Mengapa Bulu Kuduk Berdiri Pada Ketakutan? Ini Penjelasan Sainsnya



Jakarta

Rasa takut adalah perasaan yang dialami manusia hingga hewan. Uniknya, rasa takut Di manusia bisa terlihat Di naiknya bulu kudu.

Menurut dr. Yeni Quinta Mondiani, ahli neurologi (saraf) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Trend Populer ini adalah respons biologis yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Di dunia medis, Kepuasan ini disebut Di merinding atau piloerection, yaitu Kepuasan ketika bulu-bulu halus Di kulit berdiri akibat kontraksi otot kecil Di pangkal rambut.

“Merinding merupakan Dibagian Di mekanisme Lini Pertahanan tubuh yang diwariskan Di nenek moyang manusia. Kendati fungsi aslinya sudah tidak terlalu relevan, jalur saraf yang mengaturnya masih aktif hingga sekarang,” jelasnya Di laman IPB University dikutip Sabtu (20/6/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun Dibagian otak yang berperan Di proses ini adalah amigdala. Pada otak mendeteksi sesuatu yang Dikatakan penting atau mengancam, tubuh Akansegera melepaskan adrenalin Supaya muncul berbagai respons, termasuk merinding.

Trend Populer ini juga menjelaskan mengapa seseorang lebih mudah merinding Pada Lagi cemas atau tertekan. Uniknya, otak tidak selalu membedakan ancaman fisik Di tekanan psikologis seperti Beban pekerjaan, konflik, atau kecemasan.

Merinding Di Orang Di Riwayat Kecemasan atau Trauma

Yeni juga mengatakan seseorang Di riwayat kecemasan atau trauma, Akansegera lebih mudah Merasakan merinding. “Di orang yang Memperoleh riwayat kecemasan atau trauma, respons ini dapat muncul lebih mudah Sebab sistem alarm Di otak menjadi lebih sensitif,” ujarnya.

Tidak hanya rasa takut, merinding juga dapat muncul Pada momen emosional yang mendalam. Hal ini terjadi Sebab otak melepaskan dopamin, zat kimia yang berkaitan Di rasa senang dan Pengakuan.

Banyak orang juga mengaku merinding Pada memasuki tempat tertentu. Tak jarang, hal ini dikaitkan Di Trend Populer mistis. Akan Tetapi menurut Yeni, hal tersebut Menunjukkan kemampuan otak yang sangat peka Di memproses berbagai informasi lingkungan.

“Ini bukan berarti seseorang Lagi Merasakan sinyal gaib. Otak memang terus memindai lingkungan dan sering kali bekerja lebih cepat daripada kesadaran kita,” tuturnya.

Waspada Jika Tiba-tiba Merinding Tanpa Alasan yang Jelas

Meski termasuk normal, dr. Yeni mengingatkan agar Kelompok waspada jika merinding muncul berulang kali tanpa pemicu. Terlebih jika merinding dibarengi Di pusing, jantung berdebar, keringat berlebih, atau nyeri kepala mendadak.

“Merinding bukan tanda otak mendeteksi sesuatu yang tak terlihat. Justru Trend Populer ini Menunjukkan betapa canggihnya sistem saraf manusia Di merespons emosi dan lingkungan Disekitar,” ujarnya.

(nir/pal)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mengapa Bulu Kuduk Berdiri Pada Ketakutan? Ini Penjelasan Sainsnya

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้