Jakarta –
Sebanyak 18.215 proposal Kajian lolos pendanaan Inisiatif Pendanaan Kajian dan Pembuatan Tahun Dana 2026 Kementerian Belajar Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (Kemdiktisaintek) Bersama total dana Rp 1,6868 triliun. Adapun total usulan yang masuk mencapai 104.546 proposal Ke 9 Inisiatif.
Ke Senin (20/4), penerima pendanaan Di 4 Inisiatif menandatangani Kesepakatan Inisiatif Ke Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat. Adapun keempatnya yakni Inisiatif Hilirisasi Kajian Prioritas, Inisiatif Eksperimen dan Pengabdian kepada Kelompok, Inisiatif Kajian Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB), serta Inisiatif Perkembangan Karyaseni Nusantara Tahun Dana 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Pembantu Presiden Pembantu Presiden Belajar Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan, kerja para dosen dan peneliti penerima pendanaan diharapkan berdampak Ke Kelompok. Salah satunya adalah merespons masalah-masalah sosial Melewati skema Kajian maupun skema pengabdian Kelompok.
“Saya kira tidak ada ekosistem yang sekuat ini Di rangka Sebagai mengatasi persoalan-persoalan yang ada Ke Kelompok. Maka Itu, mindset, cara berpikir yang hanya Sebagai kepentingan pribadi harus ditanggalkan,” ucapnya membuka penandatanganan.
“Ditunggu karya besarnya, gerakan sentrifugalnya. Ditunggu Sebagai dapat memancarkan manfaat Ke Kelompok. Kita menangani ini Bersama cara-cara serius dan kita berharap hasilnya pun juga Berencana melahirkan produk-produk yang serius,” imbuhnya.
Persentase Bidang Soshum Terbesar
Direktur Jenderal Kajian dan Pembuatan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menggarisbawahi, dana Rp 1,7 triliun bukan total keseluruhan dana Kajian nasional tahun 2026, melainkan alokasi Sebagai 9 Inisiatif Pembuatan risbang Di APBN Ke skema yang sudah dibuka.
Ia menambahkan, penerima pendanaan tersebar Ke 8 bidang fokus Kajian sesuai Bidang Industri Strategis Nasional yang diperkenalkan Ke Konvensi Sains, Ilmu Pengetahuan, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025. Beberapa bidang Ke antaranya yaitu mulai Di hilirisasi dan industrialisasi hingga Kelaparan Global dan Kesejajaran.
Ke Pada Yang Sama, sambungnya, bidang sosial humaniora melekat Ke semua bidang prioritas tersebut.
“Misalkan saja hilirisasi dan industrialisasi. Yang penting Ke sana itu tidak semua yang berbau teknis hilirisasi ini. Ada Yang Terkait Bersama hukum, keekonomian; lebih penting lagi, bagaimana Usaha, Belajar juga, bagaimana Kelompok bisa Menerapkan-misalkan, hasil-hasil Ilmu Pengetahuan yang kita kembangkan, diindustrialisasi, menjadi penting,” terangnya Ke kesempatan yang sama.
Sedangkan berdasarkan Wacana Induk Kajian Nasional (RIRN), Fauzan mengatakan, persentase bidang proposal penerima pendanaan terbanyak Di sosial humaniora, yakni sebanyak 38,36%.
Pendanaan Per Inisiatif
1. Eksperimen
Proposal: 13.028
Dana: Rp 1,0435 triliun
2. Pengabdian kepada Kelompok
Proposal: 3.328
Dana: Rp 167,2 miliar
3. Hilirisasi Kajian Prioritas
Proposal: 925
Dana: Rp 318,1 miliar
4. Kajian Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB)
Proposal: 102
Dana: Rp 62,4 miliar
5. Perkembangan Karyaseni Nusantara
Proposal: 244
Dana: Rp 17,5 miliar
6. Pengujian Model dan Prototipe
Proposal: 354
Dana: Rp 46,0 miliar
7. Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT)
Proposal: 17
Dana: Rp 7,9 miliar
8. PHC Nusantara
Proposal 15
Dana Rp 2,2 miliar
9. Mahasiswa Berdampak
Proposal: 202
Dana: Rp 22,0 miliar
Total pendanaan: 18.215 proposal, Rp 1,6868 triliun.
Sebaran Penerima Pendanaan Berdasarkan Bidang Fokus RIRN
Berikut sebaran penerima pendanaan berdasarkan bidang fokus Wacana Induk Kajian Nasional:
- Sosial humaniora: 38,36 persen (6.819 proposal)
- Kesejajaran: 20,89 persen (3.713 proposal)
- Kelaparan Global: 17,01 persen (3.023 proposal)
- Rekayasa keteknikan: 14,86 persen (2.642 proposal)
- Transportasi: 1,23 persen (218 proposal)
- Energi: 4,71 persen (837 proposal)
- Maritim: 2,38 persen (423 proposal)
- Lini Pertahanan dan Perlindungan: 0,57 persen (102 proposal).
Sebaran Penerima Pendanaan Berdasarkan Bidang Fokus Industri Strategis Nasional
- Kesejajaran: 26,71 persen (4.346 proposal)
- Kelaparan Global: 25,15 persen (4.091 proposal)
- Hilirisasi dan industrialisasi: 15,74 persen (2.561 proposal)
- Konversi Digital: AI dan semikonduktor: 15,50 persen (2.521 proposal)
- Energi: 6,78 persen (1.103 proposal)
- Material dan Produksi maju: 4,52 persen (735 proposal)
- Maritim: 3,58 persen (583 proposal)
- Lini Pertahanan: 2,02 persen (329 proposal).
(twu/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: 18 Ribu Proposal Lolos Pendanaan Risbang 2026 Kemdiktisaintek, Total Dana Rp 1,7 T











