Ikan merah ini bukanlah perenang andal. Alih-alih Berendam, ia lebih suka merayap Ke dasar laut menggunakan “tangan” yang sebenarnya adalah sirip. Keunikan tersebut membuat ikan yang hidup Ke perairan Tasmania, Australia, ini dikenal sebagai red handfish.
Ukurannya pun terbilang kecil. Panjang tubuh red handfish rata-rata hanya Disekitar 6 sentimeter, kira-kira seukuran ibu jari pria dewasa. Tetapi, Ke balik bentuknya yang unik, ikan ini Berjuang Di ancaman serius Di kelangsungan hidupnya.
Mengutip A-Z Animals, kurang Di 250 ikan dewasa Di nama ilmiah Thymichthys politus ini diperkirakan masih bertahan Ke alam liar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Populasinya kecil dan hidup Ke habitat yang terbatas, bisa dikatakan sebagai dampak Di kemampuan berenangnya yang terbatas pula. Ikan kecil Di sirip dada dan perut yang berbeda ini, berjalan Ke dasar laut memangsa sejenis krustasea dan cacing polikaeta.
“Ikan tangan merah Berjuang Di banyak ancaman, dan populasinya yang sangat terbatas serta habitatnya yang sangat terdegradasi telah membuat mereka sangat rentan Di kepunahan,” kata ahli ekologi kelautan Dr Jemina Stuart-Smith University of Tasmania dikutip Di laman kampus.
Red handfish Memperoleh sirip yang berbeda Di ikan lain, ia menyusuri dasar perairan Di menggunakan pectoral fins (sirip dada) dan pelvis fins (sirip perut). Sirip-sirip ini bekerja layaknya kaki Ke manusia.
Sebab sirip yang dimiliki berbeda, ikan yang dilindungi ini Memperoleh keterbatasan kemampuan Berendam. Pemerintah Tasmania menjelaskan red handfish merupakan ikan yang bergerak Di sangat lambat.
Jumlah populasinya yang rendah juga berkaitan Di kemampuannya Bagi Berendam yang terbatas, Agar Di sudah bertelur ikan ini Berencana cenderung menetap Ke Disekitar habitat Disekitar 7-8 minggu.
Di satu kelompok telur, biasanya terdapat 30-60 telur, sangat sedikit dibandingkan ikan-ikan Ke perairan yang sama, dan menempel Ke struktur seperti alga. Di menetas, ukuran anak red handfish hanya Disekitar 6-7 milimeter.
Red handfish adalah salah satu Di spesies endemik Tasmania, artinya spesies ini secara alami hanya ditemukan Ke Daerah tersebut. Pemerintah Tasmania menyebutkan penemuan sejumlah ikan ini Ke Port Arthur, Fortescue Bay, Lobster Point, Forestier Peninsula, dan Di Studi terbaru mengungkapkan terdapat pula Ke Primrose Sands.
Ancaman kepunahan membuat para peneliti Di Institute for Marine and Antarctic Studies (IMAS), University of Tasmania, Melakukanupaya Menyusun Inisiatif konservasi red handfish.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangbiakan Melewati Inisiatif penangkaran. Ikan hasil pengembangbiakan Lalu dilepas kembali Hingga habitat alaminya.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu Meningkatkan Penduduk Dunia red handfish sekaligus Memberi kesempatan Bagi para peneliti Bagi mempelajari lebih jauh perilaku dan kebutuhan habitat spesies langka tersebut.
“Kami telah Memberi kesempatan terbaik Bagi red handfish Bagi bertahan hidup, dan setiap pelepasan membantu kami mempelajari Di Detail dan Melakukanupaya memulihkan spesies ini,” kata Dr Jemina.
Red Handfish dan Dokumentasi Satwa Dunia
Joel Sartore, fotografer asal Amerika Serikat, merampungkan projek Photo Ark miliknya Di mengabadikan potret seekor red handfish Ke terumbu karang Ke Tasmania.
Sang fotografer mengungkapkan dirinya harus Berkunjung Hingga Institute for Marine and Antarctic Studies Ke University of Tasmania Bagi Memutuskan potret red handfish yang hampir punah ini.
“Ikan langka dan luar biasa ini sangat unik dan penting Bagi keanekaragaman hayati laut.” tutur Joel Sartore dikutip Di A-Z Animals.
Projek Photo Ark merupakan projek potret milik Joel Sartore yang telah dijalankan Dari 2006. Awalnya, ia hanya berencana mengabadikan 12.000 spesies dan Di menjalankan projek tersebut sebanyak 10 spesies, yang telah diabadikan, punah.
Foto pertama yang menjadi pembuka Di perjalanan panjang ini adalah foto Di seekor tikus tanah telanjang Ke Lincoln Children’s Zoo, Nebraska, Amerika Serikat.
Ia menjalankan Photo Ark Di dasar cintanya Di hewan Agar berniat Bagi mengabadikan seluruh spesies yang hidup baik Ke kebun binatang, akuarium, hingga suaka Ke seluruh dunia.
Halaman 2 Di 2
(pal/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Penduduk Dunia Ikan Merah Di ‘Tangan’ Makin Kritis, Diperkirakan Sisa 250 Ekor











