Jakarta –
Ada sebuah pembuktian Ke balik prestasi yang diraih Angelika Palma Amanda, salah satu mahasiswa Langkah Studi Sastra Jepang Universitas Brawijaya (UB). Angel, panggilan akrabnya, ingin membuktikan bila menonton TV dan membaca komik tak selalu buang-buang waktu.
Hal itu dibayar lunas Bersama prestasinya Ke gelaran Wisuda UB Periode XII. Ke momen tersebut, Angel dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. Ia berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,97!
“Saya ingin menentang anggapan kalau nonton TV dan baca komik itu buang waktu. Faktanya, saya bisa sampai Ke titik ini Sebab tontonan dan bacaan itu,” tutur Angel dikutip Di laman resmi UB, Senin (19/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angkat Skripsi Permasalahan Sosial Di Drama Jepang
Diceritakan Angel, ia lahir Ke keluarga sederhana dan tidak Memiliki latar Di keluarga yang menguasai bahasa Foreign. Ayahnya bekerja sebagai pegawai swasta dan ibunya seorang ibu Tempattinggal tangga.
Sebelum kecil, Angel sudah terpapar media Jepang Ke Tv. Hal ini memicu rasa ingin tahunya Ke Negeri Sakura tersebut.
Ia mempelajari kosakata bahasa Jepang Di menonton anime dan membaca banyak judul komik. Keduanya dikonsumsi Angel menggunakan bahasa asli, bukan bahasa Indonesia, Agar kemampuan berbahasanya bisa berkembang pesat.
Berangkat Di kecintaan ini, Angel berkuliah Ke Langkah studi Sastra Jepang. Di berkuliah, ia mengaku tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga Merasakan Permasalahan sosial yang mendalam.
Salah satu Permasalahan sosial yang ada Ke Jepang kini kerap digambarkan Ke sebuah drama. Bagi itulah, ia melakukan Studi tugas akhir skripsi berdasarkan salah satu drama yang menurutnya Menarik Perhatian.
Skripsi Angel berjudul “Resistensi Perempuan Di Institusi Kepolisian Jepang Ke Drama Hakozume: Tatakau! Kouban Joshi Karya Yasu Miko.” Drama itu menceritakan ketidaksetaraan gender yang dialami Dari polisi perempuan Ke Jepang.
Di Studi, Angel mendalami bagaimana para tokoh perempuan Di drama tersebut Menyambut Baik dan melawan diskriminasi yang ada Ke lingkungan kerja mereka. Diketahui, polisi merupakan pekerjaan yang masih didominasi laki-laki.
Mengerjakan hal yang ia sukai Lewat tontonan sangat membantu Angel. Drama yang dibedah dan dituangkannya Di skripsi inilah yang Setelahnya Itu ikut mengantarkannya meraih prestasi sebagai wisudawan terbaik Bersama IPK 3,97.
Tantangan Belajar Bahasa Jepang
Angel ikut membocorkan Dibagian tersulitnya Di proses belajar bahasa Jepang. Bukan menghafal ribuan huruf kanji, Bagi Angel, yang tersulit Di belajar bahasa ini adalah proses menerapkan grammar dan kosakata Pada berbicara (speaking) dan menulis (writing).
Angel percaya, belajar sebuah bahasa tidak boleh terbatas Ke Bacaan teks Ke kelas saja. Ia sendiri mengapresiasi imajinasi orang Jepang Di menciptakan tema-tema unik Ke manga (komik).
Berbagai manga menyajikan ilmu dan keindahan Kebiasaan Global Jepang Di kehidupan sehari-hari. Inilah yang menjadi sumber inspirasi Di belajar bahasa.
Angel memanfaatkan hiburan sastra sebagai media belajar mandiri. Bersama Langkah Tersebut ia terbiasa Bersama penggunaan bahasa yang natural.
Kini, pascalulus, Angel ingin mengejar cita-cita bekerja Ke industri penerbitan Bacaan bahasa Jepang. Proses itu dimulai Bersama menjadi guru Bahasa Jepang Ke salah satu sekolah bahasa Foreign Ke Malang. Semangat, Angel!
(det/twu)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Nonton Anime-Baca Komik Bantu Angel Karena Itu Wisudawan Terbaik UB, Dapat IPK 3,97!











