin mengajar. Di sehari-hari, ia menghabiskan waktu Didalam 8 pagi hingga 10 malam Untuk mengajar.

Seluruh kelas dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom Didalam durasi Di 80 menit. Satu kelas bisa berisi 10-60 peserta.

“Kalau offline, Tempattinggal saya kecil. Kalau sewa tempat kursus harus Untuk hasil. Sekarang kan zamannya online, saya bisa mengajar Didalam jam delapan pagi sampai jam sepuluh malam Didalam Tempattinggal,” katanya.

Adapun materi yang diajarkan Rudy sangat beragam, mulai Didalam tingkat dasar hingga persiapan ujian kemampuan bahasa Jepang (JLPT) level N5 dan N4.

Rudy juga menyusun modul ajar Di bentuk PDF. Modul ajar tersebut disusun Didalam materi yang umum digunakan Ke sekolah.

Mengajar Tak Kenal Batas Usia

Memang, awalnya Rudy membuka kelas Untuk mencukupi kebutuhan finansialnya Sesudah masa pensiun. Tetapi, ternyata mengajar adalah cara baginya Untuk tetap mengamalkan ilmu yang dimiliki.

Ia mengaku sempat Berjuang Didalam berbagai kesulitan Sesudah pensiun, termasuk harus membayar denda pinjaman bank Sebab pemotongan gaji terhenti Pada SK pensiun belum terbit. Meski begitu, ia memilih tetap bersabar dan memanfaatkan waktunya Untuk mengajar.

“Saya percaya pasti ada kasih Allah. Makanya saya isi waktu Didalam mengajar daripada hanya tidur dan makan. Takut sakit juga kalau nggak ada kegiatan,” ujarnya.

Rudy mempunyai sebuah harapan sebagai pengajar bahasa Jepang. Ia ingin ada pihak yang menaungi bidang Belajar atau Kedutaan Jepang membantunya Di Menyusun media pembelajaran.

“Saya bukan mengharapkan uang. Saya ingin ada Dukungan Literatur, materi, atau Langkah supaya pembelajaran bahasa Jepang bisa lebih berkembang. Harapan saya nanti punya Langkah sendiri Untuk mengajar Didalam tingkat dasar sampai menengah,” pungkasnya.

(cyu/faz)



Cicin Yulianti


Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Ke detikcom Dari 2022. Spesialis menulis topik Belajar, kampus, sekolah, beasiswa, Studi, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Pernah Dibayar Rp 1.000, Guru Pensiunan Ini Buka Kursus Bahasa Jepang Seikhlasnya

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้