Jakarta –
Ri Prabowo Subianto Akansegera menambah jumlah fakultas kedokteran Di perguruan tinggi. Ia menyebut, Indonesia masih kekurangan lebih Didalam 100.000 Praktisi Medis.
“Ya, Karena Itu berkenaan Didalam masalah bagaimana kita mengatasi kekurangan jumlah Praktisi Medis, ada dua hal yang tadi juga Di Untuk forum taklimat juga disampaikan,” kata Pembantu Ri Sekretaris Bangsa (Mensesneg) Prasetyo Hadi Pada menyampaikan Wacana Ri, dikutip Didalam detikNews, Selasa (20/1/2026).
Didalam Cara Itu, penerimaan mahasiswa prodi kedokteran dan Belajar profesi Praktisi Medis spesialis Akansegera diperbanyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sudah ada beberapa Keputusan-Keputusan Sebagai Inisiatif studi-Inisiatif studi kedokteran Sebagai itu diperbesar Didalam sisi penerimaan jumlah mahasiswanya maupun yang Di Di Praktisi Medis spesialis. Yang kedua, memang mau tidak mau nampaknya kita harus memberanikan diri Sebagai mau tidak mau kita membuat fakultas Mutakhir Sebagai kedokteran umum, Setelahnya Itu kita juga kekurangan Praktisi Medis gigi, kita juga harus kuat Untuk hal Pharma,” ujar Prasetyo.
Respons Lembaga Legis Latif soal Tambahan Fakultas Kedokteran
Anggota Komisi IX Lembaga Legis Latif RI, Edy Wuryanto menyebut penambahan fakultas kedokteran ini harus memerhatikan berbagai aspek. Termasuk Di antaranya yakni soal Mutu Belajar hingga kebutuhan spesialis.
“Menambah Inisiatif studi kedokteran umum harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita hanya mengejar jumlah, tetapi Mutu Praktisi Medis dan layanan Kesejaganan justru terabaikan,” ujar Edy dikutip Didalam Ditengah, Selasa (20/1/2026).
Ia menekankan, pembangunan fakultas kedokteran tidak bisa dilakukan Untuk waktu singkat. Perlu adanya ekosistem Belajar yang lengkap.
Samping Itu, fakultas kedokteran harus Memperoleh dosen yang berkualifikasi hingga sistem pembinaan klinik yang terstandar, demikian kata Edy.
“Ini bukan sekadar membuka Inisiatif studi (prodi), melainkan juga membangun ekosistem Belajar kedokteran yang kompleks dan mahal,” tegasnya.
Jumlah Praktisi Medis Di RI Mendekati Standar Minimal, tapi…
Edy lalu Menginformasikan, berdasarkan data Konsil Kesejaganan Indonesia, Indonesia Memperoleh 279 ribu Praktisi Medis teregistrasi yang terdiri Didalam Praktisi Medis umum, Praktisi Medis spesialis, Praktisi Medis gigi, dan Praktisi Medis gigi spesialis.
Ia menilai rasio jumlah Praktisi Medis sudah mendekati standar minimal. Meski demikian, ia sependapat bahwa jumlah tenaga Praktisi Medis masih kurang, terlebih Di Lokasi tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Yang paling mendesak justru Belajar tenaga medis level spesialis. Kita butuh pembukaan Inisiatif Belajar Praktisi Medis spesialis, baik berbasis universitas maupun Puskesmas Belajar, terutama Sebagai menjawab kebutuhan Di Lokasi 3T,” katanya.
(cyu/twu)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Prabowo Mau Tambah Fakultas Kedokteran, Lembaga Legis Latif Ingatkan Soal Mutu











