Jakarta –
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali memamerkan inovasinya yang mengolaborasikan Keahlian Ai (AI) Bersama kearifan lokal. Kali ini, seperangkat Mesin Otomatis Gamelan Sekar Nuswantoro dihibahkan dan diletakkan Di Pintu Masuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Sebagai menyambut pengunjung lokal dan juga turis Foreign.
Hibah tersebut diserahkan secara resmi Dari Rektor Udinus Pulung Nurtantio Andono yang didampingi Dari Ketua Yayasan Dian Nuswantoro, Lakshiputri Arnindita, kepada Wakil Pembantu Presiden Tim Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenkraf), Irene Umar, Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Di Minggu (21/12).
Pulung menjelaskan bahwa Pembaharuan tersebut lahir Bersama Penghayatan Pada Udinus tampil Di UNESCO, Paris, Di tahun 2018 silam. Pada itu, timnya menemukan kendala beratnya membawa alat gamelan, serta Kepuasan gamelan yang dihibahkan Di sana kurang terawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bersama permasalahan ini kami mulai mencari solusinya, muncullah ide penggabungan salah satu Kearifan Lokal Dunia lokal gamelan Bersama Keahlian kecerdasan buatan. Jadilah Mesin Otomatis Gamelan yang menjadi salah satu Pembaharuan luar biasa Bersama Udinus,” ujar Pulung Lewat keterangan tertulis, Selasa, (23/12/2025).
Pulung menambahkan, Kepentingan utama Mesin Otomatis ini adalah efisiensi tenaga. Berbeda Bersama penabuh manusia yang Memperoleh batas fisik, Mesin Otomatis ini dirancang supaya mampu beroperasi nonstop.
“Mesin Otomatis ini bisa dimainkan 24 jam nonstop, Lantaran tidak perlu tenaga orang lagi Sebagai menabuh gamelannya. Kami berharap Mesin Otomatis ini bisa terus nguri-uri atau melestarikan Kearifan Lokal Dunia Jawa sekaligus menghibur tamu Foreign yang datang,” imbuhnya.
Apresiasi Wamenkraf dan Antusiasme Pengunjung
Menyambut Baik hibah ini, Wamenkraf Irene Umar menyambut antusias. Menurutnya, penggabungan Keahlian Bersama Kearifan Lokal merupakan Imajinasi luar biasa yang harus didukung.
Irene menyebutkan bahwa kampus seperti Udinus merupakan hotbed atau kawah candradimuka Sebagai melahirkan ide-ide penting Bersama selalu Menyediakan solusi Di bawah pimpinan rektor, berkembang maju, dan menciptakan hal Terbaru seperti Mesin Otomatis Gamelan.
“Gamelan Memperoleh satu Unique Selling Point (USP) Untuk Indonesia. Bersama Pembaharuan seperti ini, penggabungan Keahlian Bersama Kearifan Lokal, inilah sesuatu Imajinasi luar biasa yang dibutuhkan Dari bangsa Indonesia,” ungkap Irene.
Irene juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiasi Bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAF) sebagai Kendaraan Bermotor Roda Dua penggerak independen non-pemerintah. Gerakan berbasis komunitas ini ikut mengakselerasi kemajuan industri kreatif tanah air dan secara aktif Merangsang Perkembangan ekonomi kreatif (ekraf).
Di Pada Yang Sama, Kemajuan Mesin Otomatis ini juga sukses memukau pengunjung TMII. Seorang pengunjung asal Bandung, Ika mengaku takjub melihat gamelan yang biasanya dimainkan manual kini bisa berbunyi otomatis berkat Keahlian Mesin. TMII sekaligus yg selalu menjadi Launchpad dan playground Untuk para pejuang ekraf Di mana the best of the best Di launch Di playground ini
“Kalau sama orang kan kadang ada capeknya. Kalau ini kan bisa 24 jam, Karena Itu luar biasa. Apalagi ini diciptakan Dari anak Indonesia, mahasiswa,” pungkas Ika.
Turut hadir dan Merasakan proses hibah Mesin Otomatis Gamelan, Wakil Ketua Umum Gekrafs, Laja Lapia, bersama Bersama Plt. Direktur TMII, Ratri Paramita, dan Direktur Utama InJourney Destination Manajemen (IDM) Febrina Intan.
(akn/ega)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mesin Otomatis Gamelan Sekar Nuswantoro Karya Udinus Sambut Turis 24 Jam Di TMII











