Mendikti Komentar Kearifan Lokal Global Orang Indonesia yang Suka Dipanggil Profesor


Jakarta

Pejabat Tingginegara Belajar Tinggi, Sains, dan Keahlian (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengkritisi Kearifan Lokal Global orang Indonesia yang senang dipanggil profesor. Ia mengatakan, Kearifan Lokal Global semacam itu tak lazim Ke Negeri lain.

“Kita ini kan SK belum keluar aja kadang-kadang udah minta dipanggil ‘Prof’. Dia dapet, katanya, dapet informasi, dia dapet informasi, ‘Bapak udah lulus, Pak, Ke pemeriksaan’. ‘Oh gitu, besok panggil saya Profesor, ya. SK belum keluar, udah (begitu). Ya memang kita masih perlu ini (humble),” ucap Guru Besar Fakultas Keahlian Industri Institut Keahlian Bandung (ITB) ini.

Hal tersebut disampaikan Brian Ke Orientasi Inisiatif SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026 Ke Grha Diktisaintek, Jakarta, Kamis (9/7/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ke momen tersebut, Brian berpesan agar penerima Beasiswa Garuda menjadi pribadi yang humble atau rendah hati. Diketahui, para penerima beasiswa ini terpilih Bagi menjalani S1 Ke luar negeri atau S1 joint/double degree Ke Untuk dan luar negeri Bersama beasiswa Bersama pemerintah.

“Jadilah orang-orang yang humble,” ucapnya.

“Orang sombong aja nggak suka sama orang sombong,” imbuhnya.

Profesor Ke Luar Negeri Cuma Dipanggil Nama

Brian mencontohkan, peraih Hadiah Nobel Kimia 2025 Omar M Yaghi pun biasa meminta dirinya dipanggil hanya Bersama sebutan nama tanpa jabatan akademik.

Padahal, University Professor dan James and Neeltje Tretter Professor of Chemistry, University of California (UC) Berkeley tersebut memang mumpuni Ke bidang keilmuannya.

Pakar kimia keturunan Palestina-Amerika kelahiran Yordania ini diketahui Menyusun blok kerangka logam-organik (MOF) yang lebih stabil dan fleksibel bersama Susumu Kitagawa. Karya mereka bermanfaat Bagi memanen air Bersama udara gurun, Menyita karbon dioksida, menyimpan gas beracun, hingga mengkatalisis reaksi kimia.

“Ini orang, kalau dosen tahu ya pasti, ada yang namanya H-index. H-index dia, Pak, 202. Karena Itu Mungkin Saja jumlah paper kita aja kalah sama H-indexnya dia. Karena Itu ini orang pinternya kebangetan lah kira-kira. Itu Pak, orang yang humble banget,” tuturnya.

“Kalau Ke Amerika ini biasa nih: dia gak minta dipanggil pake Prof. Dia bilang, ‘call me Omar’, panggil saya Omar aja, namanya Omar Yaghi. ‘Call me Omar’,” ucapnya.

Berkaca Bersama sosok gurunya tersebut, ia berpesan agar para pelajar tekun belajar dan punya semangat juang Bagi terus menjadi lebih baik.

“Orang-orang hebat itu, ternyata orang-orang yang tidak banyak drama-drama, tidak banyak tampil. Mereka bekerja Untuk ketekunan,” ucapnya.

(twu/faz)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mendikti Komentar Kearifan Lokal Global Orang Indonesia yang Suka Dipanggil Profesor

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้